
Stop membicarakan hukuman..
1 saja belum ku tebus, mengapa kalian membicarakan hukuman yang lain.
“Tuan yang terhormat maafkan saya, saya sangat lelah jadi saya ketiduran,
Bukankah tuan sangat lelah juga?
Ini juga sudah tengah malam, lebih baik tuan istirahat”ujar ku dengan berani.
“Berani nya kau membantah ku”
Dan memerintah ku”suara kelas menggelegar mengisinya keheningan.
“Sekertaris hen, pulang lah”
“Tuan........
“Biar aku saja yang akan memberinya hukuman.....
“Baiklah tuan” Jawab sekertaris hen beranjak pergi dan diliputi keterangan.
Seharus aku diam saja tadi, derta.
“Mengapa kau diam saja?
Bukankah kau sangar berani tadi”ujar Dirga menatap gadis yang menundukan kepalanya.
“Tuan yang terhormat maafkan saya”ujar suara serak.
“Saya akan melakukan apapun untuk menebusnya.
Dirga hanya menjawab dengan seringai lebar.
Dan menangkup muka wanitanya dengan kedua tangannya.
“kalau begitu layani aku”
“Tuan..............
Dirga tidak memberi kesempatan buat gadis ini membantah...
Dengan kasar Dirga mengecap, setiap sudut bibir wanitanya.
Ahhhhh..... Bibir nya sangat manis.
“Tuan.. Jangan”derta memberontak memukul dada lekaki brengsek yang dengan kasar menciumnya.
Tangan Dirga menusup ke dalam bajunya, dan mencari apa yang menjadi mainan nya.
“Tuan jangan........ Saya akan melakukan apapun tetapi jangan lakukan ini”mohon derta ditengah ciuman Dirga yang merajalela ditubuhnya.
Akh..... Dirga mencium leher putih wanitanya, dan meninggalkan bekas.
Ahhhhh........ Baiklah aku tidak suka memaksa wanita melayani ku”ujar Dirga mengangkat tubuhnya dari tubuh wanitanya.
Dengan marah karena dengan kurang ajar nya menolaknya. Wanita diluar sana banyak yang sedia mengangkang untuk nya tanpa diminta.
Dengan menahan nafsu menaiki tangga.
Apa kau pikirkan tidak memaksa dengan apa yang kau lakukan tadi dasar lekaki brengsek. Maki derta memperbaiki bajunya.
“Tapi aku tidak yakin dengan apa yang akan aku lakukan dengan sahabatmu, wanita j*lang”ujar Dirga keras.
Jlebbbb........ Jerry, sohyun.
Ahhh...... Sebaiknya aku berhenti melawan lelaki brengsek ini.
Aku sudah terlalu banyak menyakiti sahabat ku.
Tidak boleh membiarkan lelaki brengsek ini menyakiti mereka.
Akh......... Aku tidak peduli dengan bajuku yang belum tertutup sempurna.
“Tuan, maafkan saya”memeluk erat lelaki itu dari belakang.
Bru kk...... Aku sudah tidak nafsu melihat ****** sepertimu. Ujar Dirga mendirong keras.
****** apanya *******, anda yang pertama mencuri ciuman pertama ku, bahkan setelah ini anda juga yang akan merasakan harta paling berharga yang ku jaga.
“Tuan maafkan saya”derta dengan berani berdiri dan memeluk lelaki yang dengan kurang ajarnya mendorongnya tadi.
Memeluknya , seolaah mengatakan aku tidak akan melepaskan peluk aku apapun yang kau lakukan.
“Saya akan dengan senang hati melakukannya”
Siall,, lelaki brengsek ini berhasil membalikan keadaan. Lihatlah sekarang seolah aku yang memintanya. Huh...
Dirga dengan seringai lebar dan penuh kemenangan.
“Apa kau ingin kita melakukannya ditangga, honey'
Blush........ Merona guyss....
Dengan segera Dirga melahap habis bibir merah muda wanitanya, tangannya menelusuo ke dalam baju derta dan mencari tempat favoritnya.
Ciuman panasnya menggiring masuk kedalam kamar pengantin milik mereka.
Umph... Umph... Derta kepayahan harus mengimbangi nafsu lelaki itu, yang mencium nya dengan nafsu.
Akh...... Derta menjerit pelan.
Apa kau tau tanda apa ini, honey?
Tanda ini adalah tanda kepemilikan ku “ujar Dirga memegang lembut leher yang menampakan tanda kepemilikan nya.
Dengan pelan Dirga mendorong wanitanya duduk di tepi ranjangnya.
Dan memandang raut malu wanitanya.
Umph....... Mengapa dia sangat mengemaskan saat malu.
Dengan kasar Dirga mecium wanitanya. Tangannya merajalela menyentuh setiap inci tubuh wanitanya. Dan melepaskan semua yang menutup tubuh polos wanitanya.
Ahhhh...... Ini sungguh memalukan, mengapa dia menatapku dengan tatapan yang seperti itu.
Apa dia tidak tau, kalau wanita dengan otak normal seperti ku mempunyai rasa malu.
“Jangan menatapku seperti itu”ujar derta dengan muka merona.
Dan memeluk erat Dirga. Agar tidak menatap tubuh polosnya.
“Apa kau berani memberiku perintah, hah”teriak Dirga mengisi ruang kamar pengantin.
Siall... Saat begini dia masih mempunyai kekuatan untuk menunjukan kekuasaan. Huh..
Apa dia tau kalau aku malu. Derta.
Dirga dengan senyum puas menghiasi mulutnya, melihat wanita nya malu dan ketakutan.
“aku sudah melihat semuanya, honey”Dirga dengan pelan melepas pelutkannya.
Dan menatap penuh kemenangan.
Dan kembali ******* bibir merah muda istrinya.
“Apa kau siap, honey?
Jangan bertanya... Karena aku memang tidak pernah siap berurusan dengan anda tuam muda brengsek....
Ini juga aneh, masih juga ngajak orang ngobrol.
Ahhh..... Desahan keluar dari mulut derta membuat Dirga makin bersemangat. Memompa tubuh yang sudah mengerang kesakitan.
Ini masih sempit, apa dia tidak pernah melakukan nya. Mengingat pergaulan anak jaman sekarang.
Dengan pelan air mata mengalir dipipi cantik derta. Ini sangat menyakitkan.
“Tuan sakitt........ Hiks, hiks, hiks,
Cup...... Dirga mengecup pelan kening wanita nya. Yang sudah tertidur pulas disamping.
******jangan lupa vote, like and komentar guyss💜💜💜💜
mari berteman@Yuyun_180603******