Household

Household
"Hemm(2)



“ughhh... “ Benda apa yang menimpa perutku?


Mengapa sangat berat? Keluhan ku.


Jleb...... pria br*ngs*k ini,, bahkan saat tidur masih berpikir untuk mengambil keuntungan.


Glekk.......... mengapa dia sangat tampan saat tidur. Ku menatapnya dengan senyum.


Ahhh..... mengapa aku memujinya. Pria br*ngs*k itu. Kesal ku dalam hati dengan muka cemberut. Pria yang sangat kejam bahkan tidak memiliki rasa belas kasihan.


Hemmm.... seandainya anda baik tuan, saya yakin anda sangt keren dengan hidup anda yang sempurna itu.


Ah..... membayangkannya mengapa begitu menyenangkan.


“mengapa senyum-senyum? Apakah aku mengijinkan mu memandangi ku dengan gratis? Apakah anda baru menyadari betapa tampannya saya?”


Ya,dia memang sudah bangun beberapa menit yang lalu, menatap wajah polos disamping nya mendekur halus.ternyata lumayan cantik. Gumamnya.


menyentuh wajah itu menelusuri setiap titik yang tercipta disana. Entah kapan jari nya sudah menyentuh belahan berwarna bak buah cerry.menatap dengan cermat,glek.menatap dengan tatapan mendamba.


Entah lah dia sendiri tidak menyadari sejak kapan bibirnya menyatu dengan bibir wanita itu. Mengecup pelan, mengemut,huh,aku mengingin kan lebih.


Uhmm..gerakan dari wanita disamping nya membuat tersadar dan pura pura membaringkan kembali tubuh nya dengan mengeratkan lebih dalam tubuh wanita itu dalam pelukannya.sebelum memejamkan kembali matanya ketika dirasakan tangan lentik menyentuh wajahnya. Dia bisa merasakan bahwa wanita itu menatap wajahnya.gumam-gumama yang masih bisa ditangkap oleh pendengaran nya.


Glekk...


suara dari pria brengsek itu.


Bukankah dia masih tertidur tadiApakah dia tau aku menatapnya?.


Keluar pertanyaan beruntung dari mulut pria g*la ini benar -membuat ku kesal.


Cih....... gumamku kesal.


“ maaf tuan, kalau anda mengatakan anda tampan.


Hemmm........dengan cepat ku menghela napas


“saya ingin memberi tahu bahwa masih banyak pria yang lebih tampan dan baik dari tuan diluar sana” ujar beranjak bangun.


“Apa yang bilang ? Hah” pria brengsek itu bangun dari tempat tidur dengan murka.


Apakah aku keterlaluan? Aku takut dipukul seperti rumor diluar sana yang mengatakan dia tidak segan membunuh siapa pun yang tidak membuat nya senang,


Lihatlah bukan kah wanita ini sangat berani tadi, aku kan Cuma bertanya mengapa ekspresinya ketakutan sekali. Kerjain ahhh... pikirin licikku berkarya.


“Apakah aku mengijinkan mulut jelek mu itu berbicara? Apakah mengijinkan mu membantah perkataanku? Apakah wanita hina seperti anda punya hak membandingkan saya saya dengan orang lain?”serunya.


“ maaf tuan, apakah tuan tau mengapa Tuhan memberikan saya mulut?” Ku memberanikan diri menatap tatapannya kejam nya yang seakan menusuk sampai ketulang-tulang.


Yaa.... untuk saya berbicara bukan? “


Apa hak anda melarang saya berbicara! Hah!”Ujarku menahan takut.


“ Sadarlah bodoh, semua yang ada pada tubuhmu itu milik ku, anda hanya wanita hina yang menjual tubuh jelek mu untuk menyelamatkan perusahaan kecil itu”


Apakah kau berpikir aku akan berbaik hati?


Hahahah...... tunggu lah nona permain baru dimulai”hahhahahahahah.


Ahh.... aku tertawa senang melihat wanita di depan ku ini diam membisu.


