
Dilain tempat seorang gadis berdecak kesal. Melihat pesan dari kakak nya yang meminta pindah ke tempat nya.
No valid no debat itulah isi pesan nya.
Heh, orang Sultan mah bebas memberi perintah, serunya mengercut bibirnya kesal.
Tapi, dia juga penasaran seprti apa bentuk kakak iparnya itu.
Huh, baiklah jadi adik harus patuh biar ngak dimakan ular. Pikirnya meningat sang kakak pasti menakuti nya seperti itu jika dia nakal dan tidak patuh.
Yaa, dia memang sangat membenci ular. Jika dia punya kuasa dia akan memusnah kan semua ular dimuka bumi ini.
Saking bencinya, bahkan membunuh ular adalah cita-citanya.
Termenung kembali.
Huh, bunda selalu memaksa ku dekat saudara tiri ku. Menjengkelkan sekali jika harus membuat kakak laki-laki itu tersebut merasa nyaman berteman dengannya. Walaupun pada akhirnya kakak nya hanya menanggapnya angin lalu. Tetapi dia tau sang kakak masih menyanyangi nya. Jika mengingat kakak nya itulah yang menolong nya jika di bully dulu.
Padahal dia terlahir menjadi pribadi yang “i don’t care “dengan orang.
Ini juga dia belum ketemu sama teman baru nya itu. Huh.
******
Dirga mengusap kasar wajahnya, pekerjaan yang sungguh melelahkan. Mematikan seluruh alat teknologi tersebut melangkah kan kaki.
Membuka pelan pintu kamar mereka dan menampakan sesosok yang tubuh nya sudah menggeleng nyaman di bawah selimut tebal merka. Membuat seulas senyum terbit dibibir nya.
Berjalan pelan dan bergabung dibawah selimut dan menatap betapa sangat cantik nya wanita dipandang nya sekarang.
Membuat senyum kembali terbit disudut mulut nya.
Mengecup pelan bibir tertutup didepannya dan terakhir berlabuh di ceruk leher istrinya nya dan mengecup lembut disana,mencium aroma wangi dari leher itu yang membuat nya candu dan kembali mengeratkan pelukan nya di perut rata istrinya.
Aku benar-benar jatuh ke pesona wanita ini pikirnya.
Betapa sangat menyenangkan seperti ini.
derta mengerjab ke-dua matanya menyesuaikan dengan cahaya yang menyerobos masuk melalui celah-celah jendela. Merasakan kedua tangan yang melingkar erat dipinggang.
Sudah bisa ditebak siapa pemilik tangan itu. Pelukan yang selalu sama setiap pagi nya. Pelukan yang membuat nya merasa nyaman.
Membalikkan tubuhnya menghadap sang suami dan membalas pelukan itu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher suaminya.
Tanpa menyadari senyum sudah terbit dari orang yang di peluknya.
Dirga yang sudah bangun membalas pelukan istrinya tidak memperdulikan cahaya yang menghiasi kamar mereka.
“s-sayang aku ingin olahraga pagi, mengelilingi komplek rumah “ucap derta dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Heh, Dirga melongo sejak kapan istrinya suka olahraga. Ada -ada saja.
“Emmm, ya sudah sikat gigi dan cuci mukanya dulu. “ucap Dirga datar.
Derta mengangguk kan kepala nya. Dan merenggang kan badannya. Dia hanya ingin olahraga saja.
“emmm,,Kita jadikan ketemu sama adikmu itu. “bertanya pelan. Memastikan.
Dirga hanya merespons dengan anggukan kepala nya.
Emmm, aku pikir ini sangat bagus pikir nya. Baju yang menunjukkan bentuk tubuhnya.
“Sayang aku menunggu mu diluar. “Serunya kepada suaminya yang masih dikamar mandi. Tidak respons. Itu mah biasa. Menjengkelkan.
Derta memutuskan keluar terlebih dahulu.
Derta masih menunggu suaminya dengan memandang jalanan didepannya memandang. Lama sekali protes nya dalam hati.
“Kau, kau apa yang kau lakukan. “teriak kan dari belakang nya membuat derta dengan segera membalik tubuh nya. Melihat suaminya sudah dibelakang nya membuat senyum terbit dikedua bibirnya.
Apa-apaan kau pakai baju seperti itu, kau mau pamer pada siapa, hah. Tubuh mu itu hanya aku yang boleh melihat nya. Menggeram kesal melihat pakaian yang dipakai istrinya.
“sayang kau lama sekali. “kesal derta mengerucut bibirnya yang semakin menambah kesan seksi.
“Ganti baju mu sekarang. “seru Dirga menarik baju istrinya. Emosi.
Derta memberontak enak saja dari dulu aku ingin sekali berolahraga menggunakan baju ini. Protesnya.
Apa yang salah, ini baju olahraga bukan baju tidur bukan?
“Tidak mau, jangan memaksa ku. “serunya balik dengan air mata berlinang. Berusaha melepaskan tangan suaminya yang sedang menarik bajunya.
Pelayanan hanya menatap dengan pasrah adengan didepan mereka. Resiko mempunyai istri cantik mah gitu tuan. Pikir mereka melihat drama didepannya.
“Kau ganti baju atau kita tidak jadi olahraga nya. “serunya kencang melihat istrinya nya tidak menurut.
“ya sudah jika kau tidak mau aku bisa sendiri. “serunya.
“kau,, jangan membuat ku emosi. “serunya Dirga lagi.
“salah apa? Ini baju olahraga ya untuk aku olahraga, mengapa kau marah? Kau mau aku pakai baju kantor. “seru derta balik dengan air mata sudah mengalir di kedua sudut matanya.
Akh, akhir-akhir ini mengapa aku cengeng sekali. Apa efek dari tidak datang bulan ya.
Dirga menangkup wajah istrinya dengan kedua tangan nya menatap lebih dalam mata itu.
“Aku ingin mengajak mu, berlari ditaman kota, tapi sepertinya sekarang aku tidak bisa jika kau berpakaian seperti ini. “ucapnya pelan berusaha memberi pengertian.
“Apa yang salah dengan bajunya. “ucapan polos itu keluar dari mulut istrinya membuat Dirga mengerang kesal.
“Dengar kan baik-baik, bodo. Baju mu sangat seksi dan aku tidak suka orang lain melihat mu, aku tidak suka berbagai. Apa kau mengerti. “
Derta menggeleng kan kepala nya “aku tidak mau berganti, aku mau menggunakan baju ini, hiks. “
“kau,,,”berseru keras. “ya sudah tidak jadi olahraga nya. “
Derta menghambur kepelukan suaminya mengerat pelukan nya”aku juga ingin menggunakan baju seperti ini seperti mereka.aku iri, hiks. Sekali ini saja, aku mohon. Hiks. “
Dirga menatap tidak ikhlas.
“emm, baiklah. “membelai air mata istrinya “kau ini cengeng sekali. “
******
jangan lupa vote and like dan komentar nya guys,, saranghe you all