
Setelah drama yang dibuat oleh derta pagi ini yang menjadikan sekertaris hen sebagai korban.
Sekarang dirinya duduk ber selonjoran diatas kasur king size milik mereka, suaminya berada di ruang kerja milik nya.
Dasar manusia memenang tidak pernah puas, hari minggu untuk istirahat saja dijadikan untuk bekerja, huh.
Derta mengedarkan pandangan nya keseluruhan isi kamar mereka. Mata nya terpaku kepada kalender yangg diatas nakas.
Deg, hari ini.
Astaga ulang tahun jerry.pikirannya melayang kearah cafe tempat yang harus menjadi tempat wajib buat mereka merayakan ulang tahun mereka caffe D, gasheo.tenpat yang menjadi bersejarah buat mereka.dengan sumpah yang mengikat hubungan mereka.apapun yang terjadi mereka harus merayakan tanggal istimewa ditempat itu.Derta dengan segala kepanikan nya bergegas berdiri menuju lemari pakaian nya memilih bajunya. Pandangan nya jatuh kepada baju berbentuk Sabrina cantik yang memperlihatkan bahu mulus milik nya dipandu dengan celana senada.
Baju yang dibelikan sahabat nya jerry sewaktu mereka liburan ke pantai. Air mata sedikit meluruh mengingat betapa sangat rindu nya dirinya kepada sahabat nya.
Berapa lama tidak bertemu, seminggu? tidak, dua minggu tidak juga. Satu bulan tidak bertemu, astaga. Dia sungguh-sungguh rindu.
Derta dengan segera memoles kan wajah nya dengan beberapa alat make up milik nya.
“cantik”ujar derta memuji dirinya sembari menatap bayangan nya dicermin.
Membawa beberapa benda yang menurut nya penting.
Vanya menatap kakak iparnya. Yang meminta dirinya menemani untuk bertemu dengan sahabat kakak iparnya. Dia memang pernah bertemu sekilas dengan orang yang disebut sahabat kakak ipar nya.
“kakak ipar kak Dirga akan marah jika kakak keluar. “ujar Vanya.
“tapi ini penting, aku tau kakak mu akan marah, tapi jika aku ijin dia tidak akan mengijinkan ku. “derta menunduk sendu.
“Jika dia bertanya bilang saja kita ke mall, dan agar tidak ketahuan kita akan membeli beberapa barang. Apa aku boleh meminjam uang mu? “derta semakin menunduk pandangan nya. Malu.
Mengatakan seluruh aksesnya di ambil alih oleh suaminya. Begitu juga dengan handphone.
“Kakak ipar uang bukan menjadi permasalahan nya, hanya saja aku takut kakak akan memarahi kakak ipar. “Saut Vanya sembari menatap kakak iparnya. Mengingat emosi yang temperamen kakaknya.
Dirinya bisa melihat betapa besar cinta yang terlukis ditatap kakak nya kepada kakak iparnya. Orang yang disayanginya akan dijaga nya dengan ekstra.
“aku akan menghadapi nya. ‘Saut derta cepat.
“Hemmmm....
******
Disini lah, mereka sekarang didalam mobil dengan nafas ngos-ngosan mengedap agar tidak ketahuan saat menyelip. Pandangan mereka saling bertemu kemudian tawa pecah diantara mereka. Mengingat kekonyolan mereka.
“serasa jadi anak SMA gue, hahahha. “Vanya terkekeh. Derta membalas dengan anggukan kepala menyetujui Ucapan adik iparnya.
Kapan dirinya tertawa lepas seperti ini?
Emmmm, sejak kejadian yang merengut keluarga bahagia nya. Mungkin.
“ya sudah, kemana kak? “Vanya Bertanya sembari menyetir.
“cafe D, gashio, kau tau kan? “
Vanya menangguk kan kepala nya.
“Aku ingin membeli kado, apa kita bisa berhenti sebentar. “
“tentu saja,, lets go. ‘Vanya menjawab dengan semangat 45.
“Kau ini,kita memang sudah pergi sedari tadi, hehhe. Jari kata lets sudah tidak berlaku ua. . “komentar derta dengan terkekeh pelan.
Vanya menggulum senyum malu, mengingat kesalahan nya.
“emmm, maksudku kita lets go nya untuk beli kado. “saut nya kemudian mencari celah menyelamatkan diri.
“ohhh,,, “derta menjawab dengan pelan dan kembali cekikikan diantara keduanya. Menahan kebodohan mereka.
******
selamat mbaca te man-teman,, jangan lupa tekan tombol like nya yaaa❤fighting.
sorry banget aku updatenya malam🙏🙏