
"hahahahhahah hahaah".
""mengapa dia tertawa? apakah lucu?" menjengkelkan.
" Baiklah, aku membebaskan mu hari ini"ujar nya dengan senyum anehnya.
#Didalalm mobil#
"maaf tuan, apa saya boleh tau kita mau pergi kemana?" bertanya dari kursi belakang.
" Kita akan ketemu kakek nona"jawab makhluk yang bernama sekertaris hen.dia terlebih dahulu memperkenalkan diri tadi.
"ohh.... " jawabku.
*mengurus diri sendiri saja aku tidak becus, gimana aku harus mengurus keluarga.
ugh........ angan-angan untuk menikah orang yang yang dicintai saja tidak terwujud. bagimana aku harus mengurus perusahaan ayah*? gumam ku dalam hati sambil memandang keluar dari kaca mobil.
"silakan turun nona"
hem... aku bahkan terlalu asik dengan pikiranku sendiri sampai tidak menyadari jika kami sudah sampai kerumah yang dibilang tempat tinggal pria brengsek ini.
"lohhhh...... ini butikkan" mengapa kesini sih?".tanya ku dalam hati.
katanya mau ketemu kakek kan?
"Dandani wanita jelek ini secantik mungkin"terdengar perintah dari mulut pria brengsek didepanku.
aku tidak sejelek itu,buktinya aku cukup populer kok dikampus.
" Baik tuan"jawab pegawai toko
"Baikah akan kubuktikan seberapa jeleknya aku"ujar ku dalam hati.
setelah sekian lama memilih baju, aku akhirnya memilih gaun dengan belahan dibelakang yang menampakan punggung
indah ku dan bahuku. berwarna navi.
#Ditempst lain#
" hen, mengapa wanita itu sangat lama?".tanya ku penasaran kepada sekertaris hen.
"semua wanita seperti tuan" jawab sekertaris hen ala kadarnya.
"apakah dia wanita?"
" tentu tuan, dia cantik loh tuan. mengapa tuan memanggilnya wanita jelek?" tanya sekertaris hen dengan muka polos2 bangsatnya.
"hen...... siapa yang mengijinkan mu memuji calon istriku, hah?"teriak murka.tidak Terima.
ini bahkan baru pertama kalinya dia memuji wanita didepanku.
" permisi tuan, nona sudah selesai"tiba2 pelayan sial itu muncul disaat aku ingin membunuh kawan ******* ku ini.
"Silakan keluar nona"
jleb......... mengapa dia sangat cantik dan terlihat mengemaskan? apakah dia ingin menggoda pria dengan baju seperti itu?
"Ganti sekarang, bajunya jelek" perintah dengan emosi.
"tuan ini........
"apakah kau akan mengoda pria, hah?" teriak ku kesal apalagi melihat hen menatap nya dengan liar aku bahkan tidak pernah melihatnya menatap wanita seperti itu.
aku tidak mengerti maksudmu tuan muda yang terhormat,aku kan jelek kata mu terus apa yang perlu kau khawatir kan.
" bukan kah anda meminta saya untuk jelek tuan" jawabnya nya kesal.
"apakah aku membeli mu untuk membuat mu melawan?".
seperti ada beribu-ribu belati yang menancap di sekujur tubuhku.
duarrr.... perkataan itu sangat menyesakkan hatiku. aku ingin menghilang dari muka ini sekarang aku ingin ditelan bumi sekarang, aku ingin menghilang sekarang. mengapa pria brengsek ini lidahnya sangat tajam.
" permisi tuan, saya akan mencarikan nona ini gaun lagi"ujar pelayan mohon undur kan diri. (apakah semua orang kaya akan berkata seperti itu kepada wanita lemah? saya tau perasaan nona ini terluka, dia bahkan menunduk kan kepala untuk menahan tangis, apakah itu pria yang dimaki2nya tadi?, seperti dinikah in paksa saja, 'kalau dinikah paksa mengapa harus wanita muda dan cantik ini yang harus tertindas) _dalam hati pelayan itu.
"maaf saja ijin mau ke toilet" ucapku cepat.
"siapa yang mengijinkan kanmu,hah? apa kau mau menggoda pria ditoilet juga, huh?"ucap Dirga memegang keras lengan derta.
" maaf tuan, maksud saya bukan seperti itu"
"sekarang kita pergi" Ucap Dirga melemparkan jasnya kearah derta.
"tutup bahumu" perintahnya.
"baik tuan" dengan hati yang kesal menurut saja.
"Dan kau hen, tidak perlu ikut", kasitau pegawai tadi tidak perlu mencari bajunya lagi, apa kau mengerti??
" iya tuan muda"jawab sekertaris hen.
"ayo....... " ajak mendorong bahu derta.
"mengapa pria itu jalan nya sangat cepat, aku bahkan tertinggal, aku yang jalan tergesa untuk menyamakan kaki ku dengan sangat kesulitan.
keluar butik harus membalas sapaan orang 2 yang menyapa ku, ini lah Indonesia budaya sopan santun nya masih dijunjung tinggi. sapaan mereka hanya kubalas dengan senyuman.
