INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 49: HADIAH DARI ORANG MISTERIUS



“Baiklah, baiklah ku ceritakan pun”


Akhirnya Jen tak dapat mengelak lagi, ia menceritakan tentang kejadian tadi pada mereka.


“Nona terlalu baik pada nya !” Komentar Anes.


“Sudah pantas kalau Selir Ika mendapat hukuman mati, apa Nona lupa kejahatan-kejahatan yang pernah dilakukannya dulu pada nona ?”


“Sudahlah, tidak usah mengingat masa lalu, aku hanya memikirkan anak dalam kandungan nya saja, dan lagi sangat disayangkan kalau pria itu dihukum mati”


Lagian pria itu percaya pada ku walaupun aku tak memberikan jaminan apapun untuk menyelamatkan nyawa mereka, batin Jen.


Anes dan Rin tidak melanjutkan perkataan mereka lagi.


“Mulai lusa kita akan ke klan Langit, berarti Red dan Nath nanti masuk ke ruang dimensi ku dulu ya sampai kita mengenal situasi dan kondisi disana nanti”


Tampak Jen mulai merapikan ruang dimensi nya. Ruang dimensi berbeda dengan ruang penyimpanan, di ruang dimensi adalah suatu tempat tanpa batas, tanpa ruang dan tanpa waktu, untuk berlatih juga bagus disana untuk menghemat waktu, tetapi aura di ruang dimensi tidak sebagus di luar dimensi.


“Mereka juga bisa bermain dengan Nobel selama di ruang dimensi” Lanjut Jen.


“Oiya, aku hampir lupa, harus mengembalikan gulungan jurus ke perpustakaan ?!”


Anes dan Rin menyerahkan gulungan yang pernah dipinjamkan Jen pada mereka, begitupun Jen mengeluarkan gulungan jurus nya dari ruang penyimpanannya.


Ia berjalan ke perpustakaan, dan disana sudah standby tetua yang menjaga perpustakaan itu.


“Tetua aku mau mengembalikan gulungan jurus ini”


Jen menyerahkan semua gulungan jurus yang pernah dipenjamnya.


Tampak Tetua memperhatikan dengan cermat satu persatu dari gulungan itu, dan Ia kaget melihat gulungan jurus yang tergembok sudah memiliki gembok yang baru.


“Jadi… kamu sudah berhasil mempelajari jurus ini ?” Ucap nya.


“Darimana anda tahu kalau aku sudah berhasil mempelajari nya ?”


Aku heran darimana orang tua ini tahu hal itu, padahal gulungan jurus itu masih sama tergemboknya seperti saat ia pinjam dulu.


“Sudah berpuluh tahun saya berjaga di perpustakaan ini, semua gulungan jurus yang ada di dalamnya saya tau bentuk dan rupanya, begitupun dengan gulungan jurus ini, terlihat sama tapi kalau kamu menyelidikinya lebih teliti, gembok nya sudah tidak sama dengan yang sebelumnya.”


Jen memperhatikan lebih teliti gembok pada gulungan jurus itu, dan ternyata memang sedikit berbeda bentuknya.


“Saya lega akhirnya ada juga yang mewarisi jurus ini” Lanjut Tetua itu.


Lalu tampak ia mengambil sesuatu dari salah satu rak dibelakangnya, dan memberikan suatu gulungan jurus pada Jen.


“Ambil lah, saya yakin kamu juga akan bisa segera mempelajari jurus ini”


Jen mengambil jurus itu, dan membuka layar notification nya lalu mengarahkannya pada gulungan tersebut.


Klikk..


Jurus Seribu Bahasa Level 50


Dengan jurus ini bisa mengerti Bahasa binatang dan bahasa tumbuhan.


“Waahh, ini.. ini jurus yang sangat hebat !”


Bahkan Jen yang dulu pernah di tingkat Legenda tidak tahu tentang jurus ini.


“Tentu saja hebat, jurus ini sangat langka, memang jurus ini akan saya wariskan pada seseorang yang berhasil melatih jurus dari gulungan tergembok ini”


“Dengan kedua jurus ini, kamu akan menjadi penguasa dunia selanjutnya, teruslah naikkan level dan kemampuan mu nak”


Setelah Tetua itu memberikan jurus tersebut, tiba-tiba tubuhnya semakin transparan dan menghilang dari pandangan Jen.


“Tu`tunggu kemana penjaga perpustakaan itu pergi ?”


Jen masih tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi disini.