Jlebbb....... mengapa hatiku sangat sakit, lebih sakit dari sakit yang pernah aku rasakan, rasa sakit ini membuat dadaku sesak.


Mengapa pria ini sangat kejaam, susah payah aku membuatku yakin pada hatiku untuk melupakan status ku yang menjual diri hanya untuk menyelamatkan perusahaan yang susah payah dibangun ayah bunda.


Saya memang tidak berarti apa-apa buat anda yang memiliki segalanya. Tapi mohon pengertian anda untuk tidak meningkatkan siapa saya! Saya tau saya hanya wanita hina yang tidak punya harga diri.


Susah payah saya bangun dari keterpurukan kehilangan orang yang paling berharga buat saya. Apa anda berpikir dengan mudahnya saya berdiri sampai sekarang?hah!!!huhuhu.....


Mengapa anda sangat kejam tuan?


“maafkan ke lancangan saya tuan” ujar ku beranjak menuju kamar mandi dengan perasaan sesak.


Brukkkk....... Tubuh ku merosot.


Hu... Hu... Hu.... Ayah bunda hatiku ku sangat sakit. Apa yang harus ku lakukan? Derta lemah, derta tidak berdaya. Mengapa ayah sama bunda meninggalkan derta? Apa ayah sama bunda tidak sayang lagi sama serta?


Hu... Hu.... Hu.... mengapa dunia ini sangat kejam??


Mengapa wanita itu terdiam dan menundukan kepalanya, apakah dia baru menyadari betapa hina nya dia. Cihhhh..... semua wanita sama saja,. Melakukan apa pun demi uang.


“”maafkan ke lancangan saya tuan” ujar nya dan dengan beraninya menuju kamar mandi.


Apakah dia tidak tau kapan saja aku bisa membunuhnya? Wanita aneh. Ujarku kembali duduk di tepi tempat tidur.


Menunggu berapa menit.....


Mengapa wanita itu sangat lama? Beraninya dia membuat ku menunggu nya hanya untuk mengantri kamar mandi. Wanita ini memang keterlaluan.


Krekk...... terdengar pintu terbuka.


“maaf tuan, apakah anda mempunyai handuk?”Tanya nya dengan kepala menonggol dibelakang pintu kamar mandi.


“ Ambil sendiri” serunya .


Huh.. mengapa hatiku yang kesal dan ingin marah menghilang begitu saja hanya melihat hidungnya yang memerah seperti habis menangis. Mengapa aku kasihan lepadanya??


“maaf tuan baju saya basah” jawabnya dengan suara kalem.


“apakah anda berpikir siapa anda beraninya memerintah saya? Hah!! Teriak ku kencang memenuhi isi kamar.


“ maaf tuan”jawabnya ketakutan dan dengan cepat menutup kembali kamar mandi.


Huh......... wanita memang merepotkan. Kesal ku dalam hati dan berdiri mengambil baju gantinya dan handuk yang sudah disiapkan sekertaris Hen.


Tok.. tok.. tok.. mengapa tidak ada suara? Apakah dia baik2 saja?


“ gadis bodoh, apakah kau masih hidup? Apakah kau mau mati kedinginan disana?” serunya dengan suara kencang.


“ Glekkk... suara pintu terbuka, dan menampakan wajah paling menyedihkan yang pernah kulihat.


“maaf tuan, saya masih hidup”jawabnya.


Dengan segera ku memberi bungkusan handuk dan pakaiannya.


Glek...... mengapa dia terlihat sangat seksi dengan rambut basah yang bergelantungan sampai ke bahunya dengan kepala miring. Untuk mengambil bungkusan yang ku pegang.


“Terima kasih tuan” terdengar suara yang membuyar tatapanku. Dan bersamaan dengan tangan yang tergesa-gesa merebut bungkusan yang ada ditanganku.


“Apakah kau berpikir itu gratis? Kau harus membayar!”Ucapku dengan nada mengancam.


