Household

Household
#Hukuman 1#



“Apa kau sudah menyelidiki apa yang ku perintahkan hen?


“Sudah tuan”


“1 minggu kumpulkan semua bukti -bukti yang kita butuhkan” Perintah tegas dan tak terbantahkan keluar dari mulut tuan muda yang tampan.


“Mengapa tubuhku beraksi ketika menyentuhnya?


“Selain dia yang hadir dimasa lalu, belum ada wanita yang bisa membuat tubuhku beraksi”


Huh......... Mengapa aku masih mengingat wanita yang sudah menyakitiku.


Dirga hanyut dalam pikirannya.


“Tuan muda maaf, apa anda baik-baik saja? Tanya sekertaris hen. Yang merasa khawatir.melihat tuan mudanya terdiam.


Walaupun biasanya dia hanya diam, tapi diam nya saat ini terasa berbeda.


“Apa tuan baik2 saja? Tanya nya lagi melihat tuannya tidak merespons pertanyaannya.


“Apa aku perlu menyiapkan sebidang tanah untuk pemakaman mu?


Kesal dirga.


“jika kau ingin selamat simpan pertanyaan itu untuk dirimu,


Seharusnya nya kau mengkhawatirkan apa yang akan ku perbuat untukmu”


“Maaf tuan'jawab sekertaris hen. Tenang.


Apa kau pikir aku takut dengan ancaman mu tuan muda, huh..


Yaaa...... Walaupun ku tau kau tidak pernah main2 dengan perkataan mu”


Tapi aku tetap laki-laki gentelmen yang tidak takut diancam sesama kaum.


Dasar laki 2 pemarah.


“Jangan kau bergosip dalam otakbmu. Apa kau wanita Penggosip. Mengapa kau berganti jenis kelamin tidak memberitahu ku”


Heheheheheh... .


“maaf tuan muda, saya masih pria sejati”


“Kalu bergosip itu hak semua kaum”


“Apa tuan tidak penasaran apa yang ada dalam otak saya?


Saya memikirkan betapa serunya melihat wanita memakai bikini”


“Buang pikiran kotormu, dan jangan lupa besok ambil uang pesaong mu.


Besok terakhir kerja di kantorku”perintah Dirga. .


Wuihhhh...... Maaf tuan muda”


“apa benar tidak perlu memberitahu nona kalau tuan pulang? Tanya nya serius.


“apa aku perlu mengulangi perintah ku.


“Bagaimana ini? Apa nona muda belum bangun?


Tanya pelayan yang satu dengan yang lain.


“Apa yang kalian bicarakana? Tanya bi erma. Yang penasaran dengan apa yang dibicarakan bawahannya.


Dia memang memegang jabatan ketua pelayan dirumah tuan Dirga syahputra.


“Maaf Bu, nona muda belum bangun”


“Biarkan saja”


“Apa kalian tidak mendengar perintah tuan muda?


“jika kalian membangukannya, apa kalian sangup menanggung akibatnya?


“Maaf”


jawab pelayan itu dengan patuh mendengar kalimat yang keluar dari ketua ibu pelayan.


Mereka tau dirumah itu ada semua mata-mata.


Siapa yang akan sangup menerima hukumannya. Memilih diam adalah yang terbaik.


“Cepat buka kan gerbang untuk tuan”


D3ngan segera penjaga- penjaga membuka kan gerbang untuk tuan mudanya dan menyambut layaknya raja.


Jika orang orang normal melihatnya mereka akan berpikir bahwa tuan muda gila akan kehormatan.


“Dirga mendelikkan matanya, melihat tidak ada perempuan yang resmi menjadi istrinya menyambutnya”


“Beraninya dia”


Dengan geram dia keluar mobil


dan cepat -cepat ingin memberi hukuman kepada siap pun yang tidak patuh dengan perintahnya.


Sekertaris hen sudah mengumpulkan tangan nya menahan amarah.


Beraninya gadis itu membuat tuan nya emosi.


Derta yang sedang nyenyak tidur harus terbangun mendengar suara ribut-ribut.


Ya.. Tuhan bukankah aku harus menyambut suamiku?


Apakah dia sudah pulang? Bagaimana ini? Apakah dia akan membunuhmu.


Apa alasan yang akan ku buat?


Huhuhuhuhu.....


Dengan segenap raga derta mengumpulkan jiwa dan ragannya.


Dengan berlari kecil menuju kebawah.


Jlebbbb........ Tatapan nya sangat menakutkan.


Apa yang harus aku lakukan, aku tidak berani turun lebih kebawah lagi.


Tatapan benar-benar seakan siap membunuh siapapun yang melanggar peraturannya.


Apa yang harus kulakukan, apa aku perlu membuat penawaran.. Hiks, hiks, hiks.


Kembalikan aku kemasa kecil.


Biar aku tau ternyata kehidupan dewasa ku seperti ini, setidaknya aku sudah mempersiapkan diri menghadapi kematian orang tuaku. Dihianti bibi sendiri.


Dan menghadapi kemiskinan, dan yang terpenting menghadapi laki brengsek ini.


Hiks, hiks, hiks.


“Siapa yang menyuruhmu berhenti disitu”terdengar suara perintah yang memekakan telinga.


“Seret dia, dan buat berlutut dihadapanku”


Dengan segera pengawal menyeret tubuhku, yang berusaha meronta. Aku benar-benar takut.


Tetapi tidak boleh menangis. Hiks, hiks, hiks(Didalam hati?).


“Kalian semuanya pergi”lelaki brengsek itu cmemberikan perintah kepada pelayannya. Yang sudah bergegar ketakutan.


Tanpa basa-basi dengan segera mereka, semuanya pergi. Terkecuali sekertaris hen.


“Sekertaris hen, hukuman apa yang paling cocok untuk gadis pembangkang? Tanya Dirga dengan seringai lebar dan licik.


“Bagimana kalau dikamar tuan”


“itu ide yang sangat menggiurkan”jawabnya.


Sekertaris sialan beraninya kau memberikan ide gila itu. Dirga mengutuk dalam hati.


“Apa kau tau dia mempunyai hukuman yang perlu ditebus nya?


“Iya tuan”jawab sekertaris dengan santai dan menatap nona mudanya yang ketakutan.


Siall..... Apa kau pikir aku tidak tau maksudmu, hukuman yang waktu aku tidak sengaja menabrak mu kan,


Itu kan bukan kesalahan wahai pria brengsek, apa kau tidak pernah menabrak orang? Sehingga dengan sengaja nya anda meberikan ku hukuman.


Saya kan istri anda. Hiks, hiks, hiks.


Sekertaris sialan itu, jika aku sudah mengambil hatinya akan kupastikan. Kau juga akan menderita. Mengapa kita tidak bekerja sama saja.


Apa kau mau melihat tuan mudamu dengan sikap arogan seperti itu.


Hiks, hiks, hiks, hiks, hiks,............


“Hukuman apa lagi yang cocok, buat orang yang memakai dalam hati? Sekertaris hen?


“Memotong hatinya tuan muda”


*Siall... Mengapa dia bisa tau aku mengutuk nya dalam hati??


Stop membicarakan hukuman..


1 saja belum ku tebus, mengapa kalian membicarakan hukuman yang lain.


**Jangan lupa vote, like and komen guyss💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜***