Household

Household
#jerry#



“Hen, siapa yang menjemputnya?


“maaf tuan, sahabat nona yang menjemput nya ke kampus , yang perempuan “jelasnya.


Dirga menatap geram. apa peringatan ku tidak berarti buat kalian?manudia rendahan.


“Wahh.. Seperti nya aku terlalu baik, bukan?


Beraninya sekali melanggar perintah ku, Dirga menggeram. Marah.


Apa peringatan ku kalian anggap main-main.


Semakin melawannya kalian semakin ingin ku menyiksa teman mu yang terikat hidup dan mati dengan ku. Hahhaha.


Tidak lupa dengan kehancuran keluarga kalian. Berhenti ber main-main dengan ku.


Kalian tidak sebanding denganku, dasar keluarga hina.


Aku kuhancurkan keluarga kalian merata dengan tanah.


**********************************************


Derta Menatap gelisah dari luar kaca mobil.


Berdoa berharap suaminya tidak mengetahui apa yang dilakukan nya.


aku tau jika aku tidak berharga buat dia, tapi dia tidak suka larangan tidak dipatuhi.


Huh, aku bahkan melanggar larangannya.Apa dia akan membunuh ku jika ketahuan?


Aku tau dia tidak akan main-main dengan larangannya begitu juga Hukumannya.


Apa yang harus aku lakukan? Aku bahkan tidak yakin akan selamat.


Mengingat wajah marahnya, membuat ku ingin tenggelam ke dalam tanah.


Akh,..Jerry lo ndak konyol kan menyukai gue? Gue udah seperti Saudara mu kan?


Derta menatap lurus jalanan di depannya dengan banyak pemikiran bermunculan.


Aku bahkan tidak yakin dengan perasaan ku”rasa cinta rasanya semua sudah mati.


Berhenti bertingkah konyol, karena aku yang akan menjadi korban.


**************************************


Di bibir pantai terlihat punggung yang tidak asing, punggung yang memiliki seribu cerita.


Sohyun memilih menjauh memberi ruang kepada dia insan menyelesaikan permasalahan mereka.


“jer.. “derta memanggil pelan sontak membuat empunya nama menoleh.


Astaga, wajah yang dirindukan dengan diam secara nyata di depannya.


“Aku rindu “lengan kekar melingkari perut nya kencang.


Ahahah, jika dulu mendengar kalimat itu dari pria yang memeluknya erat sekarang.


Akan menjadi olokan yang tiada berakhir. Tapi sekarang keadaan nya berbeda.


Kalimat itu seolah membuka luka kembali mengangga lebar.


Seolah bayangan awal dari segala masalah berputar kembali layaknya drama dengan akhir yang menyakitkan.


Derta bisa merasakan kerapuhan dan ketidak berdayaan lelaki yang memeluk nya erat.


Ini bukan salah kalian, ini ada masalah ku.


Berhenti menyalahkan diri kalian, ini tidak ada sangkut paut dengan kalian.


Melihat kalian aman dan bahagaia adalah peristiwa terhebat.


Aku mohon tidak perlu merasa bersalah, ini hanya kelemahan dan ketidak berdayaan ku.


Maaf aku merepotkan kalian.


“lo baik-baik saja kan? Jerry melepas kan pelukanya dan menatap maniak mata wanita yang menjadi sahabat sekaligus wanita yang dikagumi nya dalam diam.


“Gue baik-baik saja, apa kau tidak melihat aku tetap menjadi wanita yang baik hati dan tak penah sombong”jawab derta dengan senyum lebar. Tulus.


Ceklek...... .. Jempertan kamera tanpa mereka ketahui.


“Akh.. Baiklah sebaiknya kita duduk dulu”jerry berucap.


Merasa malu dengan kelakuannya.


“Lo sih, betingkah dah kayak drakor yang ku tonton gitu”serta mencairkan suasana canggung diantara mereka. Tidak lupa dengan senyum kecil menghiasi bibirnya.


“Der, gue suka sama lo”jerry mengungkapkan perasaannya.


Apapun yang terjadi aku akan berjuang, apapun keadaan nya akan kuterima. Tegasnya.


Glek...... Derta mengalihkan Pandangannya.


Walapun aku sudah dengar dari sohyun dan itu membuat ku tidak yakin. Kita selama ini hanya Sahabat.


Tetapi, mendengarnya langsung dari dirinya sendiri.


Terasa berbeda. Seharus ini tidak boleh terjadi.


Aku tidak tau jika kau memiliki perasaan lebih.


“lo ngak usah becanda jer, hahah”apa lo udah makan?


Apa keadaan ayah sama mama baik-baik saja? Karena dia memanggil ayah sama mama kepada orang tua nya jerry.


Bagaimana kuliahmu? Baik-baik saja kan?


Derta menerocos cepat.


Mendengar tidak ada respons derta menoleh pelan.


Jerry menatap nya tajam dan diam.


Sungguh, jangan menatap ku seperti itu.


“lo ngak usah mengalihkan kan pembicaraan, der! Gue Cuma mau dengar jawab lo?


Apa selama ini lo mempunyai perasaan yang sama ke gue? Atau hanya gue sendiri yang **** mencintai sendiri? Ujar dingin.


“Lo tau kan apa akibat nya jika lo ngomong nya kayak gini?


“gue tau bahkan dengan segala resikonya”


jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian guyss