INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 2 : MASA LALU



"Kamu kenapa?, ada apa?"


Ucap Anes yang juga kaget, ia mengira ada penjahat yang menyusup.


“Kenapa kau mengeluarkan pedang mu, apa kau mau membunuhku setelah memberiku makan?!”


Jen melangkah mundur, menjauh dari jangkauan pedang Anes.


“Ahh, maaf aku kira ada penjahat tadi yang menyusup sehingga nona teriak.”


Ia memasukan pedang nya kembali ke sarungnya, dan duduk di depan Jen.


Jen memperhatikan pria itu, mencoba mengecek nameboard nya.


ANES (PENGEMBARA)


LEVEL: 0


KEMAMPUAN: PENYEMBUH


Bahkan dia hanya berlevel 0, pikir Jen.


“Jadi nama mu Anes ya seorang penyembuh ?”.


Mendengar pernyataan Jen, pria itu sangat kaget. “Darimana nona tau?” Tanya nya waspada.


“Bukannya itu tertulis di nameboard kamu.”


Jawab Jen sambil menunjuk kearah nya.


“Nameboard, apa itu?” Anes tampak penuh keheranan.


“Apa kamu tidak bisa melihat nameboard mu atau yang punya ku?” Tanya Jen tak kalah heran.


“Aku baru pertama ini mendengar nama name__, apa tadi...?” Ucap Anes bingung.


“Ahh, sudahlah lupakan saja yang tadi itu” Sambung Jen.


Dia tidak bisa lihat nameboard ya, berarti mungkin hanya aku yang bisa melihat nameboard ini, batin Jen.


Ditengah lamunan Jen, tiba-tiba kepalanya sangat sakit, bagaikan ditimpa batu yang sangat besar. Seketika muncul ingatan-ingatan lain.


Ternyata karakter yang ia pakai saat ini adalah milik Putri tertua negeri Qua, salah satu dari tiga negeri terkuat di dunia ini. Di usia remaja nya yang sudah menginjak 14 tahun, ia terkenal dengan kecantikan nya yang luar biasa, kepolosannya dan kebaikan hati nya.


Dan karena sifat nya itu, ia sering sekali di tipu orang-orang licik di dalam istana dan difitnah. Begitupun ibu nya, Sang Permaisuri yang terkenal dengan kelembutannya pun telah diracuni dan meninggal.


Sampai akhirnya Putri Jen diculik dan dijual untuk dijadikan budak di negeri lain.


Di tengah perjalanan, dengan segenap kemampuan nya, ia menghimpun tenaga tersisa dan berhasil melarikan diri saat rombongan itu beristirahat, tetapi ia jatuh kejurang. Dengan tertatih-tatih dan penuh luka ia terus berjalan hingga akhirnya menemukan sebuah goa, lalu disana ia tak sadarkan diri. saat itu lah Jen memakai karakter nya untuk masuk ke dunia ini.


Setelah di benaknya melintas ingatan itu, perlahan Jen mulai pulih kembali dan tersadar dari lamunannya.


Setelah Ia tersadar, segera ia mencari cermin dan menemukan sebuah cermin besar yang tersandar di sisi tembok kamar itu, segera Jen mendekat dan melihat pantulan karakter nya di depan cermin tersebut.


Ini memang karakter yang ku pakai selama ini, dan aku baru tau ada kisah dibalik karakter ini, batin Jen.


Kasihan sekali, padahal seorang Putri Kerajaan tapi malah berakhir menyedihkan, Jen merasa iba setelah mengetahui kisah Putri cantik ini.


Baiklah sudah kuputuskan, aku akan mencari keadilan untuk tubuh ini yang telah mereka manfaatkan selama ini bahkan sampai tega menjual nya jadi budak, Jen bertekat membalaskan dendam untuk putri tersebut.


“Anes maaf, aku harus kembali ke tempat asal ku, apa kau tahu ini ada di wilayah mana..?” Tanya Jen.


“Ini di negeri Lue, tepat nya di kota Kiri, darimana asal mu nona?” Sambung nya.


