Household

Household
Takut



Vanya yang berusaha menghentikan tangisan. Hanya mengangguk kan kepalanya mendengar ancaman pria disamping nya.


Dengan cepat pula menghapus kembali air mata yang masih menganak dimata nya dengan punggung tangan.


Keheningan meliputi perjalanan mereka. Sungguh vanya tidak pernah berpikir bahwa mulutnya mampu dibungkam oleh pria yang berstatus dosennya.


Sekali pun Abang nya yang terkenal sangat kejam oleh banyak orang dia masih berani memberontak .


Karena dia percaya semarah apapun Abang nya.tidak akan menyakiti dirinya.


Tapi pria yang berstatus dosennya itu siapa?dia hanya orang lain, tanpa perlu takut menyakiti dirinya yang bukan siapa-siapa.


Dia kan psikopat dan tau bagaimana cara meloloskan diri , dia mempunyai berbagai ide.


Jika aku tidak menumpang di mobilnya dan dia diturunkan ditepi jalan yang ramai tentu saja aku masih berani melawan.


Tapi, lihatlah tempat ini sangat angker seperti cerita yang selalu aku dengar jika berkunjung ke mansion yang mempunyai jalan yang searah dengan jalan yang kami lalu sekarang, tapi hanya beda persimpangan nantinya.


Vanya memberanikan diri mengangkat wajahnya memandang sekeliling pemandangan disekitar jalan dengan pohon yang sangat lebat.


Dia tidak berani melihat wajah dan ekspresi dosen tampan disamping nya.


Hanya mampu menghirup Udara segar sepuasnya, kemudian menghembus kan secara perlahan.


Tanpa menganggu orang disamping nya. Harus berbuat baik dan patuh jika ingin selamat jika situasi nya seperti ini.pikinya.


*****


Mr. Alex mengalihkan pandangan nya kesamping nya, kearah mahasiswinya yang hanya duduk tegak dan mulut terkunci. Hahaha.


Seperti nya dia benar-benar takut dengan ancaman ku. Gelak nya.


Apa aku keterlaluan? Tanya nya kemudian di dalam hati.


Mengalihkan pandangan nya Kembali menatap lurus jalanan didepan nya.


Aku tidak yakin mengapa teman sekaligus mahasiswinya yang bernama derta bisa memiliki alamat tempat tinggal ditempat terpencil seperti ini.


Dengan pohon lebat yang mengerikan, ditambah gesekan daun daun menimbulkan bunyi yang tidak biasa, menambahkan kesan horror.


Tapi aneh, seperti Jalan nya terawat amat rapi.


Dan Jalan nya terkesan jarang dilalui tapi selalu dijaga.


“Apa kau masih ingin melanjutkan perjalanannya? “tanyanya kemudian kepada mahasiswi disamping nya. Yang hanya menunduk kan pandangan nya.


Vanya tersentak mendengar pertanyaan dari dosennya, hanya diam dan tidak langsung menjawab pertanyaan dari dosennya seolah minyak persetujuan apa kah dia bisa bicara? Memberanikan diri menangkat wajahnya.


Dirga menghentikan mobilnya dan menatap wanita disampingnya. Memberi kan arti tatapan kau boleh berbicara.


Vanya merasa dia bisa mengartikan tatapan itu.


“Saya pikir harus pulang pak, soalnya ini sudah sore dan sa-saya sudah lapar”Saut nya menundukkan kembali pandangan nya. Malu.


Tanpa aba-aba Alex, memutarkan kembali kendaraan nya. Mungkin besok dia sendiri bisa mencari diamana keberadaan temannya itu.


*****


Setelah menyelesaikan pekerjaan yang tertunda nya Dirga menatap pergelangan tangannya yang terlilit jam diamond dengan harga yang cukup membuat kantong uang terkuras. Menunjukan angka 7:30 , ternyata dia sudah cukup lama.


Tindakan yang tidak diketahui oleh orang-orang.


Membuat nya geram, menutup dengan keras laptop didepan nya seolah melepaskan emosi yang melingkupi nya.


Berdiri dan berjalan dengan cepat mencari wanita itu.


Membuka dengan keras pintu kamar dan tidak menemukan istrinya.


“Dertaaaa...... “berteriak dengan sangat keras.


Berjalan dengan penuh emosi menuruni tangga ingin berteriak lagi.


Kemudian memicing kan matanya melihat pemandangan didepannya.


Menatap pemandangan nya di depannya yang menampakkan hantu yang muncul dari layar kaca TV.


Mengalihkan kembali pandangan nya melihat istrinya yang menonton dengan memeluk sangat erat bantal di dekapan nya.


Sesekali menutup kedua matanya melihat kemunculan hantu dilayar kaca TV nya.


Dan lagi- lagi istrinya menutup salah satu matanya.


Membuat pemandangan yang sangat mengemaskan dan tanpa disadari nya membuat senyum kecil terpancar dibibirnya.


sok berani sekali. Dirga.


Tanpa sengaja ekor matanya menangkap bahwa diruang itu bukan hanya dirinya.


Mengalihkan dan menetralkan pandangan ketika dirasakan pelayanan nya memperhatikan nya.


Memberi kode untuk membiarkan nya bersama sangat istri diruang itu.


Sebuah bola terang terpancar di otak nya, memberikan pesan singkat kepada seseorang. Ide.


Aaaaa... Mengapa sangat mengerikan sekali film nya, hantu Valak nya mengapa muncul sangat tiba-tiba membuat jantung an saja. Pikirnya fokus menatap layar kaca di depan nya.


Sesekali menutup keduanya matanya ketika adengan yang dirasakannya akan membuat jantung nya lari maraton.


Klek,,,, gelap mengapa sangat gelap, membuat jantung nya berdetak lebih cepat.


Apa mati lampu? Jangan.


Menutup kedua matanya, berusaha berpikir positif.


mati lampu


“sa-yang,,,, sayang.. “berteriak dengan sangat keras.


“Bi-bi,,, bibi... “berteriak kembali memanggil semua isi mansion.


“Sayang,,,, sayang, disini sangat gelap, hikshiks, hiks.


Aaaaaa........... Aaaaa..


******


Jangan lupa vote and like guys,,,