INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 34 : HUKUMAN RAJA



PLAAKK..


Sebuah tamparan mendarat di wajah Selir Shan, betapa kaget dan takut nya ia kini. Raja tampak sangat murka padanya.


Jen tersenyum, jangan kaget dulu, ini belum selesai, Batin Jen.


kemudian Jen maju lagi, dan berlutut.


“Ayah, ada yang ingin saya sapaikan lagi, apa ayah ingat saat aku di culik, sebenarnya aku tidak hanya di culik, tapi ini juga direncanakan oleh Selir Shan!” Ucap Jen sambil berlutut.


Belum berhenti kaget Selir Shan karna sebuah tamparan, kini ia bagai tersambar petir dan sangat syok mendengar ucapan Jen.


“Apa kata mu Nak ?!”


Ucap Raja yang tak kalah kaget.


“Jen, jangan keterlaluan !!”


Tiba-tiba Mega berteriak kesal dan marah pada Jen.


“Mega kamu tak punya hak berteriak pada ku, Rin tampar dia untuk ku !”


Mega kaget dan terdiam mendengar bentakan dan perintah Jen.


Rin yang sedari tadi berdiri di depan meja tempat Jen, mendekat kearah Mega.


PLAAKK !


Sebuah tamparan mendarat ke wajah mulus nya, Mega meringis menahan parih di pipinya.


“Kau..kau… beraninya menampar ku !”


Teriak Mega yang tidak terima di tampar Rin.


PLAAKK!


Kembali tamparan mendarat ke pipi Mega.


“Aku yang menyuruh nya, apa hak mu untuk marah !”


Ucap Jen tegas sambil memplototi nya.


Ia mengepalkan tangannya menahan marah. Brengs*k kau Jen, beraninya memperlakukan ku begini, Batin nya kesal.


Namun, ia hanya bisa diam tak mampu membalas Jen.


“Lanjutkan penjelasanmu nak.”


Ucap Raja saat semua sudah diam.


Belum  sempat Jen melanjutkan penjelasanya, Selir Shan teriak.


“kamu.. jangan sembarangan menuduh !!” Ucap nya.


Kini wajahnya tidak hanya pucat ketakutan, tapi lebih mirip orang gila karena stress.


“DIAAM !!” Bentak Raja pada selir Shan.


Jen melanjutkan kembali penjelasannya.


“Ini adalah dokumen penjualan budak yang saya dapatkan dari paviliun selir Shan.”


Ucap Jen sambil menyerahkan sebuah buku dokumen berisi daftar penjualan budak yang ditemukan Rin dari paviliun Selir Shan.


Dan disana ada nama Jen yang dijual atas nama seseorang yang sebelumnya sempat di temui Selir Shan dan Jen beberapa hari yang lalu.


Selir Shan keget melihat dokumen itu ada ditangan Jen, padahal rencana nya setelah penobatannya ia akan segera membakar dokumen itu.


“kamu, berani sekali menggeledah paviliun saya tanpa izin !” Protes Selir Shan marah.


“Selir Shan, aku ini Putri kerajaan ini, saat ini dibawah Raja adalah Pangeran dan Putri, jadi kenapa aku harus meminta izin mu dulu untuk menggeledah paviliun itu !” Ucap Jen dingin.


Selir Shan hanya mengepalkan kedua tangannya.


Jen memanggil pelayannya, dan tampak seorang wanita yang tangannya diikat ke belakang maju ke depan Raja dan berlutut.


“Yang Mulia, Hamba adalah orang tersebut, Selir Shan membayar saya untuk menculik putri Jen dan menjualnya ke penjualan budak.”


Jelas wanita itu sambil terus berlutut hingga wajahnya menyentuh lantai.


Kini Selir Shan tak mampu berkata-kata lagi, semua bukti sudah jelas. Raja sendiri tampak sangat murka.


“Yang Mulia, dia bohong, dia dan Putri Jen berencana menjebak saya !”


Terdengar isak tangis dari wajah Selir Shan. Ia berlutut dan memegang erat kaki Raja.


Raja menendangnya, hingga Selir itu terjatuh ke belakang. Selir itu mencoba mendekati Raja lagi, tapi segera pengawal Raja menahannya.


“Ibu !!”, Mega beranjak dari tempat duduknya dan membantu Ibunya yang tercungkal jatuh untuk berlutut kembali bersamanya.


