Household

Household
Pelaku nya



Apa mati lampu? Jangan.


Menutup kedua matanya, berusaha berpikir positif.


“sa-yang,,,, sayang.. “berteriak dengan sangat keras.


“Bi-bi,,, bibi... “berteriak kembali memanggil semua isi mansion.


“Sayang,,,, sayang, disini sangat gelap, hikshiks, hiks.


Aaaaaa........... Bagaimana kalau suster Valak nya muncul, hiks.


Terus menarik kakinya, hiks, aaaaaa....... Menangis sesenggukan.


Mengapa tidak ada yang mendengar teriakan nya? Suaminya pasti mmendengarkan teriakan dengan tangisan nya.


Tunggu, pelayan yang menemaninya tadi kemana? hiks. Pasti mereka dengar kan tangisan nya.


Atau mereka dibunuh sama suster Valak nya yang keluar dari TV yang dia nonton tadi. Hiks, hiks.


Imajinasi ku mengapa sangat liar disaat seperti ini?. Derta


“sayang,,, menangis sesenggukan. Dia sangat takut, seolah imajinasi dan adengan yang ditonton nya benar-benar muncul diotak nya seolah nyata.


Hiks, hikss, hiks... Apa hidupnya selalu menyedihkan seperti ini.


Menangis sesenggukan lagi. Mengeratkan pelukan bantal dipelukan nya dan membenam kan wajahnya dibantal tersebut, menumpah kan air matanya.


beberapa saat kemudian.


Klipp....... Lampu menyala terang.


dengan cepat derta menangkat wajahnya,menampakkan sosok pria yang menjulang tinggi.


Itu suaminya.


Dengan cepat, mengangkat tubuhnya menghambur kepelukan suaminya.


Dirga melihat tingkah istrinya hanya tersenyum gemas, menangkat sudut bibirnya. Tersenyum.


Sungguh tidak sia-sia dia melaksanakan ide cemerlang nya. Untuk mematikan lampu. Haha.


Lihatlah istrinya bahkan memeluk nya sangat erat. Membalas pelukan istrinya nya yang sudah menangis sesenggukan.


Untung


“Sayang.. Hiks, lampu nya sangat gelap, hiks, bagaimana kalau tadi hantu nya muncul”.adu derta kepada suaminya.


Dirga hanya menggeleng kan Kepala nya mendengar aduan istrinya.


Lampunya tidak gelap, hanya saja suasana nya yang gelap, apa kau tidak melihat lampunya berwarna putih. Komentar nya dalam hati.


“sayang,, hiks, hiks, “memeluk lebih erat. “Takut”.


“hemmm..


“Kalau takut jangan sok berani nonton “.sautnya kemudian.


Karena aku tadi sungguh malas bertemu dengan mu, asal kau tau. Saut derta dalam hati.


“ambilkan air”.perintahnya kepada pelayanan yang sudah berdiri disudut siap mendengar perintahnya.


Derta dengan cepat melepaskan pelukannya melihat sekeliling.


Melihat sudah ada semua pelayan disetiap sudut ruangan.


Kemana saja kalian tadi, saat aku berteriak? Tega sekali kalian.


Menatap satu persatu pelayanan yang hanya menundukan pandangan mereka.


Mereka pasti mendengar kan ku tadi kan, atau jangan-jangan.....


Kembali menatap suaminya,


Aaaaaa..... Ini dia dalang semuanya, lihatlah mukanya terlihat sangat bahagia.


Hiks, tega sekali padahal dirinya sudah berteriak sangat keras dan tidak ada yang muncul ternyata suaminya sendiri dalang dari semuanya.


*****


Dirga hanya mengembangkan senyum nya melihat tingkah istrinya yang sudah menyembunyikan seluruh tubuh nya dibawah selimut.


Merajuk, ya sekarang istri nya sedang merajuk kepada nya.


Karena istrinya mengetahui bahwa dia lah dalang dari insiden mati lampu.


Berjalan dengan pelan, dan menghentakkan selimut yang membungkus tubuh sangat istri.


“Berani sekali kau sok merajuk”.serunya


Apa? Salah ya kalau aku marah? Dasar manusia tidak punya hati.


Bercanda mu sangat keterlaluan tau, hiks. Derta.


Derta hanya diam tanpa merespon kalimat suami nya, malahan lebih mengerat kan selimut di tubuh nya.


“Kau jangan membuat ku marah!". Suara suaminya nya mengisi langit-langit kamar.


Dia marah, huh seharusnya aku yang marah yang dikerjain siapa? Yang marah siapa?. Protes nya dalam hati.


“Sayang, aku sangat lelah, aku hanya ingin istirahat “.sautnya kemudian menyibakkan sedikit selimut dan menampakkan sedikit wajahnya melihat suami nya sudah berkacak pinggang menatap nya sengit.


Huh, menyebalkan.


Menyibakkan selimut dan memutuskan bangun dan duduk di atas kasur.


“sayang,aku ingin memelukmu,jangan marah aku hanya sedikit lelah”.merentang kan tangan nya . Berpura-pura bersikap manis adalah tujuan nya sekarang.


“enak sekali kau memerintahku, siapa kau? “serunya.


Sialan, kau pasti senang kan dipeluk, huh.


Kau selalu minta peluk untuk meredakan emosi mu.


Aaaaa,, apa hanya perasaan ku saja, akhir-akhir ini dia memperlakukan diri nya lembut layak nya manusia dan pasangan suami istri.


Dan aku sedikit bisa membantah dan berbuat sesuai dengan keinginan ku. Akhir-akhir ini, hehehe.


Walaupun cara bicara nya sangat arogan, tapi percayalah suaminya sangat suka dipeluk. Untuk situasi yang membuat nya goyah.


Tapi, dia mempunyai ribuan cara yang membuat seolah-olah istrinya lah yang inginkan dipeluk. Huh, menyebalkan bukan?.


Derta berdiri menghampiri suami nya dan membenamkan seluruh tubuh nya di dekapan suami nya. Berusaha meredakan emosi suami nya.


Entah, pelukan ini sangat nyaman.


______________***_______________


Disini hanya ingin sedikit ngebucin, hhahaha.


____________.


Sedikit curhat.


Tolong di like or coment guys,, Soalnya, mikir buat kalimat tu susah banget,


Please, kerjasama nya,, gini ya yg dirasakan buat penulis cerita, tanda like kalian sangat berharga, dan antusias kalian adalah motivasi tuk berkarya.


buat yang like this story thanks you very much.


Sorry, kalau aku terkesan memaksa.


Anjim..... Gue curhat. Jangan marah🙏reader.


Don’t remember.


Always be happy every day, Don’t forget to smile and face any problem in your life 😁😁.