Lalu seorang pria tua masuk dan mendekati Jen.


“Loh, kapan Putri meminjam gulungan jurus-jurus ini ?”


Pria tua yang baru masuk itu heran, Jen lebih heran lagi.


“Saya hanya ingin mengembalikan jurus-jurus ini saja Pak”


Setelah pria tua itu selesai mengecek semua gulungan itu, Jen pun pamitan.


Jadi siapa tadi pak tua yang sebelumnya itu?, Jen masih terus memikirkan identitasnya.


Hemm… sudahlah siapapun itu thanks ya, batin Jen.


“Nona, Pangeran Vei datang ingin menemui anda”


“Vei ?, tumben, biasa nya dia tiba-tiba muncul ?”


“Dimana orang nya ?”


“Di gazebo taman, seperti nya sedang main dengan Nath dan Red”


Anes menunjuk ke tengah taman.


Aku segera menyusul nya kesana.


“Vei, tumben kali ini ngk muncul tiba-tiba”


“Kenapa, kamu ingin aku muncul tiba-tiba ? kemarin kamu protes”


“Aku hanya kaget saja, aku oke saja sih kamu mau muncul kayakmana pun”


Jen duduk di kursi sebelah Vei, tangan nya di letakkan di atas meja berdekatan dengan tangan Vei.


“Taman ini lebih bagus dari sebelumnya” Ucap nya.


“Tentu saja, kan aku yang memperhatikan dan merawat nya”


Vei tampak memperhatikan ku, tapi aku pura-pura tidak sadar dan mengalihkan pandangan ku dari nya.


Sesekali aku menoleh kearahnya, dan giliran dia yang mengalihkan pandangannya dari ku. Lama kami dalam diam.


“Ngomong-ngomong kamu datang kesini ada keperluan apa ?”


Aku mencoba memecah keheningan ini.


“Oiya hampir lupa”


Pangeran Vei memasukkan tangannya ke sakunya dan mengeluarkan sesuatu berwarna biru berbentuk bulat lonjong.


Jen memperhatikan benda itu. Tunggu dulu, apa itu jangan-jangan telur Pendekar Hitam ?, batin Jen.


“Aku menemukan ini beberapa tahun yang lalu dari hutan di Klan Langit, batu ini sangat indah dan dari dalam nya aku merasakan ada suatu aura yang kuat”


Pangeran Vei memegang tangan Jen dan memberikan benda biru itu pada nya.


“Itu kakak Yola !”


Tiba-tiba Red teriak mendekati kami.


Suara nya cukup keras, sehingga terdengar oleh Anes dan Rin.


“Yola??”


Pangeran tampak heran.


Anes dan Rin mendekati kami juga.


“Nona, benda itu adalah telur Pendekar Hitam berikutnya ?!”


Rin menunjuk ke benda biru yang tadi diberikan Vei.


“Benarkah ?”


Aku cukup kaget ternyata salah satu telur selama ini ada pada Vei.


“Bisa kalian jelaskan hubungan telur ini dengan Pendekar Hitam yang kalian maksud ?”


Tampak Pangeran mengerutkan keningnya tanda ia ingin penjelasan.


Akhirnya Jen menjelaskan semua nya pada Pangeran Vei.


“Aku tau Iblis yang kalian maksud itu juga sedang di buru oleh klan Langit”


Pangeran pun mengatakan beberapa tugas yang masuk dalam misi nya.


“Kami juga berencana untuk memusnahkan iblis itu, tapi sebelumnya kami harus mengumpulkan kelima telur Pendekar Hitam untuk membuka segel mereka.”


“Aku dengar Iblis itu sangat kuat, dengan kekuatan kita sekarang  tidak mungkin kita bisa mengalahkannya” Ucap Pangeran Vei.


“Aku mengerti, kita akan semakin kuat selama di klan Langit”


Jen ingat di perpustakaan Klan Langit ada beberapa jurus legenda, tetapi jurus itu ada di tingkat tertinggi, dan untuk menuju keatas, kita harus mencapai level 50, dan jurus itu tidak bisa dibawa keluar dari perpustakaan jadi diberi waktu 1 bulan untuk mempelajari nya, dan kalau belum berhasil orang tersebut harus menunggu hingga 1 tahun dahulu barulah bisa melatih jurus itu lagi di ruang yang disediakan di perpustakaan itu.


Tapi Jen punya cara untuk sampai ke tingkat tertinggi itu, Jen mengenal penjaganya.