
Huh, dasar pembohong! Vanya menghentak kan kaki nya kesal.
30 menit yang lalu aku berdiri disini, bahkan dosen sialan itu belum nampak wujudnya. Merasa tidak percaya diri melihat tatapan teman-teman yang melihat nya dengan senyum seolah mengejek.
Apa yang mereka pikirkan? Tentang gadis cantik berdiri didepan gerbang kampus? Seolah menunggu kedatangan pangeran yang tidak kunjung datang.
Menatap geram tatapan yang memandang kasihan kepada nya.
Huh....
“Akh,dikiranya dirinya penting apa? Nyuruh gue nunggu gini, sialan”umpat kesal menendang kerikil didepannya seperti anak kecil.
Aku harus bertemu derta, hiks hanya dia yang tidak takut berbicara kepadaku. Pikirnya sedih.
Merasa inscure, karena setiap pindah kampus dulu tidak ada yang mau berbicara kepadanya.
Semua orang yang ditemui nya seolah merasa mereka suci.
Tidak mau berteman dengan nya hanya karena tato kecil sebesar gengaman tangan di lehernya. Dengan gaya pakaian acak-acakan.
Menandakan bahwa dia mahasiswi pembuat onar.
Setidaknya aku tidak se munafik kalian kan?
“sial”
Alex yang sedari tadi berdiri dibelakang menghentikan langkahnya.
Mendengar umpatan kurang ajar dari mahasiswinya.
Berdiri dengan diam ingin mendengar apa lagi yang akan akan diumpatnya lagi.
Dan melihat tatapan mahasiswa lain menatap wanita di depannya yang menatap balik dengan sengit.
Mahasiswi baru ini emang pembuat onar, seharusnya nya berbaik-baik dengan orang-orang kan biar ada temankan. Begitu pikirnya.
Berjalan mendekat melewati wanita yang sedang menundukan Kepala nya.
Seperti punya masalah saja hidupmu itu? Komentarnya dalam hati.
“Ayo”ajak alex pelan.
“Ehh,, bapak tunggu”mempercepat langkahnya.
Kurang ajar sekali setelah membuatku menunggu dengan santai nya tidak minta maaf.
Dia kan harus memberi contoh yang baik bukan?
Aaaa, mempercepat kan langkah nya dan menunjukkan parkiran kampus.
Tunggu? Apa yang dipikirkan orang lain jika melihat nya memasuki mobil laki-laki? Pulak ini dosen lagi.
Menghentikan tangan nya membuka pintu mobil dan mundur satu langkah.
“Apa yang kau pikirkan? Mau kutinggalkan? Ujar nya sinis.
Wah,, apa dia tidak punya otak untuk berpikir. Apa yang dipikirkan orang-orang nantinya.
Baiklah ku jelaskan sedikit dari yang kuketahui tentang lingkungan kampus ini.
Disekolah mu pasti adakan siswa yang populer gitu. Populer karena tampannya, prestasinya atau apapun itu.
Begitu pula yang terjadi dengan dosen yang ganteng ini (populer gitu dikalangan dosen muda dan mahasiswi)
Tapi, pak alex plus dah sempurna nya.Ganteng+ramah+pinter(jangan ditanya makanya masih muda gitu udah jadi dosen) begitu yang kudengar bisik mahasiswi memujanya dikelas yang sangat membosankan.
Akh, aku tidak tau mengapa aku sangat berani menaiki mobil orang yang baru kukenal.
Dan mengapa aku bisa berani seperti ini? Kalau aku batalkan saja gimana? Tapi aku ingin tau kabar derta. Hiks.
Kalau bunda tau gimana? Emang dia peduli? Huh.
“pak apa bapak tau alamat rumah nya? Tanyanya was-was.
Hemm.....
Idih, sok cuek.komentarnya dan meluruskan pandangan kedepan.
Keheningan meliputi mereka. Tanpa ada yang berkeinginan memulai percakapan.
Kring.. Kring... Panggilan masuk memenuhi handphone vanya.
“Bunda, aduh gimana ini? Dia minta aku bertemu dengan kak baang Dirga pastinya nie.
Dengan terpaksa mendekat telpon dekat telinganya.
“Anak kurang ajar, apa yang kau lakukan disana? Mengapa kau belum bertemu abangmu, hah? Kaulah beruntun keluar dari suara disebrang sana.
“Bunda kalau mau bertanya satu-satu dong! Emang bunda lupanya aku Cuma punya 1 mulut dan 1 hati”jawabnya santai.
“Akh, ngomong dengan kau ini emang ndak ada benar nya. Mengapa belum ketemu sama Abang mu, hah? Apa kau lupa jalan ke rumah nya? Jangan macam-macam kau disana kalau kau ingin dikawal pengawal lagi. “ancamnya.
“Bunda” meninggikan suarnya dengan geram. Membuat makhluk disamping yang sedang fokus mengemudi menoleh dingin kearahnya.
Sungguh bocah yang tidak tau sopan santun.
“Bunda jangan gitu dong, dikit-dikit ngancam mulu sih?
“Kau yang selalu keras kepala”saut disebrang dengan sama geramnya.
“Bunda aku kan udah ketemu sama kakek, sama Abang ya kapan-japan saja”siapa coba yang mau bertemu dengan makhluk bermuka jutek dan dingin itu.
“kau ini, emang!! Ya sudah setelah bertemu abangku kabarin bunda! “
“Siap bunda”dengan suara ceria penuh sandiwara.
“Jangan nakal disana, kalau kau tidak ingin dikawal lagi”
Tut.. Tut.. Telpon dimatikan.
*****
Novel ini akan tetap aauthir lanjutkan sampai tamat💜but slowly update