
Sekertaris hen yang baru saya memasuki ruang bagian dapur terkejut mendengar teriakan nyaring dengan spontan menutup kedua telinga dengan tangan nya.
Ini tuan nya mengapa menyuruh nya menunggu dirinya di dapur.masalah nya Ini Mau bahas proyek bangunan atau mau bahas makanan. Pikinya kesal meningat dirinya diminta tuan Dirga menunggu dimeja makan.
Sekertaris hen mendengus menatap kesal kearah wanita yang dikenal sebagai adik dari bosnya sedang duduk dimeja makan dengan mangkuk besar didepannya sedang melambaikan tangan kearah tangga yang sedang ada Nyonya nya.
Lagi, nyonya nya yang berjalan didepannya hanya menatap nya dengan senyum yang terlihat aneh diwajahnya dengan tangan sedang memegang dada. Readers jangan berpikiran mesum. Sekertaris hen memperingati.
Atau jangan-jangan Nyonya nya terkejut juga.
Membuat sekertaris hen terkekeh geli.
Vanya menatap sengit kearah lelaki yang memasuki ruang makan.lelaki yang menjadi kaki tangan kakak sedang berjalan menuju mereka dengan wajah datar yang masih sama.
Meningat lelaki ini yang selalu mengusili nya dari dulu.
Flashback.
Vanya dengan sedikit senang menunggu kepulangan kakak nya kali ini. Soalnya dirinya dijanjikan akan dibelikan sesuatu sesuai dengan Keinginan nya.
Dirinya yang kala itu masih berumur 14 tahun dan kakak nya sudah 23 sudah menerjunkan diri ke dunia bisnis. Itulah informasi yang disampaikan Ibu nya membuat nya sedikit berani menelfon kakaknya terlebih dahulu demi sesuatu yang ingin dimilikinya.
Walaupun hanya suara menyebalkan kakaknya yang terdengar. Tetapi membuat nya masih berani mengutarakan permintaan nya. Tidak ada jawaban yes or no dari kakaknya,, tidak ada bunyi lagi hanya keheningan yang menandakan panggilan tidak tersambung lagi.
Kesal tentu saja, tetapi dia percaya kakaknya pasti mendengar permintaan nya.
Sama seperti sebelum-belumnya.
Menatap penuh senyum dibibir nya melihat bungkusan dibentuk seperti kado, ini aneh biasanya kakak akan langsung melemparkan kearahnya. Tanpa dibentuk aneh seperti ini.
“Ambil lah ini pesanan mu. “ujar sekertaris hen kalau itu.
Vanya menerima nya dengan senyum penuh dibibir nya yang jarang dihiasi senyum. Sekertaris hen hanya menatap adik majikannya datar.
Dengan semangat 45 Vanya melangkahkan kaki nya diruang tamu membuka pesanan nya.
“kakak Terima kasih. “teriaknya kepada kakak nya yang sedang berjalan di depan nya yang pergi kedapur.
Dirga hanya berjalan lurus tanpa merespons. Hadiah apa yang diberikan oleh sekertaris hen kepada adik cerewet nya. Diri nya sendiri tidak sempat membeli pesanan adiknya yang kelewatan konyol.
Diminta dibelikan album idola nya BTS, sungguh konyol bukan. itu benda bukan nya bisa dibeli lewat online. Seperti yang dilakukan nya sebelum nya.
Dirga menggeleng Kepala nya geli membayangkan jika dirinya benar-benar melakukan nya.
Vanya pov.
Tuhkan benar, kakak pasti membelikan nya. Hehhe tersenyum puas. Ini aneh kok kotak nya besar? Atau kakak beli banyak albumnya hehhe. Menyentuh dengan sayang kotak itu. Dan membuka kertas kado nya secara perlahan.
Sekertaris hen hanya menatap dengan senyum penuh arti kearah adik Tuan nya yang membuka barang seperti itu saja pakai gaya dramatis nya.
Melangkah keluar rumah.
Kya...aaaaaaaaa.huhuhhuhu
teriakan mengema dan nyaring itu menusuk telinga siapa pun yang mendengar nya. Sekertaris hen saja mempercepat kan langkah nya.
“Kakakkk, hiks, hiks, hiks”
“huwaaa aa........ “
Vanya berdiri dengan tubuh gemeteran melihat isi dari kotak itu.
Itu adalah ular, binatang yang sangat dibencinya. Dia tidak tau alasan nya mengapa? pokoknya dia tidak suka ular.
Dirga dengan malas mendekati sumber suara yang berteriak-teriak memanggilnya. Menatap dengan terkejut melihat tubuh adiknya gemeteran dengan air mata berurai. Dengan langkah yang pasti ingin merengkuh tubuh kecil adiknya.
Sekertaris sialan berani nya kau!!!!!! Geramnya.
Vanya beringsut mundur melihat kakaknya mendekati nya. Dia marah, sangat marah, kakak nya tau dia sangat tidak menyukai bintang bernama ular itu.
Tetapi dengan sengaja mengerjai nya. Kalau tidak mau ya tidak usah dibeli, bukan kayak gini caranya. Protesnya dalam hati.
“Aku benci kakak, kakak jahat. “teriaknya dengan air mata yang semakin deras.
Dirga mencelos mendengar perkataan adiknya. Tetapi tetap dengan ekspresi datar seolah tidak peduli, padahal hatinya merasakan sedikit tidak Terima adik angkat nya itu berteriak membenci nya.
“Pokoknya, aku mau pindah tinggal dengan bunda. “serunya lagi menaiki tangga.
Dirga hanya menatap datar adiknya, sekertaris hen kau tunggu lah ganjarannya berani sekali kau membuat ku menjadi kambing hitam.