
“Tidak, kakak ipar harus duduk dengan ku dibelakang. “ Sengit Vanya menatap kakaknya yang memaksa kakak ipar nya duduk didepannya.
“Kau pikir aku sopir, hah. “ Dirga menatap datar adiknya.
“Dia istri ku, kalau kau tidak lupa. “ Tunjuk nya kearah istrinya.
derta hanya menatap mereka cengo melihat perkelahian kedua bersaudara itu.
“Tidak, aku bilang tidak. Kakak ipar harus duduk dengan ku. “ Serunya dengan mata memerah. Menarik tangan derta memasuki mobil. Dan duduk dibelakang.
Dirga menatap jengkel, adiknya. Dasar anak kecil.
“kau bertingkahlah sesuai porsi. “serunya datar sembari masuk kedalam mobil.
Membuat banyak terdiam.
Derta bisa melihat apa yang dirasakan teman sekaligus adik iparnya itu.mendengar ucapan suaminya.
Perasaan sakit.
Apa maksud dari pertanyaan suaminya?
Mendekat kan diri dan memeluk adik iparnya.
“Udah nyet, nangis nya di entarin. “mengelus sayang punggung adik iparnya nya itu. Membuat Vanya semakin sesenggukan.
Ehh, bukan nya tadi sangat berani? Mengapa sekarang jadi cengeng? Membuat derta terheran melihat sikap baru adik iparnya. Menggeleng-ngeleng kan kepala.
Dirga menatap sinis adengan dibelakang nya.
Derta balik menatap sengit kearah suaminya. Membuat Dirga semakin geram.
Perjalanan hanya diisi keheningan, vanya masih betah bersandar dipeluk kan kakak iparnya. Nyaman itulah yang dia rasa kan sekarang.
Sementara derta bersungut dalam hati.bahu sedikit keram karena lama memiringkan tubuh nya memeluk adik iparnya.
Mengapa sangat manja sekali, huh.
Aku ini hanya tua 1 tahun loh darimu adik ipar nya.
Vanya menangkat tubuhnya melepaskan pelukan nya. Menghapus air mata yang masih tergenang disudut mata nya. Seperti anak kecil.
Membuat derta terkekeh pelan.
Derta tidak tau harus menjawab apa, membuat nya menatap pemandangan diluar kaca mobil. Aku harus berani. Itulah yang dipikirkan nya.
Menangkat kembali wajahnya melihat maniak mata adik iparnya.
“Kau tidak perlu memanggilku kakak ipar....astaga.. “pekiknya keras. mobil terhenti tiba-tiba. Membuat derta mengeram kesal begitu juga dengan vanya tetapi dibibir vanya terlihat senyum yang penuh arti.
Dirga yang mengemudi mengeram marah, mendengar istrinya seperti tidak mengakuinya. Memegang setir dengan kuat sampai jari kuku nya memutih.
Dirinya hanya diam Sedari tadi mendengar percakapan Antara istri dan adiknya.
Dia juga menunggu jawaban apa yang diberi oleh istrinya mendengar pertanyaan dari adiknya.
“kakak, Hati-hati lah mengemudi, sekarang kakak membawa dua wanita cantik didalam mobilmu. “seru vanya protes tanpa merasa bersalah.
Dan dianggukkan setuju oleh derta yang juga menatap suaminya kesal.
“kalau aku tidak memanggilmu kakak ipar, terus bagaimana aku memanggilmu?“vanya bertanya kembali dengan polos.
“Si t*lol, panggil kayak biasa nya, ya namaku. “jawab derta anteng mencubit gemas pipi vanya.
Tanpa menyadari keterkejutan tergambar jelas dimata suaminya maupun adik iparnya yang terkejut mendengar kalimat kasar dari mulutnya.
Belajar dari mana kalimat kasar itu? Dirga menatap dengan menyala istrinya dari kaca depan mobil mewah nya.
“terus untuk masalah aku menikah dengan kakak mu, ya karena aku mencintai nya. “ucap derta dengan senyum manis menghias kedua bibir mungilnya.
“Dan jika kau penasaran bagimana aku bertemu dengan nya itu masalah suami istri, yang belum menikah dilarang kepo. “serunya lagi dengan terkekeh.
Melihat wajah vanya dengan mulut terbuka lebar mendengar jawaban atas pertanyaan nya.
Dirga tersenyum kecil, jantung nya berdegup kencang mendengar penuturuan istrinya. Perasaan hangat.
Aku benar-benar jatuh ke dalam pesona istrinya kecilnya.
Sementara vanya melongo, bagaimana ada manusia normal yang Nebucinin kakak jahatnya.
******
jangan lupa vote dan like teman-teman❤
komentarnya tolong dibanyakin dong😂