Household

Household
#perdebatan yang masih berlanjut#



Jlebbbbbb.......... sejak kapan dia memperhatikanku. Dengan tatapan dingin lagi.


“Apakah sudah selesai?”tanya nya dingin.


Yang hanya kujawab dengan anggukan kepala.Lama banget sihhh pakaiannya datang.


Kan gerah gue paki baju terbuka kayak gini, ditambah tatapan dingin dari pria brengsek itu. Membuat ku ingin menghilang dengan segera dari muka bumi ini.


“ sekarang tidak boleh berhubungan pria itu”terdengar perintah dengan suara dingin.


Pria yang mana? Pria yang mana maksudnya? Dasar gila.


Matanya tajam kearah benda pipih ditanganku? Apa? Dia melarang ku berteman dengan orang yang ku telpon! Siapa dia? Berani melarang ku, huh!.


“Apa maksud tuan? “


“orang yang kau telpon “


“hah,saya tidak salah dengar kan, apa maksud tuan? Tanyaku dengan penuh menyelidik. Dia ndak mungkinkan memberi perintah konyol kayak gitu.


“ apa lo budeg?”


“apa maksud tuan, lelaki yang baru saya hubungi?”Tanya ku penuh keheranan.


Yang hanya dibalas dengan tatapan dingin.Baiklah aku mengerti dengan tatapan itu.


“ maaf tuan, dia hanya sahabat saya, dan dia sudah seperti keluarga buat saya, jadi tuan tidak perlu khawatir”ujarku dengan penuh hormat.


“Apakah saya ada minta anda untuk berbicara dan membela diri?”Ucap Dirga dengan suara dingin.


Apa salahku?


“ pokoknya, tidak ada penolakan”ujar nya dengan kejam.


“jika kau menanggap mereka adalah keluarga mu, maka menjauh lah dari mereka”


“kalau kau tidak mau, kau akan melihat didepan matamu sendiri kehancuran mereka”


“karena mulai sekarang lo dibawah kendaliku, apa pun yang lo lakukan harus dibawah perintahku” mengerti!”ucap Dirga membentak.


Belum menjadi pasangan sudah semena-mena, siap. Umpat nya gumam pelan.


“bicara apa kau? “


“maaf tuan saya tidak berbicara apa-apa”sautnya.


Gadis gila kalau dia tidak ngomong terus mulut nya tadi bicara apa? Kan aku dengar. Mengulum senyum.


Sial memang benar benar lelaki sial.Apa salahku? .


“Apa perintah ku sudah jelas? “jika kau berpikir untuk melanggar nya, pikirkan sebelum bertindak”


“Baik tuan”


Aku tau aku sudah terlalu banyak merepotkan sahabatku, bibi dan orang-orang disekitarku, jadi aku memutuskan untuk menghadapi sendiri semua masalahku mulai dari sekarang. Apa pun yang terjadi akan kuputuskan sendiri, aku akan menanggung akibat nya sendiri. Aku tidak mau orang disekitar ku tersakiti. Hanya karena aku.


Ayah, ibu apa pun yang terjadi aku akan mempertahankan perusahaan yang kalian bangun dari bawah.


Untuk pria brengsek ini, baiklah aku akan mengikuti permainan mu. Aku akan melihat sampai kapan anda mampu bertahan dengan pesonaku.


Baiklah, aku harus bisa meluluhkannya.


“Ngapa lo diam? Tanya Dirga memecahkan keheningan diantara kami.


“ apa tuan mau, kalau saya cabik-cabik tubuh tuan terus saya bongkar kamar hotel ini terus tuan nya saya bunuh? Jawabku ngeracau.


Habisnya dianya aneh gue diam salah, jawab salah.


#Dirga#


Sungguh heran mengapa gadis didepanku ini,Tiba-tiba diam dan tiba-tiba menurut.


Bukankah tadi dia sangat pandai berbicara kata-kata kasar. Dan sepertinya dia memikir suatu rencana, karena tampak dari raut mukanya. Aku tidak tahan dengan keheningan ini.


“Ngapa lo diam?” Tanya ku denga gadis didepanku.


“ apa tuan mau klu saya cabik-cabik tubuh tuan, terus saya bongkar kamar hotel ini terus tuan nya gue bunuh?” Jawabnya ngeracau.


“ngapa tuan senyum-senyum gaje? “Tanya gadis didepanku itu.


“ masalah buat lo, yang punya mulut kan gue! Ngapa lonya yang ngebacot?


Gimana coba gue ndak senyum-senyum, habis ekspresinya gemesss.


Gadis ini memang berbeda, di mana-mana wanita berbondog-bondong untuk mendekatiku dia malah sebaliknya.


Itu membuatku benar-benar ingin menciumnya dengan sikap gemesnya.


#Derta#


“Tuan, mengapa dekat-dekat?” setuju kepada pria brengsek yang mulai mendekatiku.


“ cup...cup...sesuatu yang lembut terasa menyentuh dikeningku.


Aku ingin berontak, tapi mengapa tubuh ku tidak beraksi.


Cup... suatu rasa yang sama menyentuh hidungku, pipiku.. dan..


Tiba-tiba terasa di bibirku rasanya yang lembut, mengecup lembut bibirku.


Jlebbbb...... aku membuka mata,,


Sial, muka pria brengsek berada berapa centi di mukaku.


Ahhhhh... dia dengan beraninya mencium ku lagi.


Dengan keras aku mendorong tubuhnya untuk menjauh.


“lo emang pria brengsek,”


Gue ngak boleh nangis sekarang. Gue harus kuat sesuai janjiku sama ayah bunda.


“maaf nona, anda sudah membuat saya tergoda” ucapku kembali ingin melanjut apa yang tertunda tadi.


Tok.... tok..... tok....


“permisi tuan, pakaian yang anda pesan sudah datang” terdengar suara diluar.


“sial” umpat ku kesal.


Memang tidak tau apa, orang mau bersenang-senang. Omel Dirga dalam hati.


“tunggu sebentar”dengan sigap aku berdiri untuk membuka pintu.


Untuk menghalangi gadis ini yang dengan cepat merespons untuk membuka pintu, emangnya dia tidak liat apa pakaiannya. Memang gadis bodoh, umpat ku dalam hati.


Malam ini anda bisa lolos nona, kedepanya akan ku buat anda tidak bisa pergi, karena anda seutuhnya miliku.senyum licik terlukis dibibirnya.


****


“*Hidup adalah serangkaian Kebetulan"kebetulan"adalah takdir yang menyamar.”


Fiersa bestari. _garis waktu*.