“Aku dari negeri Qua, bukan nya negeri Lue berada di sebelah timur, sedangkan negeri Qua sebelah selatan, ternyata dari sini sungguh jauh”


“Yaa, memang jauh sekali dari sini.”


Tampak Anes berpikir sejenak.


“Bagaimana kalau sebelum kembali kesana, nona saya ajak keliling daerah sini.”


Anes menawarkan diri sebagai pemandu wisata Jen.


“Benar juga, siapa tau aku menemukan sesuatu yang bagus di tempat ini.”


Jen tampak bersemangat untuk menjelajah daerah itu.


Lagipula aku juga harus meningkatkan kemampuan ku ini dulu, kalau tidak saat aku kembali ke Istana mungkin aku akan ditindas kembali oleh orang-orang brengs*k dalam istana ku, batin nya sambil mengangguk setuju.


“Tapi sebelum kita keluar, sebaiknya nona mengganti pakaian mu.”


Ucap nya menunjuk pakaian compang-camping yang ku kenakan sejak aku ditemukan nya di gua.


“Benar juga, tapi aku tak punya baju ganti ?”


Anes berjalan ke arah lemari kemudian membuka lemari pakaian yang ada di kamar itu.


“Penginapan ini menyediakan baju yang dapat disewa selama pengunjung masih menginap disini”


Anes menjelaskan sambil menunjuk baju-baju yang tergantung di dalam lemari.


“Oh, itu bagus sekali, fasilitas penginapan ini cukup lengkap”


Jen lega dan segera ia memilih salah satu baju, Anes sendiri sudah menunggu di luar kamar.


Tak lama kemudian Jen selesai merapikan diri, mereka pergi kepusat pasar. Disana Jen melihat ada beberapa pedang dan senjata level rendah hingga level tinggi tergantung rapi di tembok salah satu toko, Jen melihat harga yang tercantum 350  koin perak – sampai 100 ribuan koin perak.


“Whaaattss kemana uang ku selama ini !” Latah nya.


Ia baru teringat semua uang yang dimilikinya dulu sudah tidak ada lagi, bahkan Jen baru sadar selama ini yang biayai kesembuhan nya adalah pria yang ntah darimana asal nya itu.


Bagaimana aku dapat memiliki uang untuk bisa membeli sesuatu ?, pikirnya panik.


Hikss… kantong penyimpanan ku yg berharga kenapa menjadi nol, padahal sebelumnya ada 1.5 juta koin emas, 835 ribu koin perak di dalam nya, dasar sistem yang tak pengertian, batin nya yang sedang merenungi nasib sial nya.


Anes memperhatikan Jen yang tampak nya sedang kebingungan karena tak memiliki uang.


“Aku ingat di dekat sini ada Aliansi Pencari, apa nona mau mencoba melihat nya?”


Anes mencoba mengajak Jen ke tempat tersebut.


“Apa itu Aliansi Pencari, aku baru dengar itu?” Tanya Jen penasaran.


“Itu adalah aliansi yang memberikan imbalan setiap kita berhasil menyelesaikan misi dari mereka, biasanya mereka menggantung misi tersebut di papan pengumuman” Jelas Anes.


Ohh aku baru tau itu. Sebelumnya, dalam game ini untuk mendapatkan koin Pemain harus membunuh monster terlebih dahulu, lalu setelah monster itu kalah, otomatis keluar lah sejumlah koin sebagai hadiahnya dan level pemain juga otomatis bertambah.


Banyak nya koin dan kenaikan level tentu saja tergantung dari level monster nya, batin nya.


“Baiklah ayo kita coba !” Ucap Jen penuh semangat.


"Nona kelihatan sangat bersemangat"


Ternyata Anes cukup perhatian.


Tentu nya Jen bersemangat karena tak sabar untuk menghasilkan uang agar dapat membeli segala keperluannya, dan juga pastinya untuk segera meningkatkan level nya.


Dengan level ku sekarang aku hanya bisa berburu monster level rendah,mungkin beberapa trik bisa ku gunakan untuk menambah kemungkinan menang, batin Jen.