Household

Household
Menanyakan



Derta menggeliat tidak nyaman dalam tidurnya. Menghembus kan nafas perlahan kemudian membuka mata, melihat cahaya yang sudah menyusup melalui tirai-tirai jendela.


Beralih, menatap suaminya yang tidur dengan memeluk nya dengan sangat posesif.


Mengapa badan ku sangat sakit,dan lemah. Keluhannya. Kembali membaringkan dirinya.


Dirga yang merasakan ada pergerakan secara terbangun dari tidurnya. Menatap istrinya yang terlihat lesu.


“Apa kau sakit?“Merasakan kening istrinya yang sedikit menghangat.


Derta hanya menggeleng kan kepala nya tanda tidak apa-apa.


“kau pucat. “ujar Dirga khawatir melihat istrinya terlihat berbeda.


“Aku sedikit lelah, aku ingin tidur lagi. “Saut derta pelan sembari mengelamkan tubuh nya dibawah selimut dan memeluk erat tubuh suaminya layak nya bantal guling favoritnya.


Semberut merah merayapi pipi tuan Dirga. Tidak lupa dengan senyum mengembang sempurna disudut bibirnya. Membalas pelukan istrinya.


Tangan tuan Dirga menelusup memasuki baju tidur istrinya tangan berhenti tepat diatas perut rata istrinya.


Derta diam, apa yang dilakukan nya?


“Sayang perut ku baik-baik saja, hanya kepala ku yang cukup pusing. “serunya berusaha menjauh kan tangan suaminya.


Dirga masih bersikukuh mempertahankan tangannya.


“Apa kau sudah ada tanda-tanda hamil. “ujar nya lembut. Sembari mengelus perut itu lembut.


Derta terkisap,


“A-aku belum ada tanda-tanda itu. “cicitnya pelan dan menggelam kan wajah nya di tubuh suaminya lebih dalam.


Mengapa kau menanyakan hal itu? Apa kau ingin aku hamil anakmu? Bukannya aku adalah budak **** mu? Hatiku menghangat ketika kau menanyakan hal itu, sekaligus takut. Takut mengetahui fakta bahwa aku masih sesekali meminum pil KB setelah kita berhubungan, aku tau pil itu manjur untuk mencegah kehamilan.


Bukan kah pada awal pernikahan kita kau menanggapi ku hanya budak mu? Mengapa masih menanyakan kehamilan ku?


Setelah memberi tanda tidak lupa dengan tangan nya yang bergerak aktif menelusuri tempat-tempat favoritnya ditubuh istrinya.


Kembali meraup bibir seksi yang sudah merah cerry cerry akibat ciuman mereka.


Derta membalas dengan lincah setiap pergumulan lidah yang diberikan suaminya. Saling bertukar saliva diantara keduanya.


Dirga tersenyum senang, tumben sekali kali ini istrinya agresif.


Ciuman berapa menit membuat Derta Menepuk-nepuk dengan pelan dada suaminya. Dirinya sudah kehabisan oksigen. Dengan susah Payah derta meraup oksigen sebanyak-banyak mungkin.


Dirga hanya tersenyum tipis melihat istri yang dibawah kungkungan nya terlihat sangat menggemaskan dengan usaha meraup oksigen.


“S-sayang aku ingin bicara. “cicit derta pelan.setelah menetralkan pernafasan nya.


Derta kembali mengkukuh kan hati nya seolah menyakinkan dirinya bahwa apapun yang terjadi nanti setelah mengutarakan keinginan ya dia akan siap menerima resikonya.


Dirga hanya diam mendengar ucapan istrinya, sementara junior nya sudah meneggang , ohh shitt.


Dirga membaringkan tubuh secara perlahan disamping istrinya nya.dan memiringkan tubuhnya Dengan tangan menelusup meraup 2 buah gunung kembar yang menjadi objek favorit nya


Bermain disana tidak lupa dengan mulut yang menyusui sebelahnya dan tangan nya yang satu aktif memainkan yang satu nya lagi. Layak nya baby besar.


Derta mendesah pelan dan juga membalikkan tubuh menyamping memberikan akses kepada suaminya tersebut. Tangannya hanya mengelus lembut rambut suaminya sembari memikirkan kalimat yang kira nya sesuai untuk diutarakan agar tidak memancing emosi.


"Apa yang ingin kau bicarakan? "


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


YEYYYYY,, IAM COMBACK AGAIN,, JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMENTAR YANG BANYAK-BANAYK GUYS😂


hemmmm,, cerita nya agak gantung ya😂memang saya sengaja kan,, biar reader penasaran dengan episode selanjutnya,,,, kayak di sinetron..


happy Reading❤❤❤🍁🍁🍁