Household

Household
#Perasaan apa ini?



“Hentikan tangisan mu itu, sungguh menganggu orang yang sedang deman” Ujarnya enteng.


Hah, derta mendelik kan matanya, aku sungguh serius dengan masalah ini, aku sungguh ingin terlepas dari masalah ini. Aku lelah.


Berhenti mengalihkan pembicaraan. Jangan egois dong hanya memikirkan keadaannya sendiri.


“Tuan, saya sedang tidak Main-main dengan ucapan saya”tegasnya.


“Apa kau tuli, aku mengatakan tidak akan menyetujui kau terlepas dari kontrak itu, gadis bodo” Ujar nya memperbaiki bantalan kepala nya dan berbaring dengan ingin memeluk sesuatu.


Derta menatap geram lelaki didepannya.


Dan menantang suaminya yang balik menatap nya.


Seolah dia memberi kode aku tidak tinggal diam jika kau menyakitiku lagi. Itulah arti sorotan matanya.


Hehehh.. Dirga hanya terkekeh geli melihat tatapan geram istrinya yang terlihat sangat mengemaskan.


Membuat ku ingin memakan mu.terlintas ide dikepalanya.


“Naiklah”menepuk-nepuk tempat kosong disebelah nya. Tidak lupa dengan senyum 400 watt.


Senyum mu sungguh mengerikan tau.


Dan emang siapa yang mau berbaring disebelah mu. Aku emosi sekarang tau. Ngerti ngak sih.


Dirga yang melihat ke enggak an istrinya. Hanya tersenyum manis.


Mengapa dengan wanita ini aku bebas mengekspresikan diriku yang sesungguhnya.


“Jika kau menuruti perintahku, akan ku bebas kan sahabat mu”ujarnya.memejam kan mata. Sungguh menyakitkan jika seperti sekarang.


“Apa kau tidak bohong? Tanya nya ragu.


Melihat hanya gerakan anggukan dari suaminya membuat nya menurut saja.


“Apa kau ingin aku mengurut kepalamu? Tanya nya ragu.


Melihat suaminya diam, berarti dia setuju dong.


Dengan malas berdiri. Ketika dirasakan nya tangan yang menahan nya.


“mau kemana?


“Aku hanya mengambil minyak untuk mengurut kepadamu. “ujar beranjak berdiri.


Huh, seperti ini membuat ku terasa menjadi istri yang sesungguhnya.


Pikirnya menuang kan minyak ditangannnya.


Lelaki ini memang tidak mudah ditebak.


Dan berbakat mengubah suasana, tadi bahkan aku pikir akan ada pertengkaran yang menimbulkan pertumpahan darah.


Aku pikir dia tidak bisa demam. (Dia kan manusia juga thor😁)


“bau apa ini”ujarnya menepis tangan istrinya diatas keningnya.


“ini bau minyak telon tuan “


“pangggilanmu”ujar nya mengingat kan istri yang memanggilnya diluar kata sayang. Hemmm.


mengapa sangat sensitif?


“bau yang tidak enak” menarik tubuh sang istri agar ikut berbaring disampingnya.


Menarik erat dan menyembunyikan wajah didada istrinya.


Derta menolak pelukan suaminya. ini masih pagi tau, dan jangan kurang ajar dong punya muka tu, menempel sembarangan. Mendorong pelan.


“Diamlah atau aku akan menghukum mu”mengeratkan pelukannya dan meringkuk dalam pelukan istrinya yang terasa menyenangkan.


Aku sungguh ingin merasakan pelukan dari wanita yang melahirkan ku. Yang bahkan tidak pernah ku lihat sosok nya.


Derta melihat suaminya memeluknya erat hanya terdiam dan mengelus pelan punggung nya.


Kapan lagi sih liatnya dia tidak berdaya gini, heheh.


Tapi kasihan, dia benar benar demam. Mengeratkan pelukan suaminya ditubuhnya.


Yang membuat sangat empunya tersenyum merasakan istrinya mengeratkan pelukannya.


Apa aku mencintaimu?


Aku tidak mengerti perasaan cinta. Dan aku tidak ingin mengenal nya.


Tidak ada yang memberi tahu ku seperti apa itu cinta?


Kakek hanya mengajarkan bekerja keras dengan karakter tegas. Mengajarkan ku mencari uang. Dan seperti apa dengan kejam menjatuhkan lawan.


Bukan mengenal cinta yang sungguh menjijikkan.


Tapi kehadiran makhluk ini membuat ku bertanya apa aku mencintai nya?


Akuu sungguh tidak mengerti.


Apa yang akuboikirkan, huh??


Terima kasih banyak buat para reades yang masih setia membaca karya author😭


Sungguh sedih rasanya melihat author lain yg bisa update nya tiap hari.


Author harus bagi waktu buat belajar dan menulis. Dan serta streaming idola author. Kpopers .


Pokonya thanks you very much with your support .