Household

Household
#Berangkat bersama#



“Turun” Perintah dari sang komandan tuan Dirga. Dari jok depan dengan sekertaris di sampingnya.


Yaaa... Hari ini aku memasuki kampus baru, kampus milik tuan Dirga terhormat tuan Dirga yang sekarang menjadi suamiku.


Yee.. Aku yang dengan semangat keluar dari mobil.


Akhir nya bisa menghirup udara kebebasan, hijs, hiks, hiks.


Tidak mempedulikan deru mobil yang berlalu pergi.


Merentangkan tangan lebar menghirup udara segar. Mengendah kepala keatas merasakan sejuk nya udara pagi.


Menikmati kampus yang asri. Dan sepi.


Karena ini masih pagi. Teman.


Aaaa.... Tangan siapa yang dengan beraninya menarik telinga istri pemilik kampus ini.


Heh.. Dengan kesal derta membalikan badannya untuk memberi hukuman.


Jlebbb.......... Tuan Dirga dengan tatapan dinginnya.


“tuan, heheheh apa anda belum pergi?" Tanya derta jenaka.


Memegang tangan suaminya untuk meningatkan bahwa telinga nya sakit.


berhenti menarik telingaku. protes.


"Lihatlah kau sudah berani mengusir ku, dan


mana mungkin aku pergi, sebelum bermain dengan mainan ku”jawabnya dengan senyum lebar.


"Tuan, jika tuan ingin bermain tunggu dirumah saja, saya akan dengan sabar menemani anda”sautnya pasrah." tuan ingin bermain apa? petak umpet, kelereng atau apapun mainan nya"


kok aku bilangnya bermain ya? kan dia bukan anak kecil. hehe. tapi dia kan bilang bermain. sto


"Hahahaha...... Lihatlah bahkan belum sejam aku melepaskan mu, kau sudah berani membantah”.


Teruss aku harus apa lagi *******.


Apa aku harus diam kau menarik telingaku, tanpa sebab dan alasan. Lagi pula aku kan hanya membela diri.


"Tuan, maafkan saya”tangis derta dengan air mata menganak di kelopak matanya.


Hemmmmm.........


Kalau ingin berangkat pagi tadi mengapa harus mengajak ku juga. Kalau pada akhirnya kayak gini.


Bahkan hanya untuk merentangkan tangan menghirup udara saja tidak kau ijinkan.


Aku yang tidak berdaya hanya bisa pasrah kau menarik dan menyiram ku dari tidur nyenyakku.


Hanya untuk kau ajak berangkat bersama-sama.


Tapi lihatlah apa yang kau lakukan. Hiks, hiks, hiks.


Dan kau menjawab permintaan maaf kuhanya dengan. Hemmm...... Emangnya aku ngerti apa maksudmu. Derta*.


"Ikut ke kantor “perintahnya.


"Tuan,, saya harus masuk. Hari sangat penting, banyak hal yang harus saya urus”.tolak derta halus dan menahan tangan suaminya yang menarik tangannya.


'Apa kau berani menolak ku, hah”teriak Dirga menarik rambut istrinya.


"Tuan, sakit. Hiks, hiks, hiks.


Saya akan mengikuti tuan”


Hemmmmm.........


"Suruh pak budi urus semua berkas dia yang belum selesai”perintah nya kepada sekertaris hen.


Yang bersandar santai dimobil. dengan sigap menelpon pak budi.


Flashback


"Seperti nya nona sangat senang tuan”.ujar sekertaris hen memecahkan keheningan di mobil.


"Mengapa dia sangat senang bergaul dengan banyak orang tidak berguna hen?"


"Dia akan mempunyai banyak teman, untuk diajak tertawa tuan”.jawab sekertaris hen. Melihat kearah tuannya.


Dirga yang tidak pernah merasakan bangku perkuliahan hanya menerawang jauh menatap jalanan.


"Kita jemput dia lagi”perintah mengejutkan sekertaris hen.


"Apa maksudnya tuan?" Sekertaris hen terkejut.


