INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 55: MENAHAN PASUKAN IBLIS



“Baiklah nanti aku yang akan atur lawan nya saat pertandingan tahunan yang diadakan bulan depan !”


Kakak nya Sisca pun tak sabar untuk segera membalaskan dendamnya pada Jen.


***********


“Nath, kok kamu  ngk latihan ?”


Jen mendekati Nath yang sedang asik menunggang Nobel.


“Baru aja aku selesai latihan kak Jen” Jawab Nath.


Jen melihat nameboard nya, level nya sudah bertambah, dan segel yang mengekang kekuatannya sudah berkurang 70%.


“Kamu sudah berusaha dengan baik Nath, kakak bangga pada mu”


Jen mengelus kepala Nath dan tersenyum lembut pada nya.


“Hehehee”


Tampak Nath senang mendengar pujian dari Jen.


“Putri akhirnya kau datang juga”


Yola menghentikan pelatihannya dan segera mendekati Jen lalu mencium tangan kanan Jen sambil berlutut.


“Hentikan kak Yola, nanti aku kasih tahu kak Anes dan Rin loh kakak menggoda Nona Jen”


Red mendekati Yola sambil memegang pinggangnya dengan kedua tangan nya.


Mendengar ancaman Red, Yola langsung terdiam, dan menoleh ke arah Red.


“Red kau tahu kan bagaimana menyeramkannya kalau Rin marah ?!”


Terpancar ekspresi serius dari wajah Yola.


“Sudah cukup, aku ingin berlatih sebulan lagi akan diadakan pertandingan tahunan jadi aku harus mempersiapkan diri”


Jen menjauh dari kedua pendekar hitam yang sedang adu mulut di depannya, dan mulai berlatih dari pernafasan dan konsentrasi.


Melihat Jen yang tidak memperdulikan mereka, dan serius berlatih. Akhirnya kedua orang itu berhenti bertengkar, dan ketiga nya kembali melanjutkan pelatihan mereka.


Ntah sudah berapa lama mereka berlatih hingga Jen berhasil naik 2 level dan telah menguasai semua gulungan jurus yang ada di ruang penyimpanannya.


“Sudah 2 minggu aku disini, sudah waktu nya aku keluar”


Jen bersiap-siap untuk keluar dari ruang dimensi nya.


“Nona Jen apa aku boleh ikut ?”


Red menarik kaos yang ku kenakan, dengan wajah memelas ia memohon.


“Hem, bukan nya aku tak ingin kau keluar Red, tapi untuk saat ini masih belum memungkinkan, kalau guru tau aku bisa di keluarkan dari klan ini”


Jen mengelus rambut Red yang merah menyala itu dengan lembut.


“Baiklah, tapi kalau sudah memungkinkan aku juga ingin melihat-lihat keluar”


Lanjut Red yang akhirnya menyerah membujuk Jen.


Jen tersenyum lembut dan keluar dari ruang dimensi nya, dalam sekejap ia sudah kembali ke kamar nya.


Saat Jen tersadar ternyata Pangeran Vei sudah ada disana sedang memperhatikannya.


“Vei ?, sejak kapan kamu disini ?”


Jen cukup terkejut melihat kehadiran Vei di kamar asrama nya.


“Hem, sejak 2 minggu yang lalu”


Pangeran Vei tampak sedang berpikir sejenak.


“Ok, baiklah.. tapi kenapa bisa !!”


Jen melemparkan bantal kearah nya, Jen tak menyangka selama ia di ruang dimensi ternyata Pangeran Vei selalu ada disisi nya.


Oh, ternyata ini ulah Sasa, batin Jen.


“Ya sudah karena kamu sudah selesai berlatih, aku lanjut pelatihan ku juga”


Pangeran Vei bersiap-siap untuk kembali.


“Tunggu, kalau kamu ingin berlatih, apa kita bisa berlatih bersama ?”


Jen menarik tangan pangeran Vei.


“Tapi, pelatihan ini cukup sulit, aku kuatir pada mu yang masih di level ini ?”


Pangeran tampak ragu mengajak Jen pergi bersama nya.


“Tenang saja, sebenarnya aku jauh lebih kuat dari mu !”


“Baiklah, aku percaya ayo kita pergi”


Akhirnya Pangeran menyerah dan memegang tangan Jen erat.


