Household

Household
Sesenang itu ya.



“mau kemana kau? Jangan berani kau tidak mendengar kan ku”.seru Dirga tanpa menyadari suara nya sudah mencapai langit-langit kamar.


Derta menghentikan langkahnya, tangan nya sudah membuka sebagian pintu kamar, dia bisa melihat para pelayanan yang masih mondar-mandir membersih ruangan didekat kamar mereka. Dan dia yakin pelayanan mendengar pertengkaran mereka.


Karena dilihat dari reaksi mereka ada ketakutan. Dan segera membubarkan kan diri.


“Tidak mendengar kan mu apa? Kau meminta ku tidak bertemu sahabat ku, aku turuti, tidak boleh itu,,ini aku turuti juga”.saut nya tanpa menoleh kearah suaminya.yaa,,posisinya sekarang membelakangi suaminya.


“Tapi, jika kau benar-benar melarang ku melanjutkan pendidikan ku, aku tidak bisa menuruti itu”.serunya lagi sedari menundukan pandangannya.


Air mata sudah mengalir deras menerobos bulu matanya yang lentik.


Ya, pendidikan sangat berharga bagi nya, dan sesuatu yang tidak mudah untuk diraih.


“Apa yang kau bicarakan? “saut suaminya. Bisa dirasakan langkah kaki yang mendekat kearahnya.


Sampai dirasakan lengan besar melingkar di perut nya.


“Aku melarang mu hari ini, karena kau harus ikut aku kekantor “.serunya lembut.


Hiks, hiks, hiks. Sesenang itu mempermainkan perasaan ku ya. Kalau hanya itu Mengapa sedari tadi seolah mengajak ku berkelahi. Protesnya dalam hati.


Derta membalikkan badannya, membalas pelukan suaminya dengan tidak kalah erat.


“t-tapi mengapa kalimat bicara mu seperti itu,, se-seperti melarang ku”.saut derta polos.


Dirga terkekeh, melepaskan pelukan nya. Menangkup wajah istrinya dan menatap dalam. Huh, sungguh mengemaskan.


Aku memang melarang mu dan sangat melarang mu, sesungguhnya. Tapi tangisan mu itu yang membuatku tidak tega. Ucap suara hatinya.


Cup,,, ******* lembut bibir merah cerry istrinya.


Tanpa mempedulikan pelayanan yang masih mengintip penasaran adegan pertengkaran majikan mereka.


Adengan yang malah membuat jiwa jomblo meronta.


*****


Disinilah derta sekarang, duduk dengan bosan.


Menatap suaminya yang terlihat sangat fokus menghadap layar laptop didepan nya.


Kalau begini mending tidak usah ikut saja.pikir nya protes.


Ahh,, bagaimana jika aku berkeliling saja.


Aku belum sempat berkeliling waktu pertama kali menginjak kakiku dikantor ini dulu.


Kejadian kembali terbayang yang membuat nya jengkel.


“Sayang, aku ingin berkeliling “.ijinya.


Dirga mengangkat pandangan nya melihat istrinya sudah berdiri didepannya tidak lupa dengan senyum lebar.


Huh, senyum yang selalu samaa jika menginginkan sesuatu.


Dan aku sudah kenal dengan senyum itu. Pikir nya.


“tunggu, kau akan ditemani“.jawabnya.


dia tau istrinya bosan, karena sedari tadi memandang nya.


Dan dia memantau pergerakan istrinya dari laptop didepannya.


Derta menjawab nya dengan mengangguk tanpa membantah karena urusan nya akan panjang.


beberapa saat kemudian.


Tok,, tok,,, tok,,.


Dengan cepat derta mengalihkan pandangan kearah pintu masuk.


“perimis tuan “.terdengar suara dari luar.


Derta hanya menggeleng kan kepalanya.


Pintu terbuka, menampakkan sosok perempuan cantik, dengan baju pas body menampakkan tubuh yang menarik. Dengan senyum manis.


Derta menatap tidak berkedip, mengapa wanita yang bekerja dikantor ini semuanya cantik sihh. Menatap kesal kearah suaminya yang masih berekspresi datar.


Membuat nya minder saja.


Dasar Playboy, makinya untuk suaminya meningatkan wujud asli suaminya.


“maaf tuan, apa anda membutuhkan sesuatu? “.


Tuh kan, suara nya saja seksi. Komentar derta. Kemudian memukul pelan Kepala nya, “apa aku gila sedari tadi memuji dan berkomentar tentang nya”.menyadarkan diri nya.


“Emm,, istriku ingin melihat kantor ini,antar kan dia”.


“Baik tuan”.menunduk hormat.


“Nona mari saya antar kan “.ucapnya tidak lupa Dibumbui dengan senyum yang membuatku membalasnya.


Ntahlah, atau hanya perasaan nya saja, seperti ada kekecewaan yang terlukis disorot matanya.


Aku pikir dia tidak mau mengakui ku, sebagai istrinya.


Pengakuan nya sedikit membuat ku merasa istimewa. Sikapnya juga Akhir-akhir ini membuat ku nyaman.


Aku tidak boleh menyukai nya, suara hati nya seolah meningatkan kembali tujuan nya.


Setelah semuanya selesai aku akan pergi.


Dan dia kembali kepada cinta yang ditakdirkan Tuhan buat dia.


Tapi mengapa hatiku sesak? Jika mencoba berpikir kedepan jika aku dan dia akan berpisah.


Hatiku mengapa sangat lemah? seharusnya aku membiasakan diri berdiri tanpa orang lain.


Aku tidak mungkin jatuh hati dengan pria yang pertama kali bertemu sudah ingin mematahkan kakiku.


Tapi sikapnya Akhir-akhir ini membuat perasaan ku goyah.


“Nyonya”.suara memanggil membuat derta kembali ke alam sadar nya.


Menatap suaminya yang juga sedang menatap nya. Tatapannya seolah mengatakan, apa yang otak jodohku itu pikirkan?.


Derta melebarkan senyum dibibir nya.


“sayang terimakasih”.berjalan pekanbaru dan menangkup wajah suaminya dan memberi kecupan singkat. Yang membuat Dirga berdegup.


Hemmm,,,


“Sayang aku ke luar “.melambai kan tangan.


Menyusul langkah wanita yang akan menemani nya berkeliling.


*******


Dirga menatap intens, punggung wanita yang sudah menghilang dihadapan nya.


Wanita yang mampu membuat detak dan irama jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya.


Menggulum senyum dibibir nya. Meningat hari ini sudah beberapa kali istrinya berinisiatif mencium terlebih dahulu, walaupun ada keinginan di balik sikapnya itu.


****"""""""


Sorry banget kalau kurang pas gitu dibaca.


Nulisnya lagi ngak fokus, soalnya sambil nonton film favorit aku yg tidak ada angin badai dan topan tiba2 tayang di TV 🤣senangkan.. Kalian pasti gitu juga kan.


Tapi lebih istimewa update 2 bab. Huhuhuhuhu.