INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)

INEZ (IMMORTAL NEVER OF ZENIT)
Episode 52: KELAS POWER



“Aku pernah dengar air itu dibuat oleh pendiri klan ini dengan kekuatan misterius, sehingga air itu terus mengalir bahkan dari ratusan tahun yang lalu, bahkan hingga kini belum ada kekuatan apa pun yang bisa melakukan ini”


Sam tampak bersemangat menjelaskan pada kami.


“Aku juga pernah dengar, bahkan ketua tetua pun hanya sanggup melakukannya sampai 1 jam saja dan setelah itu ia harus beristirahat selama seminggu penuh untuk memulihkan kekuatannya” Lanjut Sam lagi.


“Hebat sekali pendiri klan ini, lalu dimana beliau sekarang ?”


Rasa penasaran dan takjub Pangeran ingin mengetahui tentang Sang Pendiri klan.


“Aku juga tidak tahu, kami tak pernah melihatnya, hanya ketua tetua yang pernah bertemu dengannya itu pun hanya beberapa kali saja.”


“Aku pernah dengar beliau sedang melakukan pertapaan dilangit” Sambung Anes.


“Ya aku juga pernah dengar itu”


Sam dan Rin mengatakan bersamaan.


“Aku dengar orang itu usia nya sudah ratusan tahun, pasti dia seorang kakek yang bijaksana”


Ulala melanjutkan percakapan ini.


Hei,hei, orang yang kalian bicarakan itu ada disini loh, batin Jen.


Yang mendirikan klan Langit adalah Jen sendiri saat ia masih jadi legenda, ia mendirikan klan ini untuk memperluas daerah nya, dan mengurangi musuhnya. Sedangkan ketua tetua adalah karakter yang dibentuk nya sendiri sebagai wakil nya di klan ini.


“Kalau begitu, apa kita bisa bertemu dengan ketua tetua klan ini ?” Tanya Pangeran Emus.


“Ya kalau ketua tetua masih bisa bertemu dengannya” Jawab Sam.


“Oiya, Vei dimana ?”


Akhirnya aku tak bisa menyembunyikan lagi rasa penasaran ku.


“Oh, pangeran sedang ada misi, tapi harusnya hari ini dia sudah kelar, nanti juga dia akan menemui kita”


Setelah lama berjalan, akhirnya kami sampai ke ruang administrasi.


Disana ada seorang penjaga dengan setumpuk berkas di atas meja kerja nya.


“Paman, mereka ingin daftar ulang”


Sam mendekati paman itu dan menunjuk kearah kami.


“Oh, jadi kalian murid baru itu, silahkan isi formulir ini.


Paman itu menyerahkan selembar kertas untuk kami isi.


Jen memperhatikan list di formulir itu, ada jurusan yang dibagi 3.


Jurusan Power


Jurusan Mental


Jurusan Alkemis


Jen berpikir sejenak, dan memilih jurusan Power.


Jurusan Power sendiri juga terbagi 3. Power tingkat 1, 2 dan 3.


Untuk seorang pemula akan masuk ke tingkat 1.


Setelah mereka selesai mengisi nya, formulir itu mereka kembalikan.


Anes dan Ulala memilih jurusan alkemis, Rin jurusan mental, Pangeran jurusan Power.


“Berarti selama berlatih disini, kita harus berpisah dan saat sudah tiba waktunya nanti kita bertemu kembali, ku harap kita semua menjadi yang terbaik di jurusan kita.”


Setelah dari ruang administrasi, mereka pun berpisah. Jen dan Pangeran Emus menuju ke daerah jurusan power. Ternyata mereka berada di kelas yang berbeda.


Ruangan kelas nya cukup luas, disana sudah ada beberapa orang duduk menunggu pengajaran pagi. Jen melihat rata-rata mereka duduk di belakang hanya beberapa orang yang duduk di baris depan. Ada 10 baris ke belakang, baris pertama kosong., baris kedua hanya ada 3 orang, sisa nya duduk dibaris belakang.


“Kamu murid baru itu kah, silahkan duduk disini”


Seorang wanita datang menghampiri nya dan menyuruhnya duduk dibaris paling depan.


