Household

Household
#cerewet



Derta melenguh, mengumpulkan kesadaran nya. Mencoba mengangkat tubuhnya ketika dirasakan lagi-lagi tangan yang sama melekat erat tubuh di tubuhnya.


Dikiranya gue bantal guling apa? Mengeram kesal.


Dengan malas mengangkat wajahnya melihat jam bergantung manis didinding kamar mereka.


“Pantasan perut ku sangat lapar” Cicit nya melihat sudah saatnya jam makan siang.


“Aku bahkan tidak pernah berpikir akan tidur dipagi hari”mengeleng-gelengkan kepala mengingat suami yang memaksa nya mengajak tidur.


Beranjak membersihkan diri.


*


Dirga terbangun merasakan tidak ada tubuh yang di peluknya erat.


Kemana lagi wanita itu, menahan emosi.


Meredamkan emosinya ketika didengar nya bunyi pancuran air. Dari kamar mandi.


Apa aku begitu takut kehilangan nya?


Ceklek..... Pintu kamar mandi menampilkan istrinya yang terlihat sangat seksi dengan rambut basahnya.


Membuat nya mengulum senyum dibibirnya.


“Sayang apa kau sudah bangun? Tanya istrinya.


“Apa kau tidak melihat ku lagi apa sekarang? Seru Dirga. Menunjukkan matanya nya yang sudah terbuka.


Aku kan hanya bertanya mengapa sangat emosional sekali. Huh. Dasarnya menyebalkan. Mengerucut bibir seksinya. Yang membuat sumaminya ingin memakannya.


“Cepatlah mandi, aku akan menunggu diruang makan “ujarnya keluar dari ruang ganti.


“siapa kau berani memerintahkan ku? Mandikan!aku lagi demam sekarang “ujarnya angkuh.


Astaga. Membuat ku ingin membunuh mu suamiku.


Hobby banget bikin emosi.


“Sayang, Aku pikir kau hanya perlu mengelap tubuhmu saja, seperti nya kau masih demam”


“kau memerintahku lagi”tuding nya.


Aku kan hanya memberi saran.


Apa matanya buta aku sudah mandi sudah berpakaian cantik begini Masa harus mandi kan dia.


“Aku pikir kau belum sekarat, dan masih bisa mandi sendiri “gumamnya kecil yang masih bisa ditangkap oleh pendengaran suaminya.


“apa mau menyangkal?


“Sayang, mana mungkin aku membicarakan kan mu, hehe.. Aku hanya menghapal makanan apa yang cocok dimakan orang demam”jawabnya dengan senyum manis.


Aku tau dia bohong tetapi mengapa hati ku teduh mendengar nya.


*


Perdebatan yang cukup lama. Derta membujuk suaminya untuk mandi sendiri dengan dalih dia harus mempersiapkan apa yang harus dibuat nya untuk makanan orang demam.


“Dasar wanita keras kepala”gumamnya menatap punggung yang keluar dari kamar mereka. Tapi tidak lupa dengan senyum yang menghiasi bibir nya.


Mengingat sangat manis istrinya membujuknya.


Flashback off


“Sayang kalau orang demam tu makanan nya tidak boleh sembarangan, jadi aku harus memastikan apa yang kamu makan harus bergizi”membujuk suaminya.


“nanti lama demamnya siapa dong yang jaga perusahaan kamu”ucapnya dengan muka polos. Membuat dang suami ingin tertawa lepas. Tapi ditahan.


Menangkup wajah istrinya dengan kedua tangan besarnya.


“Kan ada sekertaris hen”mencium sekilas bibir yang selalu membuat nya candu.


“Sayang, mandi sendiri ya, aku harus memastikan makananmu, sesuai dengan kebutuhan mu”ujar polos.


“Seperti nya aku tidak membutuhkan kan makanan”menatap intens wajah yang masih di tangkup dengan kedua tangannya dengan senyum penuh arti.


“Aku ingin memakan mu, hahahh”membenam kan bibirnya di belahan bibir istrinya yang menggoda.


“sayang jangan gitu”mendorong tubuh suaminya dengan tangan nya sudah ditempat favoritnya.


“Nular demamnya nanti”jelasnya membuat wajah suaminya perlahan melembut.


“sayang jangan marah”dengan memberanikan diri mencium hidung, mata dan bibirnya untuk merayu.


Kalau demam nya nular rawat aku ya sayang”ingin sekali rasanya mengungkapkan hal itu.


“katanya nular”Dirga meningat kan.


Membuat Rona merah merambat dipipi cantik istrinya.


Flashback on


Meningat kembali istrinya yang Mencium seluruh wajannya, hidung, pipi, mata tidak lupa dengan bibir yang cukup lama, heheh.


Istriku sungguh mengemaskan.