Household

Household
"hemm(3)



“plok,,, plokkk.... hebat ya!!”


Jleb......sejak kapan dia berdiri disitu? Bagaimana ini?


“gue tutup dulu bye”.ujar ku menutup telepon.tanpa menjawab pertanyaan yang menanyakan siapa yang berbicara kepadaku. Jerry sorry.


“Maaf tuan” apakah tuan membutuhkan sesuatu?” Tanyaku dengan perasaan was2.menutup perasaan khawatir.


“kemarikan hpmu” terdengar permintaan yang sangat mengerikan.


“maaf tuan itu hanya sahabat saya, wanita” jawabku membela diri.


Huh, mengapa aku harus melapor segala, memang nya dia siapa?


“apakah kau mau melawan?


“ Maaf tuan”ujarku memberi kan HP ku kepadanya.


Bagimana ini? Aku tidak berani menatapnya.


“apa kau mau melihat nya hancur?”


Siapa? Mau menghancurkan apa?


“ tidak tuan”jawabku terbata-bata.


“Berhenti berhubungan dengan mereka?’


Apa? Kau siapa? Mengapa seenak nya mengambil keputusan sendiri.


“ Baik tuan”


Aku masih punya perusahaan yang harus diurus begitu juga mereka yang menjagaku.


“tiba tiba dia menyoyorkan HP ku kepadaku.


Ah.. apakah dia mengembalikan hpku, syukur lah hatiku girang.


“ Buka ”menujukan layar HP yg terkunci.


“hah....... tuan itu privasi saya” ujar ku kaget melihatnya meminta ku membuka kode handphone ku.


“Bodoh, aku berkuasa atas tubuhmu, terserah aku dong, mau apakan barang yang kubeli’jawabnya santai.


Muka ku pias,” baik tuan”jawabku segera membuka kode handphone ku, dengan gemetar.Bagaimana ini, aku mempunyai banyak kontak teman lelakiku. Aku khawatir, aku lumayan aktif di organisasi tentu saja aku memiliki banyak teman.


“ternyata, barang yang kubeli sangat murahan, mengapa banyak sekali kontak teman prianya?”Ujarnya menatap wanita didepannya tajam.


“ maaf tuan, itu teman se organisasi saya dikampus”jawabku membela diri.


“apakah aku ada meminta mu menjawab?”


“ terus mengapa mereka memanggil mu dengan sebutan menjijikan itu”


“sayang” cihhhh.....


Dasar gadis murahan.


“tuan kami memanggil semua teman akrab seperti itu” jawabku membela diri.


“apa aku meminta mu membantah” teriaknya kencang.


Ahhhh... cowok gila... apakah dia tidak pernah memiliki teman, apakah dia tidak pernah bercanda, apa hidup nya selalu seriuss.


“sekarang blok, dan hapus semuanya nomor ini. Dan ganti nomor serta hp”


“tapi tuan, aku........


Mengambil handphone nya sendiri“ Hen, beli HP terbaru dan lengkap dengan kartu sekarang”ujar nya ditelpon.


Pria brengsek, apa dia tidak tau betapa berharga nya HP itu, HP yang kubeli dengan uang tabungan ku sendiri.


“apa kau mau marah?”


Gila, sudah tau masih bertanya.


“Tidak tuan, saya tidak berani”


“cihhhh.... ekspresi mu bahkan sudah menunjukan apa yang kau pikirkan.


“ pakaikan baju ku”


“hah....... “ ujarku terkejut. Apakah otak mesum nya mulai bekerja lagi.


“maaf tuan”


“jangan membuat ku mengulang lagi?”


“apakah kau bodoh, kau harus mengeringkan rambut ku terlebih dahulu, bukankah kau sangat berpengalaman dengan pria?


Huh...... dari pada diladeni masalahnya tidak akan selesai.tadi kan dia minta pakai kan dia baju kan.


dalam hati sambil mengeringkan rambutnya pelan pelan.


“ apakah kau masih kuliah?”


“Hahhh..... masih tuan, tapi saya cuti 1 semester.”


“apakah aku akan menikahi anak kecil?”


“ tuan saya bukan anak kecil, saya sudah 21 tahun”jawabku kesal.


“apakah kau pikir 21 tahun itu sudah dewasa?”


“ tentu, emangnya umur tuan berapa?” bertanya penasaran.


“apa kau ingin tau?” Tanya nya dengan seringai lebar.


Hanya kujawab dengan anggukan kepala. Dibelakang punggungnya.


“ 50 tahun,


Plok..... dengan reflekss tangan ku memukul lengannya.


“tuan, apa tuan bercanda, muka anda bahkan tidak tua sama sekali, apa tuan berpikir anda membohongi anak kecil bodoh”


Hahahahhahahahah....................


“mengapa anda tertawa? Bukankah rumor bilang anda sangat susah tertawa dan sangat dingin.” Tanya ku dengan enteng.


Mengapa dia diam? Apakah dia marah?


“ maaf tuan, jika saya lancang?”


“apakah kau tau kalo orang salah diapakan?”


Menggeleng kan kepala, terdiam sejenak berpikir“ dihukum tuan”jawabannya kemudian.


“kau juga harus dihukum” serunya tiba 2 memutar badan menghadap wanita didepan nya dan menatapnya dengan lekat.


“maaf tuan, rambut anda sudah selesai dikeringkan” jawabnya terbata-bata.


Tubuhku merinding napasnya bahkan terdengar di leherku.


“Bukankah bibir ini yang sangat tidak bisa diam” jawabnya dengan menatap bibirku dan menyentuhnya dengan jari-jarinya.


“cup.... cup......


Aaaaa.... dia mengambil keuntungan lagi dariku.


“ maaf tuan, anda harus segera..


“cup, cup..... Kecupan lagi bahkan sebelum derta selesai berbicara dia sudah menarik tekuk wanita itu dan mencium lagi.


Pria brengsek ini dia bahkan sudah mengambil ciuman pertamaku.


Lidahnya bahkan sangat cepat menyusup masuk kemulut wanita itu yang tutup Rapat-rapat.


apakah gadis bodoh ini menolak lagi ciumanku?


Akan ku gigit bibir mu bodoh,


“dengan cepat ku gigit bibir nya dan terdengar suara kesakitan dan mulut nya terbuka.


Tidak akn kubiarkan kesempatan ini, dengan cepat ku mengisapnya dengaan lembut. Mengapa bibirnya sangat manis? Dan membuatku menginginkan lagi!! Seperti nya dia tidak melawan.


Pria brengsek ini sangat kejam, mengapa dia mengigit bibirku lagi. Aku tidak boleh membiarkannya, tangan nya bahkan sudah kurang ajar.


Huakkk... sekuat tenaga ku mendorongnya dengan cepat aku mengambil napas yang sudah mau habis.


“tuan saya, minta maaf, saya belum siap”.


“hahahahhahah hahaah”


“mengapa dia tertawa? Apakah lucu?


***


**Manusia adalah makhluk yang hebat Dalam beradaptasi. Kita beradaptasi untuk tersenyum didalam perih, untuk mengasihi disela perih.


~Fiersa bestari~