Household

Household
suamiku Demam(update setelah sekian lma hiatus).



Derta menyuap dengan sangat hati-hati bubur kemulut suaminya.


“Sayang apa bubur nya enak? “bertanya dengan pelan, kembali menyedok kan buburnya dan menatap suaminya yang mulut nya sudah terbuka lebar dengan tangan memainkan handphone.


Geram, melihat suaminya hanya mengangguk kan kepalanya.


Huh, ternyata handphone lebih penting ya dari makanannya.


Sedih, padahal sudah susah payah masak nya. Pikirnya.


Derta menghentikan tangan nya yang ingin memasukkan suapan bubur kemulut suaminya.


Dirga yang merasakan belum ada suapan bubur yang masuk ke mulut nya padahal mulut nya sudah beberapa detik yang lalu dibuka.


Mengangkat wajahnya ingin protes.


Mengapa wanita ini menatap ku dengan datar?Dirga Menatap wajah istrinya. dengan raut wajah seolah bertanya'mengapa kau menatap ku seperti itu? Apa yang salah? Berani sekali kau!!.


“Mengapa kau? “akhirnya bersuara setelah melihat istrinya tidak berpengaruh dengan raut mukanya tadi yang seolah bertanya.


Kemudian,Melihat tatapan istrinya sudah beralih ke gadget ditangannya yang membuat nya otomatis melihat juga benda ditangan nya.


“Jangan berani menegurku, sekali pun itu,Jangan berani kau melakukan nya, walau hanya kau memikirkan nya”.serunya yang sudah paham tatap an wanita yang sedang menatap nya. Yang seolah menegurnya. Tidak ada yang boleh mengatur ku selain kakek tua itu. Pikirnya.


“sayang,, salah ya kalau aku negur? Walaupun kamu salah? “.bertanya sendu.


dasar egois. dalam hati.


“salah,, sangat salah karena aku tidak pernah salah”saut Dirga cepat. Kembali fokus ke gadgetnya. Dan tidak mendengar menjawab dari wanita didepan nya.


Sebenarnya dia sedang memeriksa dokumen yang dikirim kan sekertaris hen.


Keheningan meliputi mereka, hanya ada kegiatan wanita yang menyuapi suaminya dengan suami fokus ke gadget ditangan nya.


“sayang, buburnya sudah habis aku mau cuci piring nya dulu”.ucapnya kepada suaminya.


“Hemmmm.... “.


Manusia setan, makinya. Derta.


Dirga melangkah kan kaki menaiki tangga kembali kekamar mereka, setelah kepergian istrinya kedapur. Memeriksa kembali pemberitahuan yang masuk keponsel pintarnya.


Melihat ada pesan.


*085347xxxxx2.


“Adikmu sekarang, sdh pindah kekota yg sama dgn mu, dia meminta melanjutkan pendidikan nya disana,dia tinggal dia Apartemen di On State Street.apa kau sudah bertemu dgnnya? Ibu memintanmu bertemu denganmu, tolong awasi dia, dia sangat bandel.


Ibu, mendengar kau sudah menikah ya, selamat. 🎁. Ibu ingin pergi tetapi kau tidak mengabari ibu. Maaf kalau ibu terlalu lancang*.


Dirga hanya menatap sekilas, pesan dari Ibu tiri nya. Sebenarnya dia tidak mengetahui bahwa itu nomor dari ibu tiri nya.


tetapi melihat pesan yang menyebut adiknya, makanya dia paham. Itu pasti nomor ibu tiri nya yang selalu menghubungi nya dengan berbagai cara.


Dirga memang tidak begitu suka dengan adik tirinya, tetapi bukan berarti dia tidak menanggap nya adik. Tentu saja itu tetap adiknya.


Dia memiliki darah pria yang sama mengalir ditubuh mereka. dengan adik nya yang berjenis kelamin perempuan itu. Dia tidak salah, dia hanya manusia yang lahir dari kesalahan orang tua. Tetapi dia sungguh bandel. Huh.


*****


Derta menghentak-hentakan langkah nya, kesal. Melangkah kan kakinya menuju dapur. Pelayanan disana hanya memandang dengan gemas. Melihat tingkah majikan nya.


Tuan muda sih,, nikahnya sama anak kecil. Hahaha. Dalam hati.


“Nyonya, apa ada masalah “bertanya dengan menahan senyum.


Derta menoleh kan kepalanya menghadap kearah pelayanan yang menanyakan nya.


“hehhehe,, tidak ada bi hanya sedikit kesal”.jawabnya melebar kan senyum nya.


“Nyonya, biarkan saya saja yang mencuci mangkuknya”.pelayan merasa tidak enak melihat majikan nya yang sangat keras kepala selalu memaksa untuk membantu.


“Tidak apa-apa bibi derta bisa sendiri, ini hanya mangkuk saja”.sautnya menolak, dia ikhlas kok.


“Baiklah “.


Setelah selesai mencuci mangkuknya, derta berjalan. menghentikan langkahnya menatap langkah tangga di depan nya, huh,, sungguh malas sekali bertemu dengan pria brengsek itu.


Tidak ada ponsel, tidak bisa keluar apalagi ingin kekampus, huh. Sialll.


Dengan kesal melangkah kan kakinya menuju ruang TV, lebih baik menonton horror. Siapa tau kan jantung nya nanti terbiasa dikejutkan dengan hantunya yang muncul tiba-tiba itu.


Biar jantung nya juga terbiasa juga dimaki dan diteriakin sama suami setan itu.


Dengan segera menghidupkan TV besar di depan nya.


*****


*Aaa... Sudah lama tidak update ya,, berapa lama🤔1 bulan,, ohh i don’t remember,, sebelum nya benar2 ingin update,, tapi ngerasa momen nya ngak pas gitu.


Sekarang mau nekuni lagi sampai ceritanya tamat.


Maaf banget udah lama dak update 🙏


Dan terimaksih buat yang masih baca.


Novelnya akan lanjut kok.


Sebelum nya, ngak percaya diri rasa nya mau menyelesaikan nya. But, sedih ngeliat karya yang sudah terlanjur aku garap tapi ndak gue lanjutin, ngerasa nge hianati karya dan potensi yang udh diberikan Tuhan🤣.


Waktu itu, liat kata-kata motivasi yang buat aku semkin semangat.


1.”kamu boleh lelah dengan apa yang sedang kamu lakukan, kamu boleh berhenti sejenak dan beristirahat. Tetapi bukan menyerah”.


2.”jangan berlebihan, beban seisi bumi BUKAN hanya punya kamu”.


Katanya tidak sama Persis sih,, hanya yang masih nyantol di otakku.


Kok, curhat ya🤣🤣🤣.


Thanks buat yang baca curhatan nya*.