Household

Household
#Amarah#



“Brakkkk..”aaa pantat ku sakit.mengelus bokong nya sendiri. Dengan mulut mayun-mayun.


Apa aku nabrak pohon, mengapa sangat keras?


Eh, tunggu aku menabrak manusia lihat saja kakinya. Melihat kaki seseorang masih berdiri dihadapannya.


Aaa.. Mengapa dia tidak mau menolongku atau mengulurkan tangannya gitu. Ujarnya menepuk pantatnya menghilangkan rasa sakit.


Tanpa melihat siapa orang yang ditabrak nya.


“Pastikan perempuan gila ini tidak bisa berjalan seminggu” Sebuah perintah dengan suara yang dingin dan kejam.


Untuk siapakah perintah itu? Apa mungkin ada orang lain disekitar sini? Melihat sekeliling nya. Apakah sohyun dan jerry sudah menemukan ku sini!? Pertanyaan itu berkecamuk diotak derta dan menatap sekeliling nya. Sepi.


Orang ini arogan sekali, Mengapa sangat jahat?Membuat orang tidak berjalan seminggu”keterlaluan.


“maaf tuan, saya tidak sengaja“mengangkat wajahnya melihat orang yang ditabrak nya. Tidak berhenti menekan bokongnya yang terhantam tanah.


Glek, gila tatapan nya mengapa sangat mengerikan seperti itu? Gumam-gumam pelan. Menurunkan kembali pandangan nya.


Mengapa aku sangat merinding.


Tunggu! Perintah tadi untuk siapa? Siapa orang yang di hukumnya? Pria di depannya ini kan yang memberi perintah? Menatap sekeliling nya yang sepi. Dan hanya ada para pria yang memakai pakaian serba hitam. Dibelakang pria di depannya.


Apa perintah itu untuk ku? Heheh.


Sungguh konyol. Tidak mungkin.


Memang Siapa yang mempunyai hak untuk memberi perintah seperti itu dan menyakiti orang lain.sungguh kejam.


Menangakat tubuh nya, dengan kedua kakinya dengan satunya ditekuk untuk berupaya menompang berat badanya.


“Tuan saya minta maaf, saya sungguh tidak sengaja menabrak anda”menundukan kepalanya. Kemudian mengangkat kembali .


Aaa...ternyata dia jauh lebih tampan jika lebih lama diperhatikan,heheh.bagaimana mungkin ada makhluk setampan ini, dengan raut muka tegas dan arogan.


Apa yang aku pikirkan?memutar ke kiri dan kekanan kepalanya.membuang isi pikirkan nya.


Siapa yang mempunyai hak untuk memberi perintah seperti itu dan menyakiti orang lain.sungguh kejam.


“apa kau tidak pernah melihat pria tampan didepanmu? Gadis bodoh”seru pria di depannya.


Sukses membuat mata lentiknya Melotot.


“ ciihhh.........”, percaya diri sekali dia.


“Berani sekali kau melotot ku”


Apa? Aku melototi mu kan terserah aku, yang punya mata kan aku. Huh.


Aku kira dia pria tampan dan dewasa. Tapi lihatlah, orang kaya lemah keluar rumah saja membawa pengawal. Hehe.


“Berani sekali menertawakan ku, mau ku pukul? “mengangkat tangan kanannya.


"Maaf tuan, saya tidak bermaksud menertawakan anda" saut nya menahan tawa.


Pria yang sangat emosional. Menjengkelkan. Aku kan sudah minta maaf.


“ cepat laksanakan perintah ku, dan pastikan kalian melaksankan hukumannya dengan benar!” perintahnya. Membuat para pria dibelakangnya bergerak.


Tuh kan benar dia anak orang kaya yang manja.


Tunggu, kok mereka kayak target nya saya gitu. Menatap sekeliling.


Glek, yang berdiri di hadapan pria itu sekarang adalah orang yang dimaksudnya. Dan itu adalah aku.


Mengapa aku begitu bodoh tidak menyadari sekeliling ku.


Glek...


“apakah orang yang di sakiti itu saya?tanyaku untuk menyakinkan pendengaran ku dan penglihatanku.bertanya dengan ekspresi polos.


“ Betul nyonya, karena anda sudah kurang ajar kepada tuan kami”jawab salah satu pria dibelakang nya.


What this is?


“Kalian ini ****** atau bodoh sih? Bukankah kalian liat saya tidak sengaja menabrak tuan kalian dan saya juga sudah minta maaf?” ucapku dengan geram. Melotot kan mataku.


“Berani sekali kau melotot kan matamu? “


“Saya hanya membela diri saya tuan”jawabnya polos. “saya juga sudah minta maaf, lagi pula tuan tidak kenapa-kenapa”menunjukkan tubuh pria di depannya. Dengan mata meneliti membuktikan bahwa pria di depannya baik-baik saja.


