
#Dirumah Kakek#
“Sekarang duduk”perintah kakek tua itu.
“Bagaimana kamu akan bertanggung jawab dengan anak orang yang kamu culik itu?
Tunjuk nya kepada wanita muda yang masih berbaring karena masih dipengaruhi obat bius.
“Kakek!Aku tidak menculiknya, aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran!,mulai sekarang berhenti mengganggu hidup ku, dan mengatur apa yang aku inginkan”serunya.”jika kakek ingin mencabut hak waris itu terserah. Tanpa bantuan kakek aku juga memiliki perusahaan besar sendiri”seolah meningat kan fakta bahwa dia menjadi Milluader sekarang berkat kerja kerasnya sendiri. “Apa kakek mengerti”Ucapnya pria itu tegas kepada kakeknya yang terlihat sedih mendengar cucunya berbicara kasar kepadanya.
“Lihatlah cara bicara mu ini, seperti tidak pernah diajar” Tunjuk kakek kearah cucunya dengan kasar.
“Siapa yang punya banyak waktu buat mengajari ku Tata krama hah? Ayah? Atau ibu? Yang bahkan tidak kukenal.
“Atau kakek yang selalu sibuk?? Hah!
“Udahlah kek tidak perlu bahas tata krama disini! Tidak penting!”Aku harap kakek tidak perlu mengatur hidupku”serunya dengan pasti.
“Baiklah, kakek nyerah mengatur hidupmu, Tetapi untuk masalah pasangan hidup mu kakek tetap turun tangan!!! Apa kau mengerti!!
“Apakah gadis yang kalian culik sudah bangun? Tanya kakek kemudian kepada para bodyguard.
“Belum tuan”jawab para bodyguard itu.
“Baiklah kalau gadis itu sudah bangun kalian antar kerumahnya dengan selamat.
“Baik tuan”
tidak kakek tidak cucunya sama saja. taunya ngancam . bodyguard (isi hati para bodyguard)
“Akan kakek pantau kalian! Apa kau mengerti!! Dan untuk kamu Dirga kakek harap kau percepatkan perjodohan mu!! Ujar kakek beranjak pergi.
“Kalau dia sudah sadar kalian antar kerumahnya”
“Tapi, bagaimana hukumannya tuan muda? Tanya bodyguard
“Kali ini kita bebaskan wanita br*ngs*k itu.
“Kalian bereskan dia, aku akan kekantor sebentar!!
“Baik tuan “mereka menunduk hormat.
#Dikantor Dirga syahputra#
Dirgha berjalan begitu tergesa menuju ruangannya, kakek memang gila mana mungkin dia akan menarik semua investor ke perusahaannya jika dia tidak segera menikah.
Biar sekalipun menyandang gelar Milluader termuda. Tetapi investor dari kakek sangat penting.
“Selamat siang tuan”sapa karyawan dengan sopan
Dirgha hanya melihatnya dengan tidak peduli. Dan dia hanya diam mendengar gosip karyawan nya yang menggosip sikapnya yang cuek dan tidak peduli dengan sekitarnya.
“Dasar orang rendahan”umpat nya dalam hati. Kemudian dia naik lift dan menuju ke ruangnya.
***
Ditempat lain.
“Terima kasih tuan, sudah mengantar saya pulang”kata derta dengan menunduk hormat.
“Sama-sama nyonya”jawab bodyguard ikut dan segera pulang.
“yakin deh gue, klu sebenarnya para bodyguard itu baik, atau tuan mereka yang kurang masuk ajar”pikirnya dalam hati dan masuk kerumah.
Ehh, busyet. Mereka menunggu ku?
“Gue masih sehat walafiat, lo ngak perlu khawatir, okee.. “ucapku menenangkan nya.
Aku tau sohyun dan jerry pasti khawatir sama dirinya. Aku yakin karena mereka tau hanya mereka sahabat yang kupunya sekarang.
Aku bersyukur, tuhan menempatkan mereka disisiku, mereka adalah sahabat yang akan mengulurkan tangannya ketika aku dalam keadaan terpuruk, aku tidak tau apa jadinya kau tanpa mereka saat ini. Bersama mereka aku melewati kesendirian ditinggal orang tua.
