Household

Household
#mengapa harus marah?



Laki-laki sialan itu sungguh menyebalkan, setelah susah payah aku memasak untuk nya.


Dia hanya menatap nya saja, dan naik dengan alasan sangat mengantuk.


Dan beralasan untuk tidur.


Ini masih terlalu awal anda beralasan ngantuk tuan.


Anda pasti hanya ingin mengerjai ku saja kan? Mengapa sangat senang melihat ku kesusahan?


“Maaf nona, tuan muda meminta anda untuk naik” Suara pelayanan menegurnya.


Yang menatap kesal kearah tatanan makanan diatas meja. Yang belum tersentuh sama sekali.


Sialan,, kau pikir aku akan patuh kepada mu malam ini.


Setelah apa yang kau lakukan dengan makanan yang susah ku buat.


Aku pendendam loh. 😁


Pelayanan wanita itu menatap lama kearah nona mudanya. Seolah mengerti dengan kekesalan nona mudanya.


“Nona...


“Katakan kepadanya, aku harus memakan semua makanan diatas meja ini, dan bilang aku tidak mempunyai waktu melayaninya”teriaknya geram.


“Maaf nona saya...


“Sebaiknya bibi tidur sekarang, biarkan aku saja yang mengurusnya”derta menunjukan apa yang ada diatas meja makan itu.


Mempelankan suaranya.


Merasa bersalah karena memarahi wanita tua di depannya yang menunduk takut.


Mengapa aku sangat bodoh? Marah hanya karena lelaki gila itu.


Sangat sulit sekali mengendalikan emosi jika berurusan dengan pria gila itu.


Derta menatap lama makanan di depannya.


Akhirnya duduk dan memutus kan makan secara perlahan.


Tunggu, pelayan dirumah ini semua sudah makan?


Hah, bagaiamana jika aku mengajak mereka.


Derta menatap pelayanan yang masih menunduk di depannya.


“Bi, apa bibi bisa mengajak teman bibi untuk membantu ku, menghabiskan makanan ini? Tanya derta pelan.


“maaf nona, kami tidak berani. Makan bersama nona diatas meja makan yang digunakan tuan muda” jawab pelayan itu gugup.


“Ahhh... baiklah. Bagaiamana kalau kita makan di tempat kalian saja”tawar derta.


“maaf nona, kami tidak layak makan bersama nona ”


mengapa Anda tidak mengerti nona anda bukan orang biasa buat tuan kami. Kami tidak layak berhadapan dengan anda.


Huhh..,, merepotkan saja.


“Apa bibi tidak melihat dia tidak ada? Apa yang harus ditakutkan?


“Nona, tuan mempunyai mata-mata”


Hahahhahahaha.... Membuat ku ingin tertawa darah saja. Apa dirumah sendiri juga mempunyai mata-mata. Dasar orang kurang waras.


Setelah bersusah payah membujuk dengan ribuan kalimat indah dan berhasil meyakinkan kan pelayan itu bahwa tidak akan terjadi apa-apa.


Disinilah dia sekarang, makan beramai dengan pelayan yang merasa canggung makan didekatnya.


Dan itu berhasil.


Tentu saja, dia berhasil. Dia wanita yang ditakdirkan kan dengan segala sikap untuk menghadapi situasi apapun.


Termasuk sekarang. Heheh.


Tetapi rasanya sikap itu tidak berhasil jika berhadapan dengan pria brengsek itu. Huh. Mengingatnya membuat ku ingin menghilang saja dari muka bumi ini.


Hentakan langkah kaki terdengar sangat nyaring sukses membuat suasana menjadi hening.


Jlebb.... Tatapan dingin menatap wanita nya duduk diantara pelayan dengan senyum ceria bahkan wanita nya menjadi sumber lelucon mereka adalah istrinya.


Wahh,, jadi ini alasan mu tidak mau naik, huh.


Dengan santainya kau tertawa disini, siapa yang mengizinkan mu, hah!!!


Derta menatap tatapan dingin suaminya.


Seharus nya aku tidak mencari Gara-gara dengannya. 😭


Karena urusannya tidak akan pernah selesai.😭


Mengapa dia harus mempunyai sikap yang sangat menjengkelkan sih.


“Sayang, aku hanya ingin berkenalan dengan mereka”derta dengan sigap berdiri dari duduk nya dan memeluk suaminya erat.


Meminta pengampunan dengan tubuhnya.


Dir


ga dengan kasar melepaskan pelukan istrinya dan menatap dengan geram.


Mengapa wanita ini, selalu mencari masalah? Apa begitu susah untuk patuh? Menjengkelakan.


“Naik”perintahnya dingin.


Menatap tajam kearah pelatan-pelayan yang menunduk takut.


Derta merasa bersalah kepada pelayan dibelakang nya.


Dan mengatup kan tangan meminta maaf.


Sebelum menyusul suaminya.


Dirga duduk melipatkan tangan didada dengan kaki diangkat menatap penuh amarah kearah istrinya yang hanya menunduk takut dilantai.


Ya.. Mereka dikamar sekarang dengan pintu tertutup rapat dan terkunci.


Dengan kamar kedap suara. Siapa pun yang terbunuh pasti tidak akan ketahuan. Pikir derta.


“Apa aku terlalu baik? Apa kau lupa siapa dirimu, hah”teriak Dirga marah. “Sini”Dirga menjentik kan jari memanggil.


Siapa yang berani mendekati mu, hah.


Kau pasti akan membunuh ku kan. Kau sangat marah sekarang.


jangan lupa like dan votenya😁


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


author minta maaf hanya bisa update 1 episode saja.


author akan update sesuai dengan mood


🙏🙏