Mereka pergi dengan cepat, tentu saja Jen bisa mengimbangi kecepatan Pangeran. Mereka menuju ke Hutan Bambu di pinggiran wilayah klan Langit. Disana terlihat ada beberapa pasukan khusus.


Saat melihat ku mereka langsung memandang ke arah Pangeran seakan memberi sinyal ‘mengapa membawa ku ?’


“Jangan kuatir, dia juga kuat” Ucap nya.


Setelah Pangeran mengucapkan kalimat itu ntah kenapa mereka langsung percaya.


“Pasukan Iblis sedang menuju ke arah Barat dan akan melewati Hutan ini” Ucap nya.


Seakan memberi arahan untuk bersiap dan berhati-hati pada ku.


“Aku mengerti !” Balas ku.


“Kamu di kelompok ini saja, ini kelompok A aku ada di kelompok B kalau kamu butuh bantuan” Ucap nya.


Pangeran bersiap di tempat lain, sedangkan aku dan beberapa pasukan standby disini.


“Nona jangan menghalangi kami nanti !” Ucap salah satu dari mereka yang ada dalam kelompok.


“Walaupun Vei mengatakan kamu kuat, tapi bagi kami kamu hanya beban !” Sambung mereka lagi.


“Kamu disini saja, sudah cukup kami yang maju !” Ucap ketua kelompok.


“Baiklah, aku tak akan menghalangi kalian tenang saja !”


Aku duduk di salah satu batu yang tergeletak di dekat ku, dan membiarkan mereka melawan pasukan iblis.


Kelompok A terdiri dari 10 pasukan, begitu pun kelompok yang lain terdiri dari 10 pasukan. Yang ikut pelatihan khusus ini ada 5 kelompok dari tingkat 2.


Tak berapa lama akhirnya yang di nanti muncul juga, sekelompok pasukan iblis dengan cepat menuju ke arah kami. masing-masing kelompok telah siaga dan mulai melancarkan serangan. Dari mulai panah api, dan jurus-jurus tingkat menengah dan tinggi kini sedang beraksi.


Jumlah Pasukan Iblis pun tak kalah banyak, dan mereka juga memiliki tenaga super. Dari antara pasukan Iblis, aku melihat ada setidaknya 10 Jendral Iblis dengan kekuatan level 50, sedangkan pasukan kami paling tinggi berlevel 40 salah satu nya adalah Pangeran Vei yang kini ada di level 42 dan dia adalah pemimpin dari kelima pasukan ini.


Strategi yang dibuat Pangeran memang sangat bagus, 70 persen pasukan iblis telah dikalahkan.


Aku melihat ketua kelompok ini sedang berjuang menghadapi salah satu Jendral Iblis dibantu dengan 3 rekan nya yang berlevel 32. Tapi mereka mengalami kesulitan untuk menghadang Jendral Iblis itu, dan mengalami cedera yang cukup dalam. Dari mulut mereka keluar darah, mereka terlempar dihempaskan Iblis itu.


Pasukan yang lain juga disibukkan dengan pasukan iblis yang lain yang berhasil masuk ke lingkaran kami.


Kalau aku diam aja, pasukan ini pasti kalah, batin ku.


Bangkit aku dari duduk ku, ku renggangkan tulang-tulang ku yang kaku akibat kebanyakan duduk.


Salah satu monster Iblis mendekati ku dengan cepat dan menyerangku dengan kapak hitam nya. Aku menghindar dan melompati nya, lalu tangan kanan ku menyentuh punggung iblis itu, dalam sekejap iblis itu terlempar hingga 100 meter. Lalu pasukan Iblis yang lain menyusul menyerangku, dengan beberapa skill yang ku aktifkan iblis itu pun terpental jauh. Semakin banyak pasukan iblis yang berhasil menerobos ke kelompok kami. Ketua kelompok telah terluka parah dan tak sanggup bertempur lagi.


Dengan Jurus pengumpul Cahaya, Jen berkonsentrasi mengumpulkan aura dan menggabungkannya dengan cahaya, itu menjadi seperti bola-bola cahaya.


“Kenapa dia masih disitu, pasukan iblis itu menuju kearah nya dengan cepat !”


Teriak salah satu dari kelompok ini.