Bahkan bersama mereka aku menghadapi kenyataan, bahwa aku harus menikah untuk menyelamatkan perusahaan ayah. Aku tau mereka sudah berusaha mungkin untuk membantuku.
Aku yang harus cuti ditengah kuliah yang tinggal 2 semester lagi, aku tidak punya pilihan lagi. Harusku akui apa yang dikatakan bibi benar”seharusnya aku bersyukur masih ada orang yang mau membantu menyelamatkan perusahaan ayah. Walaupun sebenarnya hanya saling membantu, dia membantuku aku membantu dia. Ndak ada yang dirugikan bukan??
“Heh,, ngelamun apa lo?? Tanya sohyun dengan menyelidik.
“Ngelamuin lo”blueeee.......aku menjulurkan lidahku denga ekspresi mengejek dan tertawa senang.
“lo memang bodoh ya, ditengah masalah ribet gini, lo masih tertawa senang”ujar sohyun dengan mencubit lenganku.
“Aeuuuuuu..... Sakit, banyak masalah kan bukan berarti alasan buat lo ndak tertawakan? Jawabku melengok masuk untuk menghindari cubitan nya semakin keras.
“Baiklah, sekarang lo masuk bibi sama jerry sudah dari tadi nungguin lo!!! Ujar sohyun.
Ehh, , dari tadi ternyata masih didepan pintu.
“Bibi, jerry”sapaku dengan melambaikan tangan dengan riang. Dan hanya dibalas dengan tatapan menyedihkan.
“Hahhh.......aku benci dengan tatapan itu, tatapan seolah aku orang lemah yang minta dikasiahani. Aku benci jika kalian menatapku seperti itu”kalimat yang hanya kuucapkwn dalam hati.
“Tuan Dirgha minta pernikahannya di percepatan”ujar bibi dengan dingin.
“Hahhhh........ bibi apakah kita benar-benar tidak ada jalan keluar lain? Jawabku memohon.
“Jalan keluar apa lagi yang kau inginkan hah, apa kau pikir untuk berkomunikasi dengan mereka itu gampang, bibi sudah berusaha membantu!!! Apa lagi yang kau inginkan?
“ nanti malam kau harus berdandan dengan cantik, dia minta bertemu dengan kau malam in!ujar bibi berlalu pergi.
Ya Tuhan rencana apa yang akan kau berikan kepada hambamu yang lemah ini. Ayah, bunda aku ingin menangis.aku terduduk lemas sampai aku merasakan pelukan hangat dari Sahabatku.
“Gue yakin lo pasti bisa lewati semua masalah ini”
“Aku sama jerry akan selalu ada disaat kamu membutuhkan kami, kita akan bersama -sama melewati ini semua”...ujar sohyun menghiburku. Yang dibalas anggukan sama jerry.
“ sekarang lo tidur, nanti sore aku akan membantu mu berdandan, okee”ujar sohyun melepaskan pelukannya.
Aku hanya menanggukan kepala tandai menyetujui.
“sekarang aku sama jerry pulang dulu, loo jangan lupa tidur yang nyenyak”ujar nya beranjak mengambil tas mereka.
“dahhhhhh” sohyun sama jerry melambaikan tangan dan berlalu pergi.
***
Aku memutuskan untuk tidur. Dulu kamar ini adalah kamar yang akan dihiasi gelak tawa Aku, ayah sama bunda. Sekarang hanya kesunyian dan kebisingan kota yang mengisi ini semua.
Ah... bukankah aku harus tidur, untuk apa aku menyalahkan keadaan, bukan alangkah baiknya jika aku menghadapinya, bukan kah ini hanya pernikahan kontrak. Aku tidak boleh lemah, ayah, bunda pasti sedih melihat jika putrinya lemah dan sedih.
Ayah, bunda jika derta sudah kuat nanti derta, akan balas dendam kepada mereka yang melakukan hal ini.
Mungkin saat ini derta hanya orang lemah yang belum mampu menolak keputusan kepolisian untuk tidak menindak lanjuti penyelidikan kematian kalian.
Jika derta sudah kuat nanti derta akan menguak kebenarannya.