
“Di dalam lembah itu, banyak monster dan bos monster, sangat bagus untuk melatih kekuatan kita”
Tangan kanan Jen menunjuk ke lembah tepat di tengah-tengah puncak ini.
Saat kami hendak menyebrang, muncul jembatan pelangi, Jen mengajak mereka berjalan diatas pelangi itu.
“Apa kau yakin kita bisa melawati jembatan ini ?”
Ulala masih tak yakin, namun saat ia melihat Jen berjalan diatas pelangi itu, yakin lah dia kalau Jen tidak bercanda. Perlahan mereka mengikuti Jen dari belakang dan melangkah dengan hati-hati.
“Wouu pemandangan dari sini sungguh menakjubkan.”
Red dan Nath tampak kagum, dari wajah mereka terlihat mereka sangat gembira.
“Setelah kita melewati pelangi ini, kita akan sampai di lembah monster !”
Sekali lagi Jen memperingatkan mereka untuk bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan terburuk.
Langkah demi langkah akhirnya mereka tiba di ujung akhir dari pelangi, saat kaki mereka menginjakkan tanah pelangi itu dengan sekejap menghilang.
“Sudah waktu nya kita berburu monster !” Teriak ku semangat.
Kami bagi kelompok ini menjadi 3 bagian, Jen bersama Anes, Ulala bersama Red, Nath, Yola dan Rin satu kelompok.
“Kita bertemu disini lagi minggu depan !”
Setelah Jen mengucapkan kalimat itu, kami pun berpencar.
Udara di lembah ini sangat murni dan menyimpan banyak aura murni juga, itulah alasannya mengapa monster-monster yang tinggal di lembah ini memiliki level yang tinggi juga, bahkan terdapat banyak bos monster disini.
Srekk !
Suara rerumputan terdengar dari dekat mereka, Jen dan Anes menjadi lebih waspada.
“Ada sesuatu di antara rerumputan yang tumbuh panjang di belakang kami. Jen meresakan ada sesuatu yang mengawasi mereka.
“Itu pasti monster level tinggi !” Ucap ku waspada.
Anes pun terlihat waspada dan mengeluarkan pedangnya.
“Nes, kamu kebelakang saja lindungi bagian belakang ku, biar aku saja yang maju kesana !”
“Baik Nona !”
Anes segera mundur dan bersembunyi di balik pepohonan. Jen maju dan bersiap menghadapi monster yang saat ini masih bersembunyi diantara rerumputan dan semak.
Srekk..srek..
Benar saja tak lama kemudian muncul monster Singa bertanduk 4 dengan level 50.
GRAUUMM !!
Monster itu melompat mendekati Jen, cakar-cakar nya diarahkan kepada Jen. Jen menghindar, ia mencoba membalas serangan monster itu dengan panah angin nya, tapi monster itu dengan mudah menghalau panah itu.
Kembali monster itu menyerang, kini dari mulut nya keluar bola api dan mengarahkan bola api itu ke arah Jen dengan cepat. Jen tak sempat menghindar dan dengan segera mengaktifkan Skill pertahanannya, dari mulut Jen keluar darah, dan mengalami luka dalam, untunglah ia segera mengaktifkan skill pertahanan nya kalau tidak ia mungkin terluka dalam yang sangat parah.
Jen memperhatikan monster itu, ada yang aneh dengan mata nya yang merah menyala, seharusnya mata nya tidak seperti itu. Teryata monster itu telah dikendalikan Iblis.
“Bagaimana mungkin pengendali Iblis bisa sampai ke tempat yang masih murni ini ?”
Karena seingat Jen, Iblis hanya bisa mengendalikan dari tempat yang tidak murni atau memiliki aura yang tipis.
Monster itu kembali menyerang Jen, kali ini dengan cakar nya yang sangat tajam.
Srakk..
Baju yang dikenakan Jen sobek, untung lah Jen sempat menghindar dan hanya terluka gores.
**********
Di tempat lain di perguruan Klan Langit.
“Siapa gadis itu ?”
Seseorang yang sudah lanjut usia melihat bayangan Jen dalam Kristal Leyer. Pria tua itu adalah salah satu tetua klan Langit yang memiliki ambisi yang sangat besar untuk menguasai Klan Langit, sehingga ia bekerja sama dengan Iblis.
