
Setelah berkeliling membuat derta sedikit lelah. Tetapi tetap senang, ternyata suaminya sekaya itu, terkikik sendiri.
Mengingat diri sedari tadi mengagumi bangunan desain maupun interior yang menghiasi bangunan itu. Membuat rasa lelahnya terbayar.
Tanpa sadar membuat senyum sedari awal menghiasi sudut bibirnya.
“Emmm, permisi nyonya”suara wanita itu membuat nya tersadar dan memalingkan wajahnya kearah wanita itu dengan ekspresi wajah bertanya.
“Apa anda ingin berkeliling lagi? “
“Emmm,,, tidak,tapi tolong tunjukkan dimana toilet? “bertanya kemudian.
“Mari nyonya saya tunjukan. “
“ehh,, tidak perlu saya bisa sendiri. Anda hanya perlu menunjukkan jalannya. “sautnya dengan dilapisi senyum manis dibibir nya.
“Nanti saya akan kembali lagi keruangan suami saya sendiri. “
“baik lah, anda hanya perlu jalan lurus kemudian belok disitu ada toiletnya. “jelas wanita itu.
“Terima kasih. “Vanya melambai kan tangannya dan berjalan kearah jalan yang ditunjukkan kepada nya. Membalikkan badannya kemudian berseru”jangan memanggil ku nyonya lagi jika berkesempatan bertemu lain kali panggil nama ku saya. “serunya semangat.
Mereka sedikit mengobrol selama berkeliling tadi. Menanyakan nama dan sebagainya (pembaca buat skenario nya sendiri).
Sungguh cantik, baik dan menggemaskan. Puji wanita itu.
“Sungguh,serasi dengan tuan Dirga yang dingin”.gumamnya pelan. Wajar aja tuan Dirga menyukai nya.
******
Derta dengan semangat menuntun langkah nya mengikuti jalan yang diberitahu kan kepada nya.
Meningat kembali percakapan mereka membuat nya sedikit tidak bersemangat.
Flashback off
“Nyonya saya ingin bertanya?”wanita itu memberanikan diri bertanya. Yang hanya dibalas anggukan Kepala oleh derta untuk memberi respons bahwa perempuan itu boleh bertanya.
“Emm, maaf kalau saya lancang,saya hanya ingin tau bagaimana pertemuan nyonya dan tuan Dirga? “menundukkan pandangan.
“mengapa Anda bertanya? “
“Emmm, saya hanya heran saja nyonya yang cantik ini mengapa mau dengan tuan Dirga yang sangat dingin dan misterius itu. Maaf nona jika saya lancang. “menundukkan kembali pandang nya.
Derta terkekeh pelan.
Ohh,, wanita ini ternyata bukan penggemar nya. Dan terlihat baik walaupun memiliki tampang judes dan tampang penindas.
“emmm,, apa kau tau. Orang sering mengatakan'cintai tidak akan mengenalan siapa yang kau sukai atau seperti apapun dia, tapi hati yang memilih,Tuhan menghadikan dia memiliki pribadi seperti itu pasti punya tujuan bukan? “.
Hemmm, mengapa aku begitu sok bijak sekali, hehehe. Wanita ini tidak marah bukan di gurui anak kecil seperti ku.
Meningat wanita itu hanya menangguk kan Kepala merespons jawaban nya.
Flashback on
Melanjutkan pelan langkah nya. Menatap langkah kakinya. seperti anak kecil.
Brak,,, aaaa... Mengaduh
Badan nya terhuyung kebelakang. Memegang pelan keningnya yang menjadi korban.
Mengapa aku selalu sial, dan mengapa harus menabrak orang? Aku pasti sial jika sudah menabrak manusia. Mengangkat wajahnya. Menatap maniak mata abu-abu orang yang menabrak nya dengan kesal.
Kantor ini memang tidak pernah membawa keberuntungan untuk ku. Huh.
Kesialan atau keberuntungan sih? Kalau yang ditabrak kaum adam titipan dewa yunani. Ganteng gak ada akhlak pula.
Kantor sialan, mengapa tidak dijadikan rumah buat model-model papan atas saja, jika isi manusianya berlian semua.
Hahahahahaha,, , tawa mengema memenuhi lorong tersebut.
Membuat derta melotot kan matanya. Pria gila, mengapa tertawa sangat keras, jika ada orang lain pasti menanggap kau gila. Pikirnya memaki pria didepan nya.
“kita bertemu lagi. “menangkup spontan wajah wanita didepan nya membuat nya gemas. Wanita itu menatap nya melongo dengan tatapan melotot. Sukses menerbitkan senyum lebar menghiasi bibir nya.
Pria itu adalah George putra pratama. Berniat mengunjungi sahabat lama untuk masalah pekerjaan.
Dia tidak menyangka akan bertemu dengan gadis yang menabrak nya di restaurant waktu itu.
“Tuan anda tidak sopan sekali. “derta memukul tangan yang menyentuh wajahnya dengan mengerucut kan bibirnya kesal. Malah membuat nya terlihat sangat mengemaskan didepan seorang George.
“Emmm,, mungkin kita berjodoh, lihatlah kita bertemu lagi dan kau menabrak ku pula. “serunya semangat.
Derta mendelik kan matanya jengah.
Pria gila. Mengapa setiap aku menabrak seorang selalu bertemu dengan pria dengan tingkah gila pula. Menjengkelkan.
“Apa kau tidak meningat ku? Ingatlah kau wanita yang sudah menabrak ku di restaurant. “menatap kesal kearah wanita didepan nya.
Menangkup kembali wajah di depan nya, memberi energi agar wanita itu meningat nya. Mendekatkan wajahnya.
Derta cengo, ohh.. Dia ingat pria yang ditabrak nya di restaurant waktu itu. Kurang ajar sekali menyentuh ku sembarangan.
“Lepaskan tangan mu ********. “suara keras dan lantang memenuhi lorong sepi itu.
**"*"
***comback again🤟🤟
jangan lupa vote and like guyss***