Household

Household
#Awal dari Segalanya#



*Yunanhido banjjagyeossdeon seoul


Cheoeum boneun tto dareun sesang


Ttame jantteuk baen chae mannan neon


Mwonga isanghaesseossdeon ai


Nan dareseo, neon byeoreseo


Uri daehwaneun sukje gatassji


Haruneun bepeu, haruneun wensu


I just wanna understand


Hello my alien


Urin seoroui mystery


Geuraeseo deo teukbyeolhan geolkka


BTS-Friends*


Lagu favorit gue bergema menandakan ada telpon masuk dari handphoneku.


“Gue angkat telpon dulu woyyy” dengan menempelkan jari telunjukku dibibirku,menandakan aku meminta mereka diam.


Dan merogoh benda tipis didalam tasku.


“Ngapa? Tanya sohyun yang duluan peka melihat keningku mengerut yang menandakan aku tidak terbiasa dengan hal tersebut.


“ Ntah, tumben bibi gue nelpon”jawabku dengan bahu terangkat. Sambil mengangkat telpon yang sudah berbunyi dengan merdunya.


“Hallo, Ajumma(Bibi) apa anda merindukan keponakan anda yang cantik ini, apa anda berpikir untuk merebut oppa kim Nam joonku”


Tanya ku bertubi-tubi dengan menatap kearah sohyun dan jerry dengan senyum termanisku yang hanya dibalas dengan senyum najis mereka.


Ya.. Jangan kalian ikut jijik readers.


“jijiks “ Jawab sohyun dan jerry bersamaan yang dibalas ketawa kencang aku dengan kawan jerry yang lainnya.


“Kamu dimana sekarang? Tanya bibi dengan suara yang tidak biasa nya.


Tunggu, kok suaranya aneh sih.


“ bibi bisa sih ndk usah aneh,nanyak kabar gue kek dulu”ujarku mencoba menghilangkan suasana yang terasa aneh. Ini sungguh membuatku tidak nyaman.


“Bibi, apa ada sesuatu? Apa bibi menangis? Tanya ku cemas. Melirik kearah teman-teman ku yang menatapku heran.


Aku pun memutuskan pergi menjauh dari mereka. Setelah meminta ijin.


Mencari tempat yang sekiranya tidak mudah dijangkau dari pandangan teman-teman ku.Tanpa sadar aku melakukan itu.


Terdengar isak tangis ditelpon, membuat perasaan ku tidak nyaman.


Sungguh aku benci rasa tidak nyaman yang bersarang dihatiku.


“Bibi.....


“ Kerumah sakit sekarang! Papa sama Bunda mu kondisinya kritis sekarang! “serunya dengan keras.


Deg!


“memang apa yang terjadi?”teriakku tidak kalah kencang tanpa mempedulikan keadaan disekitarku. Tanpa sadar melintas dipikirkan senyum kedua orang hebat yang menghadirkan ku didunia ini. Takut.


Aku menyangkal perasaan takut itu.


Aahh,, mungkin bibi hanya bercanda.


“Hahahhahahhah...... Bibi kalau bercanda ya jangan kayak gitu dong”seruku.


“Kau jangan bodoh, apa kau pikir nyawa orang tuamu untuk dipermainkan, untuk apa bibi berbohong!!”Suara keras disana terdengar sangat keras dengan suara tertahan.


“Kerumah sakit atma jaya sekarang” suara sendu terdengar lagi.


Membuat tubuhku bergetar dengan tangis tertahan.


“Apa ini? Cobaan apa lagi ini? Apa semua nya akan direnggut dariku?”menangkat wajahku menatap langit biru yang cerah. Mengapa terlihat langit itu terlihat sangat jahat berwarna cerah. Sedangkan tidak untuk hatiku.


Dapat ku lihat dari ekor mataku, sohyun melangkah cepat kearahku. Mungkin karena suara teriakan ku.


Hiks, hiks.


“What happens?Sohyun menguncang bahuku.


“ Antar aku kerumah sakit sekarang “


***


Dirumah sakit atma .


Tok.... tok... tok....tok...hentakan sepatu yang berlari sepanjang koridor rumah sakit.


Disinilah aku sekarang berdiri mengintip dan menatap dua tubuh terbaring kaku dengan kain putih menutup semua tubuh mereka. Diruang yang membuatku bersumpah untuk Membencinya.


*Tunggu, apa yang aku pikirkan? Ini tidak nyata bukan?


Tidak, tidak, tidak.


Hahhahaha”ini hanya mimpi bukan? Tolong bangunkan aku, mimpi ini sangat tidak nyaman. Aku pasti tidur tidak nyaman di alam nyata sana.biar kan aku kembali ke dunia nyata ku. Biarkan aku bangun dan berlari kekamar bunda dan papa untuk mencari ketenangan. Hei, penguasa alam mimpi kembalikan aku, sungguh aku tidak nyaman. Aku ingin tersadar*...


“Der, sohyun memeluk sahabatnya tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran sahabatnya. Dan memeluk untuk berbagi rasa sakit.Mencoba menenangkan.


“Lo, ngapa sih? Meluk tidak jelas”seru derta. Mendorong sahabatnya.menatap datar sahabat nya.


Memutar kan kepalanya mendengar suara langkah kaki.


Lihatlah, Jerry berdiri disana. Dia pasti bisa membangunkan ku dari mimpi sial ini. Dan mengatakan ini tidak nyata.


