
Derta menatap pelan kearah suaminya yang sudah kembali tertidur pulas dengan kepala nya di dada sang suami.
“ sayang, apa kau merasa sesak? Tanya nya khawatir karena dia menimpa tubuh suaminya.
Hemmmmm.
Mengerat kan pelukannya.
Ku yakin kau pasti sesak, makanya lepaskan aku.
*Hei, sialan aku sangat tidak nyaman seperti ini, dan aku harus kuliah emangnya aku seperti mu, kapan saja bisa kekantor mu. Kan kau yang punya.
Sementara gue*???
Huh, membuatku ingin saja membunuhnya.
Cup.. Sesuatu yang basah menyentuh bibirnya.
“morning kiss”tawa lebar menghiasi makhluk itu.
Seperti nya kau sangat nyaman tidur diatas ku, apa kita perlu tidur seperti itu”
“tidak sayang”cihhhh aku bahkan sudah lancar memanggilnya sayang.
“apa kau menolak”tanya dengan tatapan tajam.
“bukannya aku menolak sayang, aku yakin kau pasti akan kesakitan dan nafas mu sesak, aku juga merasa tidak nyaman”jelasnya berdiri dan memeluk erat suaminya.
untuk merndan emosi.
“Apa kau menggodaku?
Jleb.... Tidak sayang, kamu harus kekantor”
melepaskan pelukannya.
“apa kau lupa siapa pemiliknya? Seringai lebar.
“Aku bisa pergi kapan pun, aku mau”ujar Dirga enteng.
“bukan nya begitu sayang, tapi aku harus kuliah kan?
“Emang siapa yang mengijinkan mu, huh”
“Sayang, jangan gitu dong”derta menghentikan kakinya. Berjalan kekamar mandi.
Berurusan dengan nya memang tidak pernah menang. Membuatku marah saja.
“Kau mau kemana? Sebuah tangan menahan pergelangan nya.
“Tentu saja, aku harus mandi. Emang apa yang bisa kuperbuat”menyindir.
Dirga menatap istrinya yang terlihat kesal.
“Kalau aku mengijinkan mu, apa untungnya buatku huh”Dirga mempunyai rencana bagus.
“Sayang.derta bersuara manja dengan senyuman menghiasi bibirnya.
“aku akan melakukan apapun yang kau perintahkan “ujarnya mendusel-dusel baju suaminya dengan berani.
“apa kau yakin dengan taruhan mu”,
“tentu saja aku yakin sayang”emang nya apa yg bisa kuberikan selain mematuhi mu.
Kau kan punya segalanya, mau memberikan mu rumah, aku saja tidak ada uang. Membelikan mu baju tentu saja tidak mungkin.
Aku yakin baju yang kau pakai semua tmbuatan tangan deasiner berkelas.
“layani aku”
Dengan cepat derta menjauhi badannya. Dan ditarik kembali oleh sang suami.
“sayang, kalau gitu aku akan terlambat”derta melirik jam yang bergantung manis didinding kamar.
Dirga menatap mata istrinya yang sudah mengajak air sungai. Membuatnya tak tahan.
“Sayang, janji jangan macam-macam”derta menghentikan langkah nya.
“lihat saja kalau aku tidak khilaf”ujarnya enteng.
“Sayang,kau mandi saja duluan “ujar derta m3nahan kekesakan hatinya.
“enak saja, kau harus profesional dong “Dirga menarik kasar tangan istri ya.
Sungguh tidak tahu malu membicarakan ke profesionalan, emang dengan tingkah mu yang kayak gini kau profesional gitu., ndak kan. Huh.
Sayang, hentikan”suara terdengar dari sana.
Dirga yang dengan enaknya mengereyangi tubuh istrinya.
Derta menatap kesal kearah suaminya, yang menciumnya semaunya.
“apa kau mau jika, aku. Meminta permintaanku yang pertama tadi”Dirga mengancam istrinya.
Huh, derta hanya menatap saja, suaminya.
“Gosok punggungku”titah dari sang raja suaminya.
Derta mengambil penggosok dan menggosok punggung suaminya.
“Mengapa tidak terasa? Apa pelayan tidak memberi mu makan”, aku kan memecat mereka”
“Sayang jangan gitu, hanya saja akhir-akhir ini aku banyak mengkonsumsi buah-buahan”jelasnya.
Hemmmmmmmm
“pokonya, kalau kau tidak makan, aku akan memecat pelayan, apa kau mengerti?
“Iya, sayang”
Huh, membuatku ingin saja menggelamkan mu di bathbud ini, suami kurang ajar.
“Berhenti memaki ku dalam hatimu”1 jentikan di kening sukses membuat derta meringis.
“Aku tidak memakimu” benarkah? Dirga tersenyum lebar.
“kau berbohong, membuat benar-benar ingin memakan mu”
“sayang, aku harus segera mandi, nanti aku terlambat”derta mengalihkan pembicaraan berdiri dan men coba melangkah keluar dari bathbud. Dengan cepat sebuah tangan menariknya.
“Aku harus menggosok punggung mu”
“sayang tidak perlu, aku bisa sendiri”tolak derta.
“enak saja kau melihat tubuh ku”protes Dirga.
apa sekarang, kau memepermasalahkan aku melihat tubuhmu.apa kau lupa? aku bukan hanya melihat aku bahkan sudah merasakannya dakjal. Derta memaki dalam hati. mengapa aku berpikir mesum.
“sinilah, aku akan menggosok punggung mu juga”
Wah, wah, wah sperti nya kau menang banyak lelaki brengs*k.
Like. 💜
Like💜
Like💜
Like💜
**Untuk pembaca author akan usaha kan setiap hari bisa update. Makanya jangan lupa like, dan favorit kan.
Serta vote dong authornya.
Biar semakin semangat.
Mohon dukungannya**.