
Pagi yang cerah, dengan matahari yang malu-malu menampakkan diri, menerobos ruang kamar yang berisikan pasangan suami istri yang saling berseteru.
Membenarkan perkataan mereka.
“Kau Akhir-akhir ini semakin melawan, apa karena aku terlalu baik? “.ucapnya dengan tatapan tajam jika pandangannya adalah pisau pasti siap menusuk siapa pun makhluk didepannya.
“Jangan lupa status mu, jangan membuat ku semakin marah dengan tingkah mu ini, semakin kau melawan jangan salahkan aku jika aku bertindak lebih jauh”.seru nya lagi.
Deg, salah ya?
Aku hanya ingin keadilan, aku hanya ingin kuliah.apa salahku? Aku tidak melawan mu, aku sudah meminta ijin secara baik-baik,kau yang berteriak seolah aku membicarakan sesuatu yang mengancam nyawa seluruh penduduk bumi.
Apa dia pikir enak dikurung seperti ini. Hiks.
“A-aku hanya ingin menyelesaikan study ku dengan cepat”.menjawab dengan alasan yang sama. Seperti alasan yang derta lontar kan sebelum nya.
Flashback.
Derta dengan pagi-pagi sudah bangun dan membersihkan diri, setelah itu berpakaian dengan rapi dan tidak lupa sedikit polesan make up natural yang membuat kecantikan nya semakin terpancar.
tentu saja tujuan nya untuk masuk kuliah, aku pikir aku sudah ketinggalan makul, pikirnya.
Beberapa menit yang lalu mondar-mandir menunggu suaminya bangun tidur, menoleh sebentar berharap mata yang terpenjam itu terbuka.
Enak sekali jadi bos, mau masuk kapan saja bisa, komentar nya melihat suaminyanya yang masih bergelung dibawah selimut tebal.
Aku tidak berani membangun kan nya”jangan menganggu tidur ku, jika masalahnya diluar pekerjaan kantor”.
perintahnya kalau itulah yang membuat nya tidak berani.
Menoleh dengan cepat ketika ekor mata nya menangkap ada gerakkan dari suaminya.
*****
Dirga mengerjab kan matanya menyesuaikan dengan cuaca pagi yang membuat nya semakin malas bangun.
Ntahlah, Akhir-akhir ini tempat tidur terasa sangat nyaman. Pikir nya.
Membuka lebar matanya melihat istrinya terlihat sangat cantik dan jangan lupa terlihat fresh.
Sedang menatap nya seolah sedang menunggu nya. Ada apa?.
“Sedang apa kau”ketusnya.
Dibalas senyum dari sang istri, membuat nya merasa aneh.
Cup, cup.....
terkejut,sejak kapan istrinya mencium nya terlebih dahulu. Dirga.
“morning kiss”.ucap derta dengan senyum terbaiknya.
dia bisa melihat keterkejutan dimata suaminya.
Kalau dia marah gimana? Paniknya.
Aku ingin bertingkah menjilat agar dia mengijinkan ku keluar rumah.
“mau kemana kau?”suara dingin kembali terdengar dari pria yang sudah dicium nya tanpa ijin itu.
“S-sayang boleh aku keluar rumah hari ini? “ucapnya gugup, kalau dia memukul ku bagaimana?.
Ohhh,,,Jadi ini alasan mu bersikap manis, Dirga.
Melihat tidak ada respons dari suami nya, dan hanya ekspresi masam yang ditunjukkan.
Mungkin diamnya dia meminta alasan ku, itu lah kesimpulan yang dipikirkan otaknya.
“a-ku ingin masuk kuliah, aku sudah ketinggalan banyak makul, dan a-aku ingin menyelesaikan dengan cepat study ku”.ucapanya terbata dengan penuh kegugupan yang melanda.
Flashback on.
“Kau Akhir-akhir ini semakin melawan, apa karena aku terlalu baik? “.ucapnya dengan tatapan tajam jika pandangannya adalah pisau pasti siap menusuk siapa pun makhluk didepannya.
“Jangan lupa status mu, jangan membuat ku semakin marah dengan tingkah mu ini, semakin kau melawan jangan salahkan aku jika aku bertindak lebih jauh”.serunya nya lagi.
“A-aku hanya ingin menyelesaikan study ku dengan cepat”.menjawab dengan alasan yang sama.
Seperti alasan yang derta lontar kan sebelum nya. Menunduk takut.
Mengapa setiap kalimat mengancam nya tidak bisa dilawan.
Ya, dia sudah memberi alasan yang sama dari awal perdebatan mereka.
Sabar,,, ini ujian. Begitulah hati nya menyemangati. Derta.
“Aku tidak mengijinkan mu”.saut suami nya lagi dengan datar.
“Why? Apa aku membuat kesalahan? “tanya nya menggebu. Derta menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.
Aku bukan tahanan, mengapa memberlakukan ku seperti tahanan.
menahan sesak didada. Mempalingkan pandangan melihat dinding kamar berusaha menguatkan diri.
Dengan langkah gontai dan sesak melangkah kakinya keluar dari kamar, tidak peduli dengan tatapan menghunjam dari suaminya.
“mau kemana kau? Jangan berani kau tidak mendengar kan ku”.seru Dirga tanpa menyadari suara nya sudah mencapai langit-langit kamar.
Derta menghentikan langkahnya, tangan nya sudah membuka sebagian pintu kamar, dia bisa melihat para pelayanan yang masih mondar-mandir membersih ruangan didekat kamar mereka. Dan dia yakin pelayanan mendengar pertengkaran mereka.
Karena dilihat dari reaksi mereka ada ketakutan. Dan segera membubarkan kan diri.
********
jangan lupa like guysss💙💙💙💙