
Setelah seharian menemani suaminya di kantor membuat derta sekarang terkapar malas diatas king size mereka.
Tubuh nya hanya ingin berbaring dan beristirahat sepuasnya.
Tanpa mempedulikan suaminya yang sudah sibuk kembali dengan pekerjaan kantor yang dibawa pulang kerumah.
Akibat dia merengek minta pulang cepat.
Sekarang posisi nya terlentang menghadap langit-langit kamar. Membuat nya tenggelam kedalam imajinasi.
Memikirkan skenario hidupnya, meningat kembali pertemuan dengan pria yang berstatus suaminya sekarang.
Pria yang melemparkan surat perjanjian pernikahan kontrak antara mereka. Pria itu juga yang mengambil sesuatu yang sangat berharga miliknya.
Apa aku perlu bersyukur dia sudah membantu ku kala itu? Atau marah karena membuat ku terjebak di situasi seperti ini.
Surat pernikahan kontrak itu?
Apa perasaan ku saja, aku merasa nyaman jika bersama dengan pria itu.
Tapi, Aku pikir aku harus tegas, aku ngak bisa menjalani kehidupan seperti ini, aku harus menghakiri nya.
Menghakiri pernikahan begitu juga pernikahan konyol itu.
Lagipula perusahaan ayah sudah stabil.
Aku tidak bisa jika harus terjebak situasi seperti ini, aku harus meluruskan masalah ini.
Derta mengangkat malas tubuhnya dari kasur terduduk dan menyemangati diri sendiri. “fighting, kamu bisa menghadapi nya”semangat nya kepada diri sendiri.
Menyusun rencana didalam otaknya.
Sekarang aku butuh handphone, hiks. Mengapa sangat kejam sekali ? Meningat handphone miliknya ditahan. Bagaimana cara aku mendapatkan kembali handphone ku? Vanya, sohyun, jerry gue rindu sama kalian, hiks.
Kuliah juga udah beberapa hari ngak masuk.
Tapi, aku tidak ikhlas jika benar-benar melupakan pria itu, hiks.
Dirga masih menatap fokus layar didepan nya. Ketika ketukan di pintu membuyar lamunannya. Itu pasti istrinya pikirnya.
Tuh, kan benar kepala istrinya sudah menongol.
Derta menampakkan senyum manisnya dan kembali mendegus kesal melihat respons suaminya yang hanya menatap nya datar.
“apa kau buta melihatku sedang ngapain. “serunya Dirga ketus. Sembari menunjukkan layar didepan nya dengan dagu memberi tahu bahwa dia sedang bekerja dan tidak ingin diganggu.
“A-aku ingin berbicara. “ucapnya gugup. Menundukkan pandangannya.
“Besok...... “saat Dirga lebih ketus.
“T-tap ini penting. “saut derta cepat dia sangat gugup sekarang. Meremas bajunya pelan menalisir rasa cemas dan takut nya.
Dirga melepaskan pandangannya dari layar didepan nya mengalihkan pandangan kearah wanita yang masih berdiri didepan nya.
Memijit keningnya pelan. Dirinya sudah sangat pusing memikirkan masalah perusahaan. Kakek nya benar-benar memberi nya tanggung jawab sekaligus dua perusahaan besar. Perusahaan milik nya dan juga perusahaan warisan dari keluarga yang dulu dikelola kakek nya.
“Keluar.”serunya keras membuat wanita didepan nya terkonjak ketakutan.
“Aku ingin bermain ponsel karena aku sangat bosan dan kau sibuk dengan pekerjaan mu. “seru derta tidak mau mengalah. Ntah keberanian dari mana itu.
“Untuk apa aku harus memberikan mu ponsel? “seru dirga sinis.
“A-aku hanya ingin bermain saja, aku sungguh bosan. “Saut nya kembali melunak. Menundukkan pandangan nya.
Cepat sekali mood nya berubah. Hiks.
Dirga kembali menatap intens wanita yang masih berdiri didepannya.enghela nafas pelan.
“Besok aku mengembalikan handphone mu dan keluar menemui adik ku agar kau tidak bosan. Dia yang akan menemani mu mansion. “ucapnya Datar.
Derta mengerjapkan mata nya mengangga tidak percaya.
“B-bukan nya kau bilang tidak.....
“ jangan banyak tanya, kembali lah tidur. “ucapnya Datar kembali menatap layar didepan nya.
Derta menatap kosong pria didepan nya, rencana nya gagal rencana yang sudah disusun nya rapi-rapi untuk dikeluarkan. Ternyata gagal.
Mengapa dia sengsi sekali, seperti ibu hamil saja. Derta menggeleng kan kepala nya, apa yang aku pikirkan. Melanjutkan kembali langkahnya untuk keluar kamar.
Membaringkan tubuhnya malas, mengapa tubuh nya akhir-akhir ini cepat sekali kelelahan.
********
suerr,, jangan lupa vote dan like.. soalnya udah double update 😭