
Dirga menatap sinis diiringi senyuman kecil kearah istrinya yang cemberut.
Betapa sangat mengemaskan dia saat menahan amarah.
Melihatnya seperti itu mempunyai kebahagiaan tersendiri. Heheh.
Derta melirik hati-hati kearah suaminya.
Mengapa dia tersenyum, apa dia kerasukan sungguh mengerikan.
Derta mengidik ngeri dan cepat-cepat mengalihkan pandangannya.
Bagaimana nasib bapak tua tadi'derta merenung memikirkan nasib para bapak -bapak tua tadi.
Aku merasa tidak asing dengan mereka.
Walaupun aku jarang mengikuti ayah sama bunda ikut acara pertemuan kolega bisnis mereka tapi melihat mereka aku merasa tidak asing.
Didalam perjalanan diiringi keheningan yang mencekam.
Aku ingin bermain gadget, tapi pasti dia akan marah kan.
Dia tidak akan membiarkan orang lain terlihat santai maupun bahagia kan.
Huh, sungguh membosankan.
Derta menatap bangunan menjulang tinggi dari kaca mobil.
Dirga yang menyetir hanya terdiam, karena dia memang tidak pernah mau memulai pembicaraan terlebih dahulu. Karena merasa gengsi.
Setelah bebrapa puluh menit perjalanan yang diiringi keheningan, Dirga memarkitkan mobilnya diparkiran kelas atas sebuah restoran. Tentu saja restoran miliknya.
Tuan, mengapa kita turun kesini tuan”tanya derta heran.
Kalau di restoran orang ngapa, hah.
Makan kan, mengapa kau sangat bodoh bertanya lagi”Dirga menjentik kepala istrinya.
Huh, kan aku Cuma bertanya.
Ndak mungkin kan kesini karena aku mengatakan aku kelaparan tadi.
Ternyata masih punya rasa kemanusian juga.
Jangan berpikir lebih aku kesini karena aku memang kelaparan, lagi pula ini milikku kapan saja aku mau makan disini terserah kan”ujar Dirga seolah mengerti dengan apa yang dipikirkan istrinya.
Kalimat Dirga sukses menohok hati makhluk wanita di samping nya.
Siap lagi kalau bukan istrinya.
*Baiklah tuan yang terhormat maaf jika saya berpikir terlalu berlebihan, emang siapa yang berharap kau peduli, hah.
Aku bahkan tidak peduli lagi dengan hidupku, mengapa aku harus peduli kau peduli atau tidak dengan ku. Menatap geram kearah sang suami yang berjalan masuk kearah restoran*.
Aaa... Lelaki sialan bunuh saja aku sekarang.
Brakkk......... Badannya terhuyung kebelakang.
Sebuah tangan kekar menangkap tubuhnya yang tidak mampu menahan keseimbangan tubuhnya.
Derta menatap pelan kearah empunya tangan yang menangkapnya.
Jlebbbb... Mengapa dia harus tampan sihh.kan jadi ingat sama si brengsek itu. Perbedaannya aku tidak ditangkap romantis kayak gini.
Akh.. Mengapa aku masih memikirkan pria brengsek disaat seperti ini, huh.
Setelah menyadari situasi derta dengan sigap melepaskan diri merapikan pakaiannya.
Maafkan saya”derta duluan nya meminta maaf dengan menunduk hormat kepada pria yang menangkapnya tadi.
Tidak apa-apa, saya juga salah, seperti nya kita sama-sama terburu-buru”jawab si pria dengan cengiran lebar.
Membuat gejolak kaum hawa yang jomblo bergetar.
Heheheh... Derta membalas dengan tawa kecil.
Apa aku bisa meminta kontak mu, aku pikir kita bisa menjadi teman”ujar si pria mengeluarkan handphone nya.
Aaa.. Aku minta maaf aku benar-benar tidak ingat kontak ku”ujar derta dengan ekspresi menyesal dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Hahahhaah..... Sang pria memasukan kembali ponsel nya kedalam saku celananya.
Mengambil sesuatu..
Ini kartu nama ku, jika kau punya waktu hubungi aku”ujar nya dengan senyum manis.
Hei, hei berhenti senyum seperti itu, apa kau tidak melihat banyak gadis melirik kesini, akibat senyum mu itu.
Tapi apa aku boleh tau siapa namamu? Tanya nya lagi.
Nama ku derta”jawab derta pelan.
Aa.. Baiklah nama ku, christian”
orang aneh, hanya karena saling Bertabrakan,enak saja mau ngajak kenalan gitu.
ya maksudku,jangan sampai meminta kontak gitu.
emangnya kita akan ketemu, gitu.
emangnya ini dunia novel, apa.
Kalau gitu aku duluan, semoga kita ketemu lagi. dahhh. Ujar nya membalikkan badannya dan berlalu keluar.
huh...
Derta mematung diam menatap punggung christian yang berlalu pergi dari hadapnnya
Masih dipenuhi senyum manisnya.
Tanpa peduli dengan omongan orang disekitarnya yang mengagumi kegantengan christian.
Mengapa dia saat nyawa udah sekarat gini. Baru bertemu cowok ganteng bak titisan dewa yunani. Sihhh. Akh.
Derta membalikan badannya dan glekkk........
Tatapan membunuh jauh didepannya membuat nya ingin segera tenggelam kedalam tanah.
Aura mencekam semakin terasa saat dia mendekati pria yang menatapnya tajam.
Aku kan tidak selingkuh,mengapa kau bersikap seperti itu.
Mengapa kau betingkah seolah kau cemburu melihat istri tercinta mu selingkuh.
Tapi kau kan tidak mencintai ku! Mengapa kau marah.
**Mohon dukungan nya guysss🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Like💜
Like🙏
Like🙏
Like🙏
Like🙏**