Household

Household
Apa yang kau bicarakan?



“Apa yang ingin kau bicarakan? “


Derta menautkan kedua tangan nya sembari meremas pelan. Gelisah. Itulah yang dirasakan sekarang.


Posisi duduk saling berhadapan membuat nya sedikit lega terlepas dari pelukan pria itu.


“A-aku ingin kita bercerai. “ dengan segera menundukkan pandangannya.


Keheningan melingkupi keduanya, Dirga masih berusaha mencerna apa kalimat yang ditangkap oleh pendengaran nya. Sementara, derta dengan perasaan was- was menunggu respon.


Derta memberanikan diri menangkat wajahnya maniak matanya bertemu dengan sepasang mata yang juga menatap nya tajam. Dada nya bergemuruh.


“Apakah kau bersungguh-sungguh dengan apa yang kau ucapkan? “suara dingin dengan mata menatap tajam kearah membuat derta sedikit lengah.


Derta hanya menangguk kan kepala nya. Memberi respons.


“Tarik kembali ucapanmu. “suara dingin menginterupsi.”Bukankah sudah berkali-kali aku katakan kepada mu, Aku siapa?”Dirga menunjukkan diri sendiri.


“ Aku adalah peraturan penting yang harus kau taati. ‘“Ujar nya dingin dan berusaha mengendalikan emosi yang menguasai nya.


Sungguh dirinya tidak pernah berusaha menahan emosi jika berhadapan dengan siapapun. Kecuali, dengan wanita yang duduk didepannya sekarang.


Dengan segenap jiwa mengumpulkan dan keberanian derta mengangkat wajahnya.


“Kita sama-sama dewasa, alangkah baiknya kita menemukan pasangan hidup pilihan kita masing-masing.kau kembali dengan kekasih mu dan aku memperjuangkan cintaku, aku ingin bersama pria yang mencintai ku Bukan dengan keadaan sekarang .a-aku ingin kita berpisah. Dan kau juga kembali kecinta mu, wanita dikantor itu. “ucapnya lirih dengan rasa gugup sembari meremas selimut dipangkuan nya sebagai tameng untuk melindungi dirinya.


Derta menurunkan kembali pandangan nya melihat jari-jari kuku nya yang memutih akibat diremas nya untuk mengusir rasa takut.


“Mengapa kau harus menjadi peraturan yang harus aku patuhi? Memang alasan apa aku harus mematuhi mu?! Aku hanya ingin kita berpisah baik-baik.lagi pula tidak anak yang membuat ku harus bertahan. “seru derta dengan air mata sukses melolos dikedua sudut matanya.


“Kau berikan alasan yang membuat ku percaya harus melepaskan mu. “ujar Dirga dengan dingin dan tatapan Datar melihat kearah istri nya yang menunduk kan pandangan.


Tentu saja derta tidak melihat tatapan dingin suaminya.


“Kau, kau apa kau tidak merasa betapa perlakuan mu membuat ku muak. “seru derta dengan kesal melemparkan bantal disamping nya tepat mengenai wajah tampan tuan Dirga. Dengan berani melotot kan mata nya.


Dirga terkisap, dengan emosi ingin membalas kembali. Tetapi dengan sedikit hati nurani nya mengatakan jangan membalas perbuatan nya.seolah hatinya memerintahkan untuk diam dan melihat tindakan apa yang selanjutnya akan dilakukan wanita didepan nya ini. Tuan Dirga hanya mengambil bantal yang dilempar kan tadi kepada nya dan menjadikan bantal tersebut sebagai tambahan sandaran untuk punggung nya. Dan kembali dengan tatapan dingin membalas istri nya.


Nyali derta menciut Melihat tatapan dingin itu, tetapi hati nya yang lain mengatakan kamu harus menyelesaikan masalah ini.


“kau memperlakukan ku layak nya j*lang diluar sana. Apa kau tau kau melukai harga diriku. Dan untuk perjanjian itu aku tau kau yang berhak memutuskan semua nya. Aku tidak ingin peraturan gila itu, sebagai imbalan nya saham perusahaan ayahku kita bagi rata. “Ucap nya lirih.


“kau kembali dengan kehidupan mu dan aku kembali dengan kehidupan ku, dan anggap saja kita tidak pernah kenal dan aku akan menjauh dari kehidupan mu. “lirih nya.


“hahahahah, tawa mengema mengisi setiap sudut kamar itu. Tubuh Dirga terguncang mendengar setiap kalimat yang keluar dari bibir wanita itu.


“kau tidak lupa bukan? Perusahaan Ayah mu sudah tertulis atas namaku. “ujarnya tipis diliputi senyum sinis.


Wanita bodoh, apa otak nya sesempit itu tidak mengetahui bahwa nama nya sudah terukir namanya dalam setiap detak jantung ku. apa kau pikir kau bisa lepas setelah kau berhasil memporak poranda kan duniaku.Dirga.


“kau, itu nama nya kau curang. “tangis derta menghiasi pelupuk mata nya. Bagaimana bisa dia tidak tau, kalau perusahaan itu sudah menjadi milik pria itu , terus aku pergi menjauh darinya menggunakan biaya dari mana? Hiks, hiks, hiks, tangisan yang membuat nya menyadari betapa sangat menyedihkan hidup nya.