Household

Household
Teriakan Nyaring



Perjalanan yang panjang membuat derta tertidur pulas.


Membuat Dirga harus memangku istrinya, tanpa disadari oleh oleh derta yang tertidur pulas.derta melingkar kan tangan nya erat di leher suaminya.


Dirga memegang dan menggendong erat tubuh istrinya nya yang dirasakan lumayan berat. Menatap wajah yang terlihat damai. Bibir merah cerry yang paling menarik perhatian nya membuat nya ingin meraup nya sekarang juga. Tetap disadarkan oleh keadaan.


Adiknya menatap nya tajam, seolah mengatakan “jangan macam-macam”Dirga hanya menatap sinis kearah adiknya.


Dia milik ku, hanya aku yang boleh memegang dan memeluk nya. Tekadnya dalam hati sembari menatap wajah istrinya. Derta menelusup ke leher suaminya nya tanpa disadari nya.


Membuat bagian tubuh Dirga menegang.


Enak sekali kau tertidur, padahal kau ingin menghukum mu.


“Kakak, kemana orang-orang yang akan menangkat barang-barang ku? “Tanya vanya jengah melihat kakaknya yang sedari tadi sudah menangkat tubuh temannya tetapi tidak dibawa masuk dan hanya menatap nya.


Bukan nya derta beberapa hari tidak masuk kuliah?dan itu pasti ulahnya. Memang nya tidak puas apa? Dasar bucin. Maki nya didalam hati.


“Biarkan saja, nanti ada pengawal yang akan membawa barang mu. “saut Dirga sembari berjalan memasuki mansion melewati adiknya yang juga melangkah kan kakinya mengikuti dirinya.


“Kamar mu, masih sama. “jelasnya lagi.


“Hemmmm”vanya memang memiliki tempat tidur dilantai bawah. Tempat tidur yang ditempatinya hanya hitungan jari. Karena dirinya memang jarang ketempat ini. Dirinya lebih mengikuti Ibu nya untuk tinggal di negara x.


******


Derta mengerjab kan matanya pelan dan menatap jam didinding kamar yang sudah menunjukkan sore hari.menatap lagi tempat tidur di sampainya yang kosong tidak ada suaminya.


Otaknya memutar dengan keras meningat kejadian yang dialami nya beberapa saat.


Ohhh,,, aku bertemu dengan adik iparku sekaligus temanku. Tersenyum miris.


Beranjak pelan dan menapakkan kakinya dengan pelan dilantai marmer. Sekali lagi telinga nya menangkap suara percikan air dari kamar mandi mereka.


Berarti suaminya sedang mandi. Pikir nya. Berpikir untuk keluar kamar dirinya sekarang hanya ingin memakan sesuatu yang pedas.


Melangkah dengan pasti.


“mau kemana kau? “suara yang mengejutkan derta.


Dengan malas memalingkan wajah nya.


“Aku ingin makan, aku lapar. “jelas nya menatap suaminya yang terlihat sangat seksi dengan perut roti sobek berkotak ditambah lagi tetesan air dari rambut nya. Membuat suaminya semakin terlihat sempurna.


Apa lagi yang ingin dilakukan nya?berdiri dengan gelisah.


*****


Dirga berjalan pelan kearah istrinya dan menangkup wajah cantik istrinya mengecup pelan kening yang terasa hangat dibibir nya.


“Tunggu lah aku ditempat makan. “serunya kemudian tersenyum merasakan anggukan kepala dari istrinya.


Dirga mengecup sekilas bibir wanita didepan nya. Sebelum melepas nya keluar kamar.


Membuat istrinya mengerucut kesal.


Membuat Dirga malah tersenyum senang.


Imutnya.


*****


Derta melangkah kan kakinya pelan menuruni tangga didepan nya. Pikiran nya berkecamuk memikirkan hubungan nya dengan temannya vanya yang menjadi adik ipar sekaligus temannya.


“kakak ipar. “teriakkan nyaring berasal dari dapur membuat derta terkaget memegang dengan erat pelindung tangga. Mendegus kesal mendengar sekaligus melihat makhluk yang berteriak.


Vanya tersenyum senang melambaikan tangannya.dirinya sedang menunggu kakaknya dan kakak iparnya untuk makan.


Dihadapnya tersedia beberapa mangkuk besar berisi berbagai masakan pesanannya.


Vanya tanpa menyadari seseorang yang baru memasuki daerah dapur sedang menutup telinga akibat teriakan nya dengan kedua tangan nya dengan dokumen diapit dibawah ketiaknya.


Para pelayan yang berberes di dapur yang dekat adik majikan nya tidak kalah kaget. Menutup telinga mereka yang terasa berdegung.


Berakhirlah dunia kedamaian di mansion ini. Jika nona itu masih disini. Itulah yang dipikirkan mereka.


Itu suara toa atau suara manusia sih? Sungut mereka.


Derta hanya menggulum senyum Bibir nya untuk merespons panggilan toa adik iparnya.


“karena kau menikah dengan kakak ku, maka kau akan kupanggil kakak ipar. “serunya semangat.dengan derta yang baru baru saja mendudukkan tubuhnya dikursi.


“tidak ada bantahan. “seru vanya lagi. Meningat penolakan vanya di mobil.


“Baiklah.”saut derta dengan mata menatap liar makanan didepannya.