" ahhh..... akhirnya sampai juga dekat mobil
.
ahh..... lihatlah muka pria brengsek ini sangat cemberut, apa ada yang salah lagi.
bodoh amat aku tidak peduli, dia mau marah terserah, makin diladeni makin menggila. omel derta dalam hati sambil membuka pintu belakang mobil.
"siapa yang menyuruh mu menyapa orang2 hah, " siapa yang mengijinkan mu duduk dibelakang, apa kau mau membuatku seperti seorang supir?"
"Baiklah tuan" jawab derta malas dan memikih duduk di depan disamping pria gila ini.
" hanya perlu bersifat sopan"jawaba Dirga.
"kau juga sebelum nya juga pernah bertemu dengan nya"
"ohhh.. kakek yg itu"?mangut-mangut paham.
" jaga sikapmu"
"Baik tuan".
itu sih sudah tau,,, pria br*ngs*k, jawab derta dalam hati.
ahhhh.... aku sangat kelelahan, aku bahkan tidak tau sampai kapan sampainya, alangkah baiknya aku istirahat sejenak. kalau pria br*ngs*k ini marah urusan belakang.
"mengapa gadis ini tidur sangat nyenyak? bukankah semalam dia tidur sangat nayenyak?
mengapa dia kelihatan lebih menggemaskan saat tidur. aaa... membuat benar 2 tidak bisa menahan diri.
cup..... ku cium lembut bibir merah nya menggoda.
lihatlah dia bahkan lebih mengemaskan saat mengeliat seperti ini.
" bangun kita sudah sampai!! mulai sekarang tidak boleh tidur sebelum aku mengijinkan mu"
"ehh...aaf tuan, saya tidak akan menggulanginya lagi"sial.
hemmmmm...
wow.... mengapa rumah nya sangat mewah dan megah, bahkan rumah ayah masih kalah.
"apa kau tidak pernah melihat rumah semegah ini"
"emmmm........ ternyata rumahku masih kalah" jawab derta tidak sadar.
"tentu saja, rumah jelek mu tidak sebanding dengan rumahku" jawab Dirga menyentil kening derta.
"sakit tuan" jawab derta cemberut.
kringggg..... kringggg..........
"glekk..... pintu terbuka.
" tuan muda silakan masuk, tuan sudah menunggu anda"
huh... gimana ini aku bahkan berkeringat dingin.
"jangan gugup bodoh, kakek ku tidak akan membunuhmu" ucap Dirga melihat cewek disamping nya yang kelihatan gugup.
"selamat siang kakekkkk" sapa Dirga dengaan tidak sopan.
"kapann kau akan belajar sopan santun, Dirga" teriak kakek keras. sampai membuat derta terkejut.
"tunggu, sampai aku membangun kan orang tua gilaa dari kuburan" jawab Dirga ketus.
auuuu.... Dirga menjerit ketika dirasakannya tangan kecil mencubit nya. dan ternyata gadis disampinnya. kurang ajar sekali dia.
kakek menjatuhkan pandangan nya ke arah wanita disamping cucunya. menggerut kening, seperti nya aku pernah melihat nya. pikirnya.
"selamat siang kake" ujar derta sopan sambil menyalamai kakek.
"Baik lah selamat siang" jawab kakek dengan senyuman.
"apakah ini calon istrimu?"
hemmmm....... jawab Dirga cuekkk.
Laki-laki kurang ajar ini bahkan tidak tau bagaimana bersifat sopan kepada orang yang tua. omel derta dalam hati.
" kapan kalian akan menikah?".tanya kakek.
glekkkkk.... derta menelan salivanya.
"minggu depan, lebih cepat lebih baik, aku masih banyak urusan yang lebih penting" jawab Dirga.
"apa kau mau kakek akan mengurusnya"
"terserah" jawab Dirga.
"maaf,apakah saya boleh meminta agar pernikahannya tertutup"
"apa maksudmu? apakah agar kau bisa menggoda pria2 diluar sana?"ujar Dirga emosi.
" bukan seperti itu tuan, saya masih kuliah, kalian mempunyai kekuasaan besar, saya takut diluar sana saya membuat kesalahan dan membuat nama kalian tercemar"jawab derta memberi alasan.
"Baiklah, alasan mu masuk akal" jawab kakek mendukung.
cih......
"apakah kau melakukan itu agar kau dengan mudahnya menggoda pria diluar sana?" serunya protes.
" Dirga jaga ucapan mu?
"mengapa aku harus menjaga ucapaku, dia hanya barang murahan yang kubeli" jawab Dirga.
"Dirga....... .. teriak kakek penuh amarah.
" maaf kek, apa yang dikatakan Dirga itu benar"jawab derta menahan tangis.
****
*aku bisa mengalah menghadapi egomu aku.bisa memalsukan senyum ku sendiri.
tapi aku manusia pada akhir sebuah hari aku bisa kecewa .
Aku sudah muak dengan perkelahian-perkelahian kita yang menjadi terlalu sering atas apa yang terlalu Absrud untuk diungkit sampai-sampai Aku tidak tahu lagi alasan kita berkelahi.
~Fiersa Bestari*~