Jen duduk di baris paling depan, barulah ia mengerti. Masing-masing baris ternyata memiliki daya tolak yang kuat, terutama baris depan dan kedua.


Pantas saja dibaris pertama ini tidak ada orang yang duduk bahkan di baris kedua hanya beberapa orang saja yang bertahan.


Jen duduk dengan sekuat tenaga, tolakan yang ia rasakan hampir saja membuatnya terpental.


Psstt “Hihi, lihat dia sampai pucat begitu, pasti sebentar lagi dia terpental”, “Kasihan banget masih baru sudah dikerjai kelompok Dyian”


Bisik-bisik teman sekelas nya tentu saja terdengar jelas oleh Jen.


“Kamu kalau sudah tidak tahan, langsung pindah saja, mereka memang suka buat rusuh”


Salah satu wanita teman sekelasnya yang duduk di baris depan mengingatkannya.


“Aku baik-baik saja” jawab Jen.


“Lihat dia masih juga sombong, orang terkuat di kelas ini saja hanya bisa bertahan 5 menit”


Wanita tadi yang menyuruh Jen duduk di baris depan terus saja memprovokasi Jen.


Jen menenangkan pikirannya, dan mengumpulkan kekuatannya pada satu titik dan dengan topangan angin yang dikumpulkan nya, kini Jen bisa duduk dengan nyaman di baris depan.


Waktu demi waktu berlalu hingga 5 menit pun berlalu, semua orang yang ada di kelas itu mulai kagum.


Bahkan saat jam pelajaran selesai Jen masih duduk di baris itu dengan nyaman.


“Jangan kau kira kau bisa sombong hanya karena bisa duduk di baris itu !”


Wanita itu menjadi kesal karena tidak berhasil mempermalukan Jen.


“Aku tidak perduli apa kata mu, tapi kau sangat mengganggu !”


Jen juga mulai kesal dengan wanita itu.


“Memang nya kau bisa apa pada ku, kau hanya murid baru disini !”


Wanita itu membalas Jen sambil menunjuk-nunjuk kearah nya.


Jen terlihat cuek saja dan tidak memperdulikan wanita itu. Ia masih berusaha menahan diri, dia sendiri tak ingin membuat masalah di hari pertama nya masuk klan ini. Tapi wanita itu tampak nya tak senang dengan sifat acuh Jen pada nya.


“Dasar tak tahu diri !!”


Wanita itu hendak menampar Jen, tapi Jen segera menghindar.


Melihat mereka berdua, murid-murid yang lain semakin berkumpul menyaksikan moment itu.


“Aku sudah berusaha menahan diri pada mu tapi kau tampak nya ingin buat masalah pada ku !”


Jen kesal dengan perlakuan nya.


“HAHAHAAA.. memang nya kau bisa apa pada ku !!”


Wanita itu mendekati Jen dengan cepat, dan menyerangnya dengan jurus pukulan maut nya. Jen menghindar lalu membalas pukulan wanita itu dengan pukulan angin nya. Seketika wanita itu terpental dan mengeluarkan darah dari mulut nya.


“Aku sudah bilang tadi, kau sangat mengganggu dan kau tak mengerti juga !”


Jen mendekati nya dan berdiri di depan wanita itu yang tersungkur ke lantai.


“Berani kau menyakiti ku, kakak ku akan membalas mu berkali lipat !”


Wanita itu menahan sakit di punggung nya, dan mengancam Jen.


“Jen, sudah lah jangan buat masalah kau tidak kenal dengan kakak nya, beberapa hari yang lalu karena berani melawan nya, kakak nya mematahkan lengan orang itu”


Wanita yang tadi duduk di baris kedua mendekati nya, dan berusaha memperingatkan nya atas kekejaman yang dilakukan kakak nya.


“Kau dengar itu, kau akan berakhir dengan buruk kalau berani melawan ku !”


Wanita itu berusaha untuk berdiri sambil memegang lengan nya yang terluka.


“Siapa yang suruh kamu berdiri !!”


Jen meneriaki nya dan dengan jurus angin nya, ia kembali menjatuhkan wanita itu hingga tersungkur kembali.