"kau cukup tau hen,


Aku tidak mengijinkan berbahagia “.


Sesuai permintaan tuan muda, yaitu menjemput istrinya.


Back story


Sekertaris sialan, apa kau tidak mengkasihani nasib budak tuanmu ini, hah.


Mengapa kau sangat penurut sekali.


Kan anda tidak terikat kontrak hidup dan mati bersama laki brengsek ini kan.


Terus apa yang perlu kau takutkan”huh.


"Pletak....... Apa yang kau pikirkan dengan otak bodoh mu itu, hah".


Sakit.......sebutir air mata jatuh dipipi cantik istrinya.


Apa aku terlalu keras menjentek nya.


Huh.. Untuk apa aku peduli, dia kesakitan atau tidak.


"Mengapa kau sangat cengeng, hah”.ujar Dirga mengelus pelan lagi kening istrinya.


Apa kau kira kening ku ini besi, sehingga ketika kau jenteknya tidak sakit.


Sadarlah tuan, kening ku hanya terbuat dari daging tipis yang dilapis kulit .


Sekertaris hen hanya tersenyum melihat dari kaca spion melihat tuan dan nyonya muda mereka. .


Ternyata anda perlahan-lahan peduli dan menyukainya tuan.


Walaupun dia masih kecil menurut anda, percayalah dia cukup dewasa dari sikap nya.


Sekertaris hen tidak berhenti tersenyum melihat pemandangan dibelakangnya.


Apa yang yang kau tertawakan sekertaris sialan.


Apa kau mau menertawakan kesialan ku, hah”terikat dengan bos sialan mu ini.


Derta menatap tajam kearah sekertaris hen.


Brukk... Dengan keras derta menendang kursi didepannya.


"Apa kau mau melawanku, hah”.teriak tuan Dirga mengisi ruang mobil ini.


Dengan keras dia mencekiki leher istrinya yang sudah kelayapan kekurangan oksigen. .


"Ma.. af tuan, sa.. Ya tidak bermaksud meny inggung anda”jelas derta terbata-bata.


Aku tidak menantang mu tuan, apa kau tidak melihat aku menendang kursi sekertaris hen.


Bukan menendang mu. Hiks, hiks, hiks,.


"Kau masih berani membela diri, hah”


Tuan.. Derta kelayapan berusaha melepaskan tangan suaminya.


Uhuk... Uhuk...... Sekertaris sialan tolong jelaskan kepadanya bahwa aku sedang memarahimu.


Dan bukan dia.


"Maaf nona saya tidak bisa membantumu”.sekertaris hen seolah mengatakan hal tersebut dengan menundukan kepala memberi kode bahwa dia tidak bisa apa.


Urus saja urusan nona sendiri”seolah-olah dia mengatakan hal itu.


Apa aku akan mati sekarang didalam mobil sialan ini, dan mati dihadapan 2 lelaki brengsek ini.


Hiks, hiks, hiks, dengan muka memerah kehabisan napas derta berusaha melepaskan tangan suaminya yang mencekiki lehernya.


Dirga yang dipenuhi emosi, menatap bengis istrinya, beraninya wanita ini melawannya.


Tuan.. Uhuk.. Uhuk... Dengan segenap tenaga derta memggeserkan badannya dan memeluk erat tubuh suaminya.


Spontan tangan tuan Dirga terlepas dan menatap heran kearah istrinya yang memeluknya erat.


"Apa yang kau lakukan, hah?"Teriak Dirga berusah melepaskan pelukan istrinya.


Derta dengan keras kepala menggelengkan kepala didada suaminya, seolah memberi isyarat aku tidak akan melepaskan pelukannya apapun yang terjadi.


Sekertaris sialan aku akan membunuhmu. Derta.


******


*Dia bisa menjadi kan mu pasangan yang paling bahagia sekaligus bisa menjadi kan mu pasangan yang menyedihkan, tergantung kalian memilih alur yang mana? .


too : husbanf and wife*.


Jangan lupa vote like, and komentarnya teman😘💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