Household

Household
#Sekertaris hen.#



Ugh......benda apa yang menimpa perut ku?


Mengapa sangat berat?


Jleb........ apa pria brengsek ini selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan?


Apa dia tidak tau bahwa tangan nya nyaris membuat perut ku remuk?


Dengan pelan derta melepaskan tangan yang memeluk erat perut datarnya.


Hiks, hiks, hiks...betapa hina nya aku yang, yang bahkan tidak mampu menjaga diriku sendiri, yang dengan mudah nya tidur dengan pria yang bahkan belum resmi menjadi pasangan hidupku.


Hidupku begitu malang, menikah tanpa rasa cinta? Hiks, hiks, hiks. Tangis derta dalam kamar mandi.


“gadis bodoh, apa kau mau aku hajar pintu kamar mandi yang jelek ini? Ujar suara dengan geram. Dan penuh amarah.


Hajar saja, kalau bisa aku berharap pintu kamar mandi ini bisa membunuhmu sekarang.


“brak.... brakkkk...... pintu didobrak.


“ Baiklah tuan yang terhormat, aku akan segera keluar?


Anda bahkan belum menjadi suami sah ku, mengapa Anda sangat berkuasa atas diriku, walaupun anda sudah membantu perusahaan ayahku. Tapi saya kan masih punya hak dari lahir untuk menikmati kebebasan. Apa anda tidak tau bahwa kebebasan tidak bisa diperjual belikan.


Huhh.... sangat menyebalkan jika harus berdebat dengan anda tuan yang terhormat.


“apa kau mau bunuh diri?


“ maaf tuan, saya tidak berani melakukannya”


“Bukan kah kalau kau mati lebih menyenangkan” ujar Dirga dengan seringai penuh arti.


“ingat, hidup dan mati mu ada ditangan ku”!!!!!!


Tuan bukankah seharusnya perjanjian kita saling menguntungkan kedua belah pihak? Mengapa saya merasa anda yang sangat beruntung, sementara tidak dengan saya.


*********************************************


“silakan nona melihat isi kontrak nya” ujar sekertaris yang mungkin bernama hen itu.


"Baiklah"


mengapa perasaan ku tidak enak ya?


“hah....... mengapa isi kontrak nya seperti ini?


Mengapa hanya dia yang berkuasa atas isi kontrak ini?


Mengapa aku harus patuh dengan apa yang dia katakan?


Mengapa hanya dia yang bisa mengubah isi kontraknya?


Mana hakku? Mana hakku??


Brak.....dengan keras derta memukul meja pertemuan itu dan dengan cepat berdiri dari duduknya dengan emosi yang mencapai puncak ubun-ubun kepalanya.


Ceklekk....... empat biji mata menatapnya dengan tajam dengan tatapan membunuh.


“apakah kau mulai berani sekarang? Terdengar suara yang memenuhi isi ruangan.


“ maaf tuan yang terhormat, saya hanya meminta hak saya”jawab derta dengan sikap hormat dan kembali duduk dengan pelan.


Sebuah lirikan mata dari pria brengsek ini kearah sekertarisnya seolah mengatakan”kamu yang menjelaskan kepada gadis bodoh ini”.


bukannya perjanjian ini saling menguntungkan kedua belah pihak, mengapa aku yang dirugikan?


huhh....... aku bahkan sangat menyesal meminta pertolongan anda pria brengsek.


"Kalau tidak ada yang ditanyakan, kami mohon pamit nona" ujar sekertaris itu.


"Antar nona ini pulang kerumahnya" ujarnya kepada bodyguard yang ada di luar ruangan yang terbuat dari kaca ini.


"dan kamu jangan berani mencoba untuk kabur, kalau kamu melakukannya kamu tau sendiri akibatnya"perintah keluar dari mulut pria brengsek ini.


cihhh.... dasar pria brengsek apa kata2 yang keluar dari mulutnya hanya ada perintah dan ancaman?


"tuan yang terhormat, apakah saya boleh bertemu dengan sahabat saya?


" sahabat saya yang perempuan"


jawab derta dengan cepat setelah melihat perubahan ekspresi diwajah pria yang menatapnya dengan tatapan membunuh.


"apakah dua hari ini aku terlalu baik padamu?


" maaf tuan, saya hanya membahas masalah kuliah saya"


"apakah aku meminta mu mengurusnya? hah" dengan suara memenuhi isi ruangan ini.


saya tidak tuli kali, ndak perlu berteriak juga kan.


"Nona anda hanya perlu diam dirumah, nanti anda akan dikirmkan pembantu sampai hari pernikahan tuan muda dan nona" ujar sekertaris hen. yang berada disamping pria brengsek itu.


ahhh... akhirnya aku mendengar suara orang normal.


"Baik, apakah saya boleh meminta no ponsel Anda?


" Baiklah nyonya, kalau ada yang anda butuhkan silakan tanya kesaya"ujar nya menyerah kartu namanya.


"nona bisa memanggil saya sekertaris hen" ujar sekertaris hen melirik kearah tuan nya. yang melihatnya d3ngan tatapan membunuh.


seolah mengatakan,"akan ku membunuh mu"


"gadis yang malang mengapa Anda harus bertemu dengan tuan muda yang sangat buruk temperamen cemburunya.


" terimakasih sekertaris hen"jawab derta dengan mengeluarkan senyum termanis nya.


lihatlah gadis bodoh itu, bahkan masih sempat tersenyum menggoda pria lain didepanku.


dengan senyum manis seperti itu, senyum yang bahkan tidak ditunjuk nya didepanku, huh.. akan ku hukum mulut manismu itu. tunggu setelah aku menyelesaikan urusanku.


nona seharusnya nona, tidak boleh senyum sembarangan, apa nona tidak tau tatapan membunuh dari tuan muda.


"kamu jangan kemana-mana" ancam Dirga lagi.


"Baik tuan yang terhormat" jawab derta dengan menundukan 90 derajat tubuhnya.


kik... kik......


apa anda tersenyum bahagia setelah saya merendahkan diri saya, dasar pria brengsek.


"permisi nona" ujar sekertaris hen menyusul tuannya yang sudah keluar duluan dari.


**Jangan lupa vote, like, comen guyss💜💜💜


biar author nya semakin semangat😁😁😁**