Kristal itu mampu melihat keadaan sekitar hingga 100km jauh nya.
Seorang pemuda pengabdi nya menceritakan tentang Jen.
“Seperti nya tidak se simple itu, dia menyembunyikan kekuatan nya yang sebenarnya !”
Walau Tetua itu tidak mengetahui kekuatan Jen yang sebenarnya, tapi ia bisa tahu kalau Jen sedang menyembunyikan kekuatan nya.
“Dia akan menjadi ancaman pada kita untuk kedepannya ! jadi segera singkirkan gadis itu !”
“Baik Tuan !”
Pemuda itu segera menghilang dari hadapan pria tua itu.
**********
Kembali ke Lembah.
Jen masih berusaha keras melawan monster itu, karena dalam pengaruh iblis kekuatannya menjadi lebih besar dan semakin sulit mengalahkannya.
Jen berkonsentrasi dan mengumpulkan aura nya, lalu mengeluarkannya dan memadatkannya. Aura itu berubah menjadi satu bola cahaya yang besar, Jen segera menembakkan bola cahaya kearah monster itu.
Duarr !
Terdengar suara ledakan memekakan telinga. Monster itu segera terjatuh dan seluruh tubuhnya hangus menghitam.
Setelah monster itu mati, Anes segera mendekati Jen dan menyembuhkan luka-luka nya. Dengan cepat semua luka bahkan luka dalam Jen sembuh bahkan tenaga nya segera pulih.
“Thanks Anes, ayo kita lanjutkan perjalanan kita”
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka,
Baru saja mereka berjalan 10 menit, sebuah panah beracun mengarah ke arah Jen.
Segera mereka menghindar, Jen melayangkan panah angin nya ke tempat panah itu berasal, terlihat seorang dengan jubah hitam menutupi seluruh tubuhnya menghindar dengan cepat.
Jen langsung tahu itu adalah Ninja bayaran. Ada seseorang yang menginginkan kematiannya.
Tapi siapa ?, batin Jen.
Dengan cepat Ninja itu pergi meninggalkan mereka. Lalu satu panah lagi melesat menuju kearah Anes, tapi kembali mereka berhasil menghindar.
“Kita telah di targetkan !” Ucap Jen serius.
Para Ninja itu sangat terlatih dan sulit mengikuti jejak mereka.
“Karena mereka sangat sulit ditemukan, biarkan mereka mendekat sendiri !”
Jen memiliki rencana untuk menjebak mereka.
“Kita harus tahu siapa yang membayar mereka untuk membunuh ku !”
Jen tampak kesal karena ia tidak tahu orang seperti apa yang ingin memburu nya hingga menyewa Ninja bayaran sekuat mereka.
Tidak semua tahu tentang Ninja bayaran, hanya orang-orang yang memiliki jabatan tinggi yang bisa berkoneksi dengan Ninja ini.
Malam itu mereka menyusun rencana, Jen sebagai umpan dan Anes yang akan menyergap dari belakang.
Usaha mereka tidak sia-sia, benar saja akhirnya mereka berhasil menyergap satu dari mereka dan segera menintrogasi nya.
“Katakan siapa yang menyewa kalian !”
Jen menarik kerah baju pria itu, mata nya menatap tajam mengintimidasi pria itu.
“Klien kami adalah rahasia !”
“Oh ya kalau kau tak juga mengatakannya, kau akan ku buat menderita bahkan itu akan lebih mengerikan dari kematian !” Ucap Jen sinis.
Saat ini Jen dalam mode siap menerkam siapapun yang ada di depannya, bahkan Anes sendiri sampai merinding dan gemetar.
“Baiklah.. baiklah aku akan mengatakannya tolong ampuni aku !”
Pria itu ngeri melihat Jen dalam mode siap menerkam. Itu lebih mengerikan daripada menghadapi Raja monster berlevel 100, seakan orang yang ada di depannya akan menyiksa nya dengan amat sangat.
Jen memang memiliki Skill Intimidasi level maximal, bahkan apapun yang berjarak radius 100 meter dari nya bisa merasakan aura membunuh yang sangat kuat dan kental, dan yang masih dibawah level 20 tidak akan tahan menghadapi aura ini, mereka akan langsung pingsan.
“Itu~ itu adalah tetua klan Langit !” Ucap pria itu ngeri.