Household

Household
#Semua sama saja#



Perjalanan yang diisi perdebatan antara alex dan Vanya. Yang berulang kali menanyakan apakah mr. Alex tau atau tidak letak tempat tinggal derta.


Yang hanya dijawab dengan tatapan tajam.


“Kalau sendiri tidak tau lebih baik diam” Sautnya.


“Kau ini sungguh aneh? Kau bukannya hanya beberapa hari berteman dengan nya, mengapa kau sangat khawatir? Seru mr. Alex kesal.


Pertanyaannya sontak membuat vanya melebarkan matanya cemberut.


Menatap dengan geram pria di samping nya. Kemudian kembali meluruskan pandang nya menatap jalanan didepannya.


“Dari puluhan tempat yang aku jelajahi dan berteman dengan banyak orang. Aku tidak tau mengapa aku merasa nyaman berteman dengan derta. Aku tidak tau mengapa? Aku tau kami baru bertemu.


Akh, sungguh susah sekali rasanya menjelaskan. Intinya aku hanya ingin mempertahankan pertemanan kami.


Aku juga ingin menetap pada satu titik. sungguh menyebalkan harus beradaptasi d3ngan lingkungan baru. Serunya dalam hati. Mengingat dirinya tidak pernah bertahan lama ditempat baru.


“Apa kau memiliki rencana jahat untuk mencelakakan derta? Tanyar. Alex serius dengan menatap sebentar kearah mahasiswi disamping nya.


“Bapak kalau ngomong pakai otak juga dong, kalau mau mencelakai nya, mengapa saya sangat mengkhawatirkan nya”jawabannya kesal.


“siapa tau kan”ujar mr. Alex santai.


“Seharusnya saya yang takut dengan bapak berdua didalam dalam mobil, mungkin saja bapak pria jahat yang mungkin berkedok sebagai dosen untuk mengelabui musuhnya”serunya tidak peduli dengan tatapan melotot dari dosennya.


“Pak kok berhenti disini? Tanya nya.


tercetak jelas ketakutan di matanya menatap jalanan yang sepi, karena memang jalan itu terlihat jarang dilalui.


Di tambah dengan pepohonan menjulang tinggi. Di kedua sisi jalan menambah kesan angker. Karena mereka memang sudah keluar dari jalan raya. Menatap kearah Dosennya yang terlihat diam tidak bergeming mendengar pertanyaannya.


Perasaan berkecamuk memasuki pikiran nya. Apa yang aku katakan tadi benaran? Ya Tuhan..aku masih ingin hidup lama aku juga masih punya impian, hiks, hiks, hiks.


“Keluar”suara dingin terdengar dari dosennya. Membuat nya cepat memutar bola matanya.


“Pak apa kita sudah sampai? Tanya dengan takut menatap sekitarnya yang terlihat tidak ada satu pun pembangunan yang ada hanya pepohonan yang menghiasi jalan.


“Aku bilang keluar bukan karena sudah sampai.. Tapi karena...


“pak apa mobilnya bermasalah”tanya nya cepat. Kan tidak lucu mobil mogok tempat mengerikan seperti ini. Pikirnya.


‘karena aku penjahat”jawabnya dengan ekspresi datar. Kesal karena wanita disamping nya menyaut sebelum dia selesai berbicara.


“Bapak!!! Teriaknya keras. Membuat gendang telinga siapa pun tuli mendengarnya.


Gadis sialan, suara nya mengalahkan suara toa. Mr. Alex.


Ceklik... Terdengar suara pintu mobil terbuka.


“Keluar sebelum aku berubah pikiran, sebelum aku benar-benar berpikir membunuh mu”ujarnya datar.


Keluar dari mobil, membuka pintu mobil disamping wanita yang hanya terdiam ketakutan. Menarik tangan-Nya.


“Keluar”ujar nya sekali lagi sambil menarik tangan wanita itu.


Vannya mencari apapun untuk berpegangan.


“Bapak maafkan saya, saya tidak bermaksud berbicara seperti itu”ujar pelan. Menangkat wajahnya yang menampakkan air mata yang mengalir semakin deras di mata nya.


“keluar!! Sebelum saya mengabisimu”ujar nya dengan suara menyakinkan dan menatap tajam.


“Ba-pak ma-afkan saya, sa-ya masih punya impian dan saya masih belum bertemu derta”ucapnya tersedak di sela tangisannya.


“tidak peduli “


Wanita konyol, kalau saya penjahat benaran apa kau akan dikasihani.


“Bapak kalau bapak bunuh saya, bapak yang akan dihukum, karena banyak orang lihat saya dimobil bapak “protesnya dengan polos.


Yang membuat orang yang mendengar nya ingin ketawa tapi ditahan.


Dia ini mengapa kelihatan sangat mengemaskan. Plak memukul kepalanya Sendiri pelan. Apa yang aku pikirkan.


Menatap tajam kearah wanita didepan nya.


Kemudian membalikan badan kembali memasuki mobil. Menutup pintu mobil dengan keras membuat wanita itu terlonjak terkejut.


“Kalau masih ngomong macam-macam aku tidak segan menurunkan mu atau pun menghabisi mu”ujar nya dengan suara dingin menatap kearah wanita di samping nya yang hanya menanggukkan kepala.


Vannya yang berusaha menghentikan tangisan. Hanya menanggukkan kepalanya mendengar ancaman dari pria di samping nya.


Ternyata dia kejam, sungguh tidak berbeda dengan pria yang mana pun yang kukenal. Sama halnya dengan daddy. Pikirnya menatap nanar kakinya.


********


Terima kasih yang masih baca karya saya😭


ingin sekali rasnya bisa update tiap hari kayak penulis lainnya.


but, saya punya kehidupan nyata yang masih saya jalani.


kegiatan yang menuntut banyak waktu.


taukan masa belajar dirumah. teacher nya ngasi tugas yang udah buat otak pusing 7 keliling🤣🤣🤣(jangan tersinggung 🙏🙏)


pokoknya thanks, buat yang masih baca karya saya yang jauh dari sempurna ini.


jangan kike dan komentar nya guyss. dan dukung terus saya💜💜