“ Aku pikir, aku sendiri yang akan turun tangan untuk menghukumnya, siapa yang berani membangkitkan amarah keluarga dirgantara akan merasakan akibatnya”Ucapnya dengan lantang.


Apa? Keluarga dirgantara? Itu kan orang yang dibilang oleh bibi.


Ohh,, tidak. Aku yakin itu bukan dia, heheh. Memang siapa yg mau menikah dengan orang seperti dia. Pria gila itu.


“Bawa dia keruang tahanan, ikat dia dengan benar”perintah nya dengan ketus.


“Hei, jangan sembarangan dong, saya kan sudah minta maaf”ujar derta berkacak pinggang.


“ Baik tuan”jawab bodyguard nya dengan patuh.


Memang keluarga apa yang ku punya? Hiks.


seperti menjatuhkan bom ke arah diri sendiri.


“ teman saya sebentar lagi akan menemukan saya, apa tuan tidak takut dilaporkan? Tanyanya mengancam. Dengan mata melotot.


Berani sekali wanita bodoh ini melototiku. Dirga.


“apa temanmu yang itu? Tunjuk nya kearah belakangnya.


Dengan sigap memutar tubuhnya. Menikuti arah yang ditunjukkan pria di depannya.


Melihat sahabat nya yang terlihat berkeringat.


“ jika kau ingin temanmu selamat, pastikan kau patuh”Terdengar suara dingin digendang telinga telingaku.


Pria gila ini, menyebalkan.


Semoga saja aku tidak dijodohkan dengannya. Sikap arogan itu tidak mungkin ada orang yang betah bekerja dengannya. Huh.


“Baiklah tuan, saya akan patuh, tapi bisa kah saya berbicara sebentar kepada mereka?dan mengatakan saya akan pergi ke suatu tempat yang penting dan meminta mereka untuk tidak khawatir?serunya.


“ Baik lah, jika kau berani macam-macam akan kupastikan kau akan kehilangan temanmu dan keluargamu”serunya dengan nada mengancam.


Dasar orang gila, kayak tidak ada kerjaan. Hal sepele saja dipermasalahkan.


Kalau orang tua yang menabrak nya, emang dia akan mengancamnya seperti ku?


Cuma taunya menindas orang lemah. Huh. Ingin ku cakar muka tampannya itu. Aaaa.. Mengapa aku memujinya?


“apakah anda orang brengsek yang hanya taunya mengancam” Jawabku dengan segera berlari kearah sahabatku.


Membiarkan amarahnya. Yang mengupat dibelakang ku.


***


Lihat lah cewek gila ini, bagaimana bisa dia tidur dengan nyenyak dimobil orang asing setelah diancam . Memutar matanya Menatap wanita disampingnya buang tertidur nyenyak. Dengan kepala bergoyang kekanan ke kiri akibat guncangan mobil.


“kring..kring...kringg...suara telpon berbunyi.


Menatap dengan malas benda pipih itu. melihat kearah sumber bunyi yang terdengar seperti suara taik kucing itu.


Aaa... Kakek tua itu lagi.


“kakek, mana mungkin Dirga, mau dijodohkan dengan perempuan yang Dirga ngak kenal,kakek jangan gila ya”jawabnya dengan kencang.


Topik yang selalu sama dengan ancaman dirinya harus segera menikah.


Menyebalkan bukan?


Buhsyet.. Nie om-om ngak ada akhlak nya. Berteriak tidak sopan kepada kakeknya dan membangun kan tidur orang lain.


“hei, pria gila bagaimana bisa anda berbicara kencang kepada kakek tuan?anda memang benar anak kurang ajar. Sudah jadi pencuri manusia tidak sopan pula, huh”Serunya.


Cihh.....


Wanita gila ini berisik sekali.


***


Bagaimana menjelaskan kepada kakek tua itu. Kalau tidak menikah dengan gadis pilihannya pasti mengancam dengan ahli waris.


Memang siapa lagi cucunya?


“siapa gadis itu? Hah”


“ gadis yang mana kakek?”


“hey, bocah kau jangan membohongi kakek mu ini!”


“ bawa gadis itu pulang sekarang! Jangan membantah!”


“kakek tunggu”


“tutut....... “ bunyi telpon ditutup


“sial...mana mungkin aku bawa gadis gila ini kehadapan kakek”


Kakek memang gila, dasar kakek tua pemaksa” menggerutu dalam hati.kembali menatap gadis disamping nya yang sudah pingsan akibat dibius nya.


“Bagaimana tuan? Apakah tetap membawanya?apakah kita tetap menghukumnya?


“ Tentu saja bodohh!! “


“untuk menghukumnya kita tunggu setelah bertemu kakek gila itu”jawabnya.


“maaf tuan”


****


aaa..terima kasih yang masih setia membacanya. bab ini author obrak-abrik ulang ya😁