Mengingat kan bahwa tidak ada yang gratis didunia ini.


Dasar pria berotak mesum, dengan terangan-terangan dia menatap ku dengan tatapan mesumnya itu dengaan tidak tahu malu. Bukan kah dia mengatakan tubuh ku jelek. Dan tidak menarik.


Huh........ dengan segera aku berganti pakaian.


Ternyata dia masih punya hati, aku pikir dia akan membiarkanku mati kedinginan.


***


“Hen, selidiki latar belakang gadis yang yang menjadi tunangan ku” ujar kepada sekertaris Hen, yang sudah bersama nya.


“Apakah anda akan memilih dia untuk diperkenalakan kepada kakek?


“ tentu saja, mengapa tidak, bukankah dia sangat lemah? Akan ku buat dia menderita”


Hahahhahahahah........


“Baik lah tuan, jika itu pilihan anda” terdengar jawaban dari ujung sana.


Menutup telpon tanpa memperdulikan lawan bicara nya yang masi berkicau diujung sana.


***


Apakah gadis b*d*h itu sudah selesai. Dengan segera aku melihat kearah kamar mandi.


“mengapa dia berdiri mematung disana layaknya orang bodoh. Apakah dia mendengar apa yang ku katakan?? Biarkan saja, bukankah lebih baik dia mendengar nya. Biar dia sadar diri.


“ Apakah kau mau melawan ku, dengan beraninya kau menatap ku seperti itu hah!”


“maaf tuan”maaf, maaf hanya maaf yang bisa terucapkan dari mulutku.


Pria br*ngs*k, memang nya dia Tuhan tidak boleh dilihat dan juga dilawan.


“Jangan kemana-kemana sebelum aku selesai mandi” perintahnya.


“Baik tuan” jawabku dengan patuh.


“jangan berani kabur, kamu taukan akibatnya?”


“siapkan handuk dan pakianku dikantong itu” tunjuk pria br*ngs*k itu menunjuk kantong ditepi kasur.


“Baik tuan” jawabku bergegas menyiapkannya.


Pria gil*, emang pakaiannya disiapkan gimana lagi coba? Apa susah nya membuka pakaian sendiri”omelku dalam hati. Dan menatap punggungnya dengan kesal. Dan dengan tanpa bersalah dia menuju kamar mandi.


Setelah dia menghina dan membentak ku.


“Baiklah aku tak kan kemana-kemana dengan santai aku duduk ditepi kasur setelah menyiapaka pakaian nya itu dan mengambil handphoneku untuk membalas chat dari sahabat ku yang khawatir dengan keberadaanku.


Dengan cepat aku membalas pesan chat dari mereka.


Dan tidak lupa menanyakan kabar perusahaan dari sekertaris kepercayaan ayah. Dan mengatakan perusahan dalam kondisi stabil.


Pria brengsek itu memang hebat bahkan dalam semalam dia berhasil membuat perusahan ku menjadi stabil.


Aku tidak mengerti dengan kekuasaanya.


“kringgg.... jerry menelpon”


Bagaiama ini? Kalau aku tidak menghiraukan nya dia tidak akan berhenti menelpon.


“hallo, jerry” ucapku menyapa duluan.


“lo derta kan, lo tidak apa-apa kan? Aku jemput sekarang” ujar jerry dengan khawatir di sebrang sana.


“gue baik baik saja, g*bl*k” jawabaku dengan tertawa kecil untuk menyakinkan mereka bahwa aku baik2 saja.


“lo benar baik2 saja kan?”


“ benar nie, lo ndak mau gue jemput bareng sohyun nie? Terdengar tawaran yang mengelikan disana.


“hahahhahah..... apan sihh” jawabku


Plok,,, plokkk.... hebat ya!!


***


*Nikmati kebahagiaan kecil di dalam hari-harimu. Tertawa lah, bersyukurlah. Entah jalur apapun yang kita ambil, ujung dari sebuah kehidupan adalah kembali ke tanah.


~Fiersa bestari*. ~