Jerry berlari semakin melebarkan langkahnya. mengapa sohyun menangis tersedu-sedu? Dengan sahabat nya lagi berdiri dengan sangat kaku dengan tatapan datar. Melihat semua langakahnya.


Mempercepat kan langkahnya. Menintip gerangan apa yang terjadi di dalam ruangan didepannya.


Deg!


Tidak mungkin kan, kalau...


Menatap lebih lagi kearah wanita yang juga sudah dikenal nya dari kecil. Mengikuti arah pandang wanita didepannya. Menunjukkan siapa.


Deg! Derta?


Apa maksudnya?


“mengapa bibi melihatku? Teriaknya kencang dengan air mata menggebu tidak tertahan.


“jer, ini mimpi bukan, hahha”tolong bangunkan aku.


“Derta”?mencoba menarik wanita ke kedalam dekapannya. Menenangkan nya. Merasakan sakit karena pukulan dari wanita di dekapannya yang berusaha melepaskan pelukannya.


“Jer, katakan ini semua bohong!”menangkat wajahnya menampakkan wajah yang berurai air mata. Menatap maniak mata sahabatnya. Mencari kebenaran.


“Jer, bangunkan gue. Mengapa mimpi ini sangat buruk? Aku tidak suka”ucapnya menggeleng kan kepala nya.


Akh, hatiku sangat sakit melihatnya lemah dan tidak berdaya. Jerry.


“Ma-af kan bibi sayang,papa sama Bunda tidak bisa diselamatkan, bibi sedang tidak berbohong “tangisnya mengambila alih tubuh keponakannya. dan memeluk erat.


“Bibi bohong...ayah sama Bunda ndak mungkin ninggalin derta”dengan keras mendorong bahu bibinya.


“Hentikan drama ini!! “


“Buka matamu, dan lihat “.


***


“ Tuhan, aku mohon jadikan ini hanya sebuah mimpi”aku bersujud didepan dua orang yang tertutup kain kapan itu.


“Jadikan ini mimpi, aku mohon....... “


“Jadikan ini mimpi, aku mohon....... “


“Jadikan ini mimpi, aku mohon....... “


“Jadikan ini mimpi, aku mohon....... “


Terbayang semua kenangan. Yang mengalir lancar dalam ingatanku.


Aku ingin melihat sekali lagi.


Senyum yang menyambut setiap bangun tidurku. Dengan tangan yang selalu siap menyambut tubuh kecilku. Pelukan yang selalu menenangkan.


Pertengkaran kecil kami.


Antusiasnya mereka mendampingi ku menerima raport. Nasihat yang tidak mungkin kudengar lagi.


Semua kenangan seolah menari-nari di otaku.


“Derta..........dengan samar aku mendengar sesorang memanggil namaku, sebelum semuanya terlihat gelap.


“ papa, bunda......


Bukan kah itu mereka, dengan samar aku melihat ayah sama Bunda dengan cahaya putih yang melingkupi mereka, aku hanya ingin memeluk Bunda sama ayah.


“Ayah, Bunda..... “ Aku berlari kearah mereka.


Mengapa semakin aku berlari kearah mereka semakin samar mereka dari pandanganku.


Dan pada akhirnya mereka hanya melambai kan tangan dengan senyum yang terlihat aneh dengan semakin samar nya mereka.


Glek.


“Ayah, Bunda....... “mengapa ini terasa asing,aku melihat sekeliling ku, dua sahabat ku dengan bibi.


“Derta, lo ndak apa2 kan?


“ Ini semua mimpi kan Jerr? Teriak bilang ke gue kalu ini semua hanya mimpi”.


“ Bibi, ini semua mimpikan?


“ini semua mimpikan sohyun? Aku menarik dengan erat kerah bajunya.


“Tolong katakan ini hanya mimpi”


“ Ini, ngak mimpi...ini semuanya nyata,ayah sama Bunda dikubur besok!! “Guncangan keras. Membuat ku tersadar ini nyata.


Mengapa dunia seolah bermain drama? Dengan jalur menyedihkan. Dan aku menjadi pemeran utama. Dengan segala rasa sakit.


“Apa yang akan mereka rasakan jika mereka melihat putri mereka yang begitu lemah, hah! “Gertak sohyun.


“ Elo, kuat derta, elo kuat”


Dengan keras derta mengguncang bahu sahabat nya.


***


Banyak para kolega papa yang datang dan mengungkap Belangkusawa nya.tidak lupa dengan ucapan semangat yang membuatku berusaha tegar.


Semua nya terlihat lenggang. Acara penguburan nya sudah selesai.


“Tolong berikan aku kesempatan untuk berdoa untuk ayah sama bunda” ucapku kepada bibi dan ke-2 sahabat ku. Memohon pamit berdiri dan menatap dua gundukan tanah didepanku.


Kemudian menatap kebelakang melihat ke-3 orang yang berusaha menemaniku. Berdiri menugguku. Menatap n kembali gundukan tanah didepanku.


“Ayah bunda, sekarang aku merasa sendiri, kalian selalu mengatakan aku adalah putri kalian yang paling tangguh,


Aku hanya ingin mengatakan, ini akan menjadi yang terakhir kali aku menangis didepan orang2. Derta mengerti alasan kalian selalu melarang derta menangis didepan banyak orang, kalian takut derta terlihat lemah kan. Mengapa kalian meninggalkan derta sendiri. Mengapa?


Mengapa dunia sangat kejam?


Hayo!!!


Siapa yang merasa sedih waktu baca, hayo😭author juga sedih tau. ☹️


Jangan lupa komen, klu merasa sedih.


Dan dukung terus authornya.