“Yang Mulia tolong jangan cabut nyawa saya.”


Mohon Selir Shan sambil menangis terisak. Jen mendekati mereka.


“Saat kau membunuh Ibu ku, apakah kau perna berpikir untuk menolongnya, atau pada saat kau menjual ku ke penjual budak, pernah kah kau berpikir bagaimana kalau anak mu yang dijual !” Ucap Jen tegas.


“SEKARANG JUGA SAYA UMUMKAN, SELIR ASYIA DIKURANG DI PENJARA BAWAH TANAH DAN BESOK DICAMBUK 30X , JIKA BELUM MATI, MAKA KEPALANYA AKAN DI PENGGAL, SEDANGKAN UNTUK SELIR SHAN JUGA DIKURUNG DI PENJARA BAWAH TANAH UNTUK BESOK JUGA DICAMBUK 30X, DAN JIKA BELUM MATI KEPALANYA AKAN DIPENGGAL DAN KARENA IA JUGA TELAH MENCELAKAKAN PUTRI, MAKA SEMUA KELUARGA SELIR SHAN DICABUT GELAR BANGSAWANNYA DAN DIJADIKAN BUDAK !!”, Titah Raja menggema ke seluruh ruangan Paviiun itu.


Bagaikan tersambar gledek, Mega langsung pingsan mendengar titah Raja, begitupun keluarga Selir Shan yang hadir disana juga syok berat.


Jen tersenyum puas dengan keputusan Raja, ia lalu melirik ke arah Lian dan Mega orang yang selama ini membuatnya menderita. Tampak mereka syok dengan keputusan Raja.


Mega yang telah terbangun dari pingsannya menangis meraung-raung.


“Tidak Raja, hamba tidak mau jadi budak !”


Teriak nya memohon sambil berlutut di kaki Raja.


Begitupun Lian, “Yang Mulia mohon ampuni Ibu saya.” Katanya sambil menangis meraung-raung.


Kini bukan ucapan selamat dan syukur yang menggema di paviliun itu, tapi suara tangis memilukan dari anak-anak Selir.


Jen dan Pangeran saling pandang dan tersenyum lega, akhinya yang membunuh ibu mereka dan yang mencoba mencelakan Putri Jen mendapat ganjarannya.


Lalu Jen mendekati Mega dan berbisik “Sudah ku katakan, kalian tidak akan ku biarkan seenaknya di kerajaan ini.”


Mega terlihat syok dan marah, namun kini ia tidak bisa berbuat apapun lagi.


Beberapa pengawal datang dan mengikat tangan serta menyeret kedua selir itu ke penjara bawah tanah.


Mega dan keluarganya yang lain diusir dari Istana dan menjadikan mereka budak, dan Lian hanya dapat menangis melihat ibu nya diseret.


Jen, tunggu pembalasan ku, kau telah merebut ibu ku !, Batin Lian geram.


Ia melirik kearah Jen dengan sorot mata kebencian.


Jen menyadari sorot mata itu, tapi ia pura-pura tidak tau dan mengabaikan nya.


“Untuk Para tamu Kerajaan terimakasih telah datang, acara ini akan saya jadikan acara penyambutan kepulangan dan Keselamatan Putri Jen .” Ucap Raja kemudian.


Para undangan yang dari tadi kelihatan tegang, mulai bertepuk tangan.


Lalu Raja memanggil Jen dan pangeran mendekat, mereka duduk di kursi sebelah Raja di atas singgasana nya.


“Jen maafkan Ayah.”


Ucap Raja lirih,  menyesali perlakuannya selama ini pada Jen dan telah dibutakan oleh Selir-selir nya.


“Ayah, aku tidak marah pada mu, malah bangga punya ayah seperti mu.” Balas Jen sambil memeluk Raja.


Semua yang hadir di acara itu tetap melanjutkan acara yang telah diubah menjadi acara perayaan kembali nya putri Jen.


Akhirnya, Jen aku telah membalaskan mereka semua. Semoga kau tenang di alam sana, Batin Jen.


Baiklah sekarang misi selanjutnya memenangkan pertandingan, dan masuk ke Klan Angin, oiya aku juga masih harus menyelidiki Selir Ika, Batin nya, dan aku juga harus tetap waspada pada Lian.