
Jen melangkahkan kaki nya lebih dalam lagi untuk mencari jalan keluar lainnya, dan benar dugaan nya, seekor beruang tanduk berlevel raja monster menghadang jalannya.
Bagus, level nya 30 dan beruang ini punya tenaga yang super kuat, aku akan menyerap kemampuannya, batin Jen.
“tapiiii, ituu nantiii, level ku masih dua kali lebih rendah dari nya, kabuuurrr”, teriak Jen sambil berusaha lari kembali kearah ia datang secepat mungkin dengan jurus angin nya.
Beruang itu mengejarnya, dan GEDUBRAKK, karena terlalu gelap, jen tersandung.
Aiiss, disaat seperti ini pake acara tersandung, sesal nya.
Kini, sang beruang sudah ada tepat diatasnya dengan mode siap nyerang, cakar-cakarnya bagaikan sebilah pisau, mata nya merah menyala, dikeningnya ada sebuah permata merah.
Ehh, itu adalah kelemahannya, Jen teringat dengan monster beruang yang perna dikalahkannya saat dia level 50 dulu. Dengan jurus anginnya, dia membentuk sebuah panah dan melemparkannya tepat di permata itu. PRAAKKK.. terdengar bunyi permata itu pecah. Dan monster beruang kehilangan tenaga juga kehilangan keseimbangannya, dengan kesempatan itu Jen balik menyerang, dan mati lah monster itu. Jen segera mendekat dan menyerap kemampuan tenaga super monster itu.
Setelah ia menyerap nya, biipp, nameboardnya memberi notification. Menambah SKILL TENAGA SUPER. Kini Jen merasakan aliran tenaganya bertambah. Dan ia dengan mudahnya menyingkirkan longsor yang menutup jalan keluarnya tadi.
Hari sudah pagi saat ia keluar dari lubang itu, keadaan lembah sudah kembali sepi, hanya monster level rendah dan sedang yang masih berkeliaran. Bagi Jen itu bukan ancaman, dengan kemampuannya saat ini, ia bisa dengan mudah mengalahkan monster-monster itu.
Hal baik lainnya, dia menemukan banyak tumbuhan bahan obat tingkat tinggi, bahkan yang langka, dan beberapa tumbuhan yang sangat langka. Ini namanya berkat ditengah kesusahan, batinnya puas.
Sejenak ia beristirahat, ia mengambil bunga Kristal yang tadi ditemukannya, lalu mulai meramu nya, dicampurkannya dengan bahan-bahan tingkat tinggi yang diperlukan. Jen kini sudah memiliki tungku level sedang yang akhirnya bisa dibelinya, itu cukup untuk meramu pil level sedang. 30 menit kemudian, ia berhasil meramunya, dan terbentuk satu pil tingkat tinggi. Ia lalu memberi nobel makan pil tersebut. Setelah Pil dimakan, Nobel mulai memberikan reaksi, tubuhnya bertambah besar menjadi sebesar Jen, lalu tumbuh sepasang sayap Kristal dari punggung nya, dan ia melayang-layang diantara pepohonan.
Biip, muncul notification di layar nameboardnya
HEWAN PELIHARAAN : NOBEL (Singa Putih Bersayap)
LEVEL : 30
KEMAMPUAN : Terbang cepat, Ledakan Angin Topan
“wouu, luarbiasa kecepatan pertumbuhannya, sayap mu sudah tumbuh dan mulai dari sekarang kemampuan mu akan terus meningkat drastis”, ucap Jen pada hewan peliharaannya tersebut sambil mengelus-elus bulu nya yang lembut.
Sementara di tempat lain dilembah itu, Anes dan Rin terus mencari Jen dan masuk lebih dalam juga kelembah itu, dan tersesat juga.
“yang jelas kita harus menemukan Jen dulu, lalu kita pikirkan itu selanjutnya saja”, balas Anes serius.
Kemampuan kedua orang ini pun terus meningkat karena pertarungan dengan banyak monster di lembah itu.
Di dalam pencarian mereka yang saling mencari, Jen menemukan sebuah portal.
Portal itu ibarat pintu kemana saja, hem, akhirnya aku menemukan salah satu portal.. pikir Jen lega. Jen sudah tau sebenarnya di lembah itu ada beberapa portal untuk kembali, karena bagaimanapun setelah masuk ke lembah itu, tidak dapat keluar lagi, jadi siapapun orang yang berani masuk ke lembah itu, pasti sudah tau bahwa ada beberapa portal disana, hanya saja memang sulit menemukannya. Sehingga banyak juga yang walau sudah tau info tersebut tetap tidak bisa kembali karena tidak menemukan portal itu.
Anes dan Rin pasti sedang mencari ku saat ini, baiklah dengan portal ini aku akan ketempat mereka, pikir Jen.
Disaat yang sama Rin pun menemukan sebuah portal, awal nya ia tidak menyadari portal itu, dan berpikir seandainya saja mereka tidak kehilangan Jen pasti saat ini mereka sudah tiba di negeri Qua.
Dan disaat yang bersamaan portal itu terbuka, melihat Rin yang hampir menghilang diportal itu, Anes segera mendekat dan meraih tangan Rin, mereka berdua akhirnya menghilang masuk ke portal itu.
Beberapa menit kemudian, mereka telah tiba disuatu tempat di depan sebuah tembok panjang bertuliskan , NEGERI QUA. Mereka terdiam sejenak antara percaya tidak percaya mereka sudah ada di gerbang masuk negeri Qua.
“sekarang kita tidak hanya kehilangan Jen, tapi juga meninggalkannya sendiri di lembah itu, kita harus kembali kesana dan menemukan Jen”, ucap Anes dengan nada serius dan mata yang menatap tajam kearah Rin.
Baru saja mereka akan kembali ke lembah tersebut, Jen muncul di dekat mereka.
“Nona Jen”, ucap mereka berdua serentak.
“Anes, Rin, untunglah aku menemukan kalian”, balas Jen senang sambil memeluk Rin dan kemudian memeluk Anes. Anes tampak keget saat dipeluk Jen, ia tidak tau harus bagaimana saat dipeluk seseorang.
“loh, kenapa kita bisa tiba di negeri Qua?”, Tanya Jen heran. Karena seingatnya tadi ia membuka portal untuk ketempat mereka berdua.
“tadi kami juga sampai disini melalui portal”, balas Rin. Ia menjelaskan mengapa mereka bisa tiba di negeri Qua.
“baiklah karena kita sudah sampai, mari kita cari penginapan dulu”, ucap Jen.
Rin menutupi diri nya dengan jubah hitam, sehingga orang lain tak dapat mengenalinya, dan mereka masuk ke negeri itu sebagai pengembara.