Household

Household
"hemmm(1)



Pria ini memang benar-benar tidak punya hati, dia bahkan tidak mengijinkan kan ku mengambil pakaian.


Apa maksudnya? Huh.


Ahhh,,Aku ingin berteriak memaki pria didepanku sekarang.


“Ganti baju mu sekarang” memberikan bungkusan ditangan yang diambilnya tadi.


“Haaa... “ Aku bersuara dengan terkejut. Kan aneh kalau dia tiba-tiba tidak jail gini.


“Apa kamu mau aku membukakan bajumu?” Tanyanya dengan penuh seringai yang lebar.


“ Dasar Mesum” Jawabku. Dan bergegas pergi kekamar mandi.


Aku lelah, ngantuk ingin cepat-cepat beristirahat.


“Drak k....... “suara pintu yang dengan sangat pelan-pelanku buka.


“Jleb.......... Mengapa dia dengan santainya berbaring diranjag dengan bertelanjang dada.


Apa dia bermaksud tidak mau mengalah untuk tidur disofa.


Dasar Pria kejam!!!Apa tidak ada rasa belas kasihan memperlakukan wanita seperti itu. Kan aku wanita gitu. Dengan enaknya lagi dia main handphone. Sementara itu wanita berdiri didepan kamar mandi dengan pikiran yang berkecamuk.


Apa aku harus mengusirnya? Tapi dia yang membayar hotel ini. Huh.


Lagi pula dia punya banyak uangkan, mau dia beli hotel ini kan bisa. Mengapa harus repot-repot berebut tempat tidur sama gadis kecil yang tidak mempunyai apa-apa seperti dirnya. dasar orang tidak punya hati. Dasar pelit!.


“Isssssshhh.. . . . “umpat ku kesal sambil keluar kamar mandi dan berbaring disofa.


Dengan sempat dia menoleh kearah ku dengan tatapan kejam.


Aku tidak peduli jika dia mendengar umpatan ku.


“siapa yang mengijinkanmu untuk tidur sofa, hah? Terdengar suara dari Raja neraka.


Aku hanya melihatnya sekilas dan dengan santai memperbaiki posisi tidurku. Aku malas berdebat dengan pria brengsek ini, memang nya dia siapa ngatur-ngatut hidup ku.


Tapi aku benar-benar kesal.


“memang nya tuan mau mengalah? Dan tidur disofa?” Seruku dengan emosi tertahan.


“Tidak ada yang boleh tidur disofa!” Perintahnya lagi dengan suara yang lebih mengerikan.


“Terus, tidur dimana? Apa tuan mau mengalah? Apa tuan menyuruh saya tidur dilantai? Atau di Wc ?”seruku.


“ tidur disini” dengan santai nya dia menunjuk disamping.


Apa maksud nya dia mengajakku tidur bersama, cihhh.... Dasar pria g*la makin diladeni makin aneh. Umpat ku dalam hati dan memutuskan untuk tidak peduli dengan apa yang dikatakanya.


“apa mau gue lanjutkan yang tadi?” Terdengar pertanyaan yang sangat mengerikan.


“cihhh...... Dasar mesum”jawabku dengan kesal . Dan bangun menuju ketempat tidur.


Aku tau apa maksudnya tadi, pria gila apa otaknya hanya diisi dengan kemesuman. Omel ku dalam hati.


“tuan , saya harap tuan tidak macam-macam”dengan tegas memperingatkan tidak lupa dengan mimik mengancamnya.


“hemm,,memang apa yang otak bodohmu pikirkan? Atau kau berpikir mesum? “tergelak dengan kalimat yang keluar dari bibirnya. Menendang kaki wanita di samping nya.


“tidak tuan, saya tidak berpikir apa-apa.kalau begitu, saya tidur disofa saja tuan”.sautnya menarik diri untuk turun dari tempat tidur.


“kalau tidak mau tidur dikasur, kamu juga tidak boleh tidur disofa”serunya dengan nada mengancam.


“Hah,,,, “mata ku mendelik mendengar apa yang diucapkannya.


“tuan jangan gila ya”seruku dengan frustasi. Semakin kesal melihat pria itu hanya membalas dengan menautkan kedua alisnya. Tidak peduli.


Dasar pria memang tidak ada yang bisa dipercaya selain ayah dan sahabat ku jerry.


“ pilih yang mana, sayang?” Tanyaanya dengan santuy.


Sudah gila ya, tidur berdua sebelum resmi menjadi pasangan itu saja sudah berdosa.


Pria gila, mana mungkin kan kalau gue tidur di WC,. Dengan diam aku berbalik menuju kasur.


“Awas tuan macam-macam”ancam ku. Dan segera membaringkan tubuh ku disampingnya karena aku benar-benar kelelahan.


Bug....... Sesuatu yang berat menimpa perutku. Aaaakkk apa ini? Apa ini tangan hantu? Dengan cepat aku membuka mata dan melihat siapa pelakunya.


Pria ini memang keterlaluan. Me,ang tidak ada yang dipercayai dari pria ini.


“tuan jangan macem-macam”ancam ku dengan suara penuh ancaman.


Deggg........ Mukanya terlalu dekat, dengan tatapan tajam dia menatap. .


“Siapa yang menijinkan kamu duluan tidur? “Tanyanya dengan suara yang dingin.


“Aku lelah dan mengantuk “jawabku pasrah. Apa dia tidak tau rasa kasihan kepada orang lain.? Pikiran ku berkecamuk menghadapi tingkah pria gila ini.


“cup.... “sebuah kecupan lembut mendarat dikeningku.


“Good night, baby”ucapnya dengan mengeratkan pelukannya di tubuh ku. Aku yang hanya pasrah


Menerima. Kalau melawan kan makin ribet jadinya.


Dengan pelan aku menatap kearahnya dan menatapnya dengan intens.


Kalau lo diam kan terlihat lebih tampan. Dengan pelan tanganku membelai lembut mukanya.


Dia tidur seperti bayi imut dengan dengkuran halus dan muka terlihat polos-polos b*ngs*t.


Dengan semakin erat dia memeluku. Apa dia seperti ini dengan setiap gadis yang dia tiduri??


Ahhh.... Mengapa aku jadi kesal memikirkannya.


Tapi, bukanya dia sangat dingin, dan kejam,seperti rumor yang kudengar tentang dia. Tapi lihatlah sekarang dia bahkan lebih cocok dibilang orang haus perhatian. Kata dingin tidak cocok untuk dia orang liar kayak gini dibilang dingin.


Cihhhhh........ Para Gadis b*d*h yang menganggapnya dingin.


Baiklah, aku harus segera tidur bukannya malah memikirkan pria brengsek ini.


Dia belum tentu memikirkan ku. Pikiran ku berkecamuk.


***


*Jika mereka bertanya kepadaku


Apakah aku menyesal?


Jawaban ku adalah 'tidak'


Berhasil ataupun gagal,


Aku bangga berdiri diatas


Keputusan yang kubuat sendiri.


Fiersa bestari*.