
Hari ini telah tiba.
hari dimana seharusnya semua wanita di lapisan dunia akan berbahagia menjalaninya.
hari yang dinanti dengan bahagia bagi dua insan yang saling mencintai, berjalan dan diiringi orang yang paling dicintai.
mengikrar sumpah sejati, untuk sehidup semati.
diiringi banyak orang, disaksikan banyak orang.
melihat wajah wajah-wajah iri, karena cinta pasangan yang saling mencintai.
tetapi hal itu tidak dirasakan, gadis muda yang terbalut pakaian pengantin yang terlihat sangat sempurna melekat ditubuhnya.
hari yang seharusnya paling berharga bagi, pasangan yang saling mencintai.
tetapi semua itu tidak dirasakan, gadis cantik yang terbalut kain pengantin itu.
Hari pernikahan ini, justru hari yang sangat menyakitkan.
Gadis itu adalah aku...............
hari ini, seharus nya aku menjadi pengantin yang paling berbahagia.
hari yang selalu ku impikan dalam angan ku,
menikah dengan pria pilihan ku.
diiringi orang orang tua yang melahirkanku didunia yang fana ini.
lihatlah aku hanya diiringi orang yang tidak ku kenal.
saling mencintai. tersenyum bahagia,
bersama sampai hari tua menjemput.
lihatlah, aku tersenyum pahit, mengingat betapa tidak berdayanya aku.
pernikahan mewah hanya angan, dan mimpi yang gagal.
Lihatlah, pernikahan ini hanya diatas kertas.
dikuasai pria brengsek, yang bahkan membuat ku tak berkutit membela keadilanku.
aku bahkan mengorbankan masa muda ku untuk mempertahankan perusahaan.
dengan melakukan pernikahan h*na ini.
seharusnya aku menggunakan gaun pernikahan cantik ini dengan orang yang sangat kucintai.
mimpi.........
lihatlah, pria brengsek ini bahkan tidak segan ******* bibir ku didepan koelga bisnis yang dibawah kendalinya.
mencium ku dengan kasar setelah mengucapakan sumpah didalam nama Tuhan.
sumpah sehidup semati, yang seharus nya diucapkan pasangan sesungguhnya.
"apa aku mengijinkan mu menunduk seperti itu, kepada orang2 bodoh yang memberi ucapan selamat, hah" suara pria brengsek itu terhembus pelan di telingaku.
"kau hanya boleh menunduk hormat sperti itu kepadaku" ujar suara dingin dari pria brengsek itu.
yang hanya kujawab dengan anggukan kepala.
aku berharap semua cepat selesai.
mengapa aku belum mendapat ucapan selamat dari 2 sahabat yang menemaniku. dihari yang s*al ini????
gadis bodoh ini apalagi yang ditunggu nya?
celinguk tidak jelas seperti itu.
"Happy wedding day, my best friend"
terdengar suara yang tidak asing.
dengan cepat ku menoleh...
ohhh..... jadi dia menunggu ucapan dari selamat dari sahabatnya.
"Terima kasih, sohyun" jawab ku dengan tangisan pelan.
sohyun tau betapa beratnya aku menjalani hari ini.
"aaaa....aku bahkan tidak percaya, sahabat kecilku sudah besar dan sekarang bahkan sudah menikah" cicit jerry yang giliran mengucapakan ucapan selamat kepadaku.
heii... sahabat laknat.
aku tau didalam lubuk hatimu kau mengejek betapa kasihannya aku.
"kami akan selalu ada untukmu" ujar jerry menghiburku dan tidak lupa dengan sumpah kami yang akan saling memeluk erat jika salah satu dari kami menjalani hari seperti hari yang kujalani saat ini.
"siapa yang mengijinkan mu memeluk wanita ku, hah!! teriak Dirga memenuhi ruangan pernikahan ini. dan menarik paksa lengan wanita yang resmi menjadi istri kontraknya.
teriakannya yang menarik semua tamu private yang ada diruangan pesta pernikahan itu.
" tuan dia sahabat saya"ujar derta dengan gagap. dan melihat tatapan membunuh dari sekertaris hen dan tamu undangan.
yang seolah mengatakan"betapa hinanya wanita itu, berani membuat tuan Dirga marah"
"sekarang pesta nya berakhir, dan antarkan gadis sial ini ke mension utama"
"dan jangan lupa hukuman untuk tangan yang berani memeluk barang yang kubeli".
perintahnya kepada bodyguard yang dengan sigap melaksanakannya.
seolah mengerti dengan sekehab ruangan ini menjadi kosong.
glekkkk...... barang yang ku beli" kalimat itu. melayang dipikiranku berkali-kali.
yaa... betapa hinanya aku.
siall.....
"tuan saya mohon, jangan menghukum teman saya,
saya yang akan menggantikan" ucapku tidak mampu menahan air mata yang tanpa ijin keluar.
"wanita bodoh dengan beraninya kau menangis untuk pria lain".
plakk....... tamparan keras mendarat tepat di mukaku.
sakit..... mengapa ini sangat sakit, aku tidak pernah diperlakukan sperti ini oleh orang yang menghadirkan ku didunia ini.
laki2 sialan ini, dengan beraninya melakukannya.
aku tidak berani melawan.....
jika aku melawannya akan terjadi hal yang lebih buruk terhadap sahabatku.
seharusnya aku tidak meminta untuk mengundang mereka, menyaksikan pernikahan sial ini.
"tuan saya mohon, tolong berhenti" tangisku.
melihat jerry dipukul tanpa ampun oleh bodyguard sialan itu.
menatap sohyun yang menangis menutup mulutnya tidak berdaya dan berubah menatapku dengan tatapan berbeda.
"tuan saya mohon tolong berhenti"
tangis ku dengan memeluk kaki laki-laki brengsek ini.
mengapa hatiku sangat sakit melihat wanita ini, memohon untuk lelaki lain.
"tuan saya mohon tolong hentikan, saya akan melakukan apapun perintah tuan".
" hentikan"perintah Dirga memenuhi seisi ruannganya.
"sekertaris hen, antar gadis itu pulang"
meninjuk sohyun yang menangis tersedu-sedu.
" dan antarkan pria brengsek ini kerumah sakit "
"antarkan, gadis bodoh ini ke mansion utama" perintahnya kepada bodyguard.
"Mari nona" ujar para bodyguard menyeretku.
Bukankah hidup ku layaknya seperti sinetron.
Dirga melaju kencang, menuju bar langganan nya.
jangan lupa vote, like and come guyss,,
jangan pelit. 😁