
Vanya Mencibir melihat tingkah pasutri didepan nya. Dasar bucin.
Pagi-pagi teriak-teriak bertengkar, tapi lihat sudah sok bermesraan lagi, cihh.
Kirain perang dunia ke 3 bakal terjadi, tapi lihatlah apa yang dilihat nya. Dirinya seperti melihat pasangan yang sedang kasmaran.
Tapi, dirinya merasa senang melihat kakaknya bahagia. Kalau bunda tau bunda pasti juga akan senang melihat kakak bisa kembali seperti itu lagi. Hiks. Kangen bunda yang cerewet.
Dirga menatap tajam kearah sekertaris hen yang sudah duduk manis dikursi yang biasa ditepati nya.
Sekertaris hen menelan ludah nya pelan, melihat tatapan dingin tuannya. Seolah menanyakan mau apa kau kesini? Mau buat aku marah? Mau aku cemburu?. Sekertaris hen menggaruk tenkuk nya tidak gatal sembari cengegesan.
Mengerikan sekali Tuan ku tatapan nya seolah ingin melenyapkan ku dari permukaan bumi.
Vanya mengikuti arah pandang kakak nya, membuat semburat senyum dakkjal menghiasi kedua sudut bibir nya. Memang enak. Menatap sekertaris hen dengan kasihan.
Sekertaris hen memang pantas mendapatkan ganjaran akibatnya suka sekali menjahili ku.
hehehe.
“em,maaf saya ijin pamit pulang. “ujar nya berdiri menundukkan pandangan.
Derta melihat situasi menegangkan ini hanya menghela nafas. Suami siapa sih ini? Pendendam sekali, huh.
Aku tau dia cemburu, kejadian beberapa menit yang lalu berhasil membuat semeberut merah. Kembali mengingat ungkapan cinta dari suaminya.
Derta menarik lengan suaminya dan memeluk erat. “sayang lihat sekertaris hen sangat lucu sekali, hihihi. “menutup mulut nya.
dapat dirasa kan tubuh suaminya mengeras emosi.
Sekertaris hen, dengan segala usaha menjernihkan raut wajahnya agar terlihat tenang. Padahal merasa Deg-deg kan. Mengingat siapa tuan Dirga Dirgantara. Si pembisnis kejam.
Nona anda senang sekali melihat saya menderita. Apa anda mempunyai dendam dengan saya? Kalau ada mari kita bicarakan baik-baik saja. Bukan menjatuhkan bom tiba-tiba seperti ini. Maki sekertaris hen dalam hati.
“kau mau kemana sekertaris hen? “Tanya derta dengan polos tanpa rasa bersalah melihat sekertaris hen yang hendak melangkah keluar.
“saya mau pergi kekantor nona. “saut sekertaris hen, sembari menunduk kembali memberi hormat.
“ini hari minggu loh. “dengan polos derta menjawab balik.
Nona, tolong jangan melempar bom sekarang.
“Ohhh,,, makan lah bersama kami sebelum kau pergi. “
Dirga memejamkan mata nya pelan. Lagi dan lagi dirinya menahan emosi.
“Tidak nona saya harus.....
“Sayang lihat lah sekertaris sialan itu tidak mau mendengar kan ku. “derta mengadu dengan suaminya sembari memeluk lebih erat.
Dirga terbelak, apa dia bilang sekertaris hen sekertaris sialan? Dari mana kau pelajari kata-kata kasar itu. Istriku.
Sekertaris hen hanya memutar bola matanya malas, makin kesini makin berani ya.yaiyalah suaminya itu loh.
Vanya hanya berdecak antara senang dan kesal melihat drama yang dibuat kakak ipar nya.
“Ada permasalahan perusahaan yang harus diselesaikan nya. “saut Dirga dingin sembari memberi kode dengan sekertaris hen seolah mengatakan enyahlah kau dari hadapan ku sekarang.
“Sayang, biarkan saja dia makan dulu. Nanti dia sakit. “derta Bergelayut dengan tidak tahu malu didepan dada suaminya.
Dirinya berani sekali dan sangat keren. Heheh.
“kalau dia sakit memang kenapa? “suara dingin seakan membunuh keluar dari mulut pria yang sudah menahan susah payah emosinya.
“bagaimana kalau dia sakit nanti seperti kau waktu itu, dan akan sangat menyusahkan karena tidak ada yang mengurusnya kan dia jomblo, dan waktu itu ada aku yang merawat mu dengan penuh kasih sayang, hehe.sementara sekertaris hen tidak ada yang akan merawat nya jika dia sakit, kasihan.“mengecup bibir suaminya dengan berani sembari menggelam kan wajahnya didada suaminya sembari menggering kan mata nya kearah sekertaris hen. Pembalasan ku waktu itu. Dengan senyum penuh arti.
Ya ampun derta mengapa kau jahat.
Semberut merah menghiasi samar pipi tuan Dirga, dan mengecup pelan puncak kepala istrinya dengan sayang.
Kalau hanya itu mengapa membuat drama seperti ini.
“Kau makan lah sekertaris hen. “Dirga mempersilahkan sekertaris hen untuk kembali duduk ditempat semula.
Sekertaris hen, meringis meratapi nasib sial nya.
Hahahahahaha........ Vanya tergelak memegang perut nya yang kesakitan akibat menahan tawa.
“kakak ipar kau sangat keren. “puji Vanya to the poin padahal ada orang nya (sekertaris hen). Dan derta mengkerlingkan matanya mendengar respons atas pujian itu. Masih memeluk erat.
Sementara para pelayan berhamburan menjauh untuk melepas tawa yang menguasai mereka (padahal mereka juga jomblo).