
Sebaik nya aku tidur cuantikkk, karena suami brengsek itu sibuk dengan sekertaris hen, diruang kerjanya.
Yaaa karena mereka pulang sudah disambut sekertaris kejam itu, huh.
Dia bahkan tidak takut aku melotonya tadi dengan mata nyaris keluar.
Akh, membuat ku ingin punya kuasa menghilang kan dua nyawa makhluk kejam itu.
Sebaiknya aku segera tidur sebelum kepala ku pecah memikirkan kejadian hari ini.
“Bagaimana kamu menindak lanjuti mereka, hen”? Tanya suara dingin mengisi ruang kerja yang tertata rapi itu.
“akan saya pastikan hukumannya sesuai keinginan anda tuan”jawab sekertaris hen.
Akhir-akhir ini seperti nya masih memikirkan keadaan orang lain tuan sebelum anda mengambil keputusan tuan.
Itu membuat saya sedikit bangga.
“Apa yang harus kita lakukan dengan nona indah tuan”tanya sekertaris tercekat.
memikirkan wanita itu yang pernah membuat tuannya harus kehilangan wanita yang dicintainya.
Kemudian membohongi tuann muda dengan berpura-pura menjadi wanita yang dicintai tuan muda.
Tuan Muda yang terlalu takut kehilangan di butai oleh cinta.
Tanpa memikirkan ada perbedaan pribadi pada wanita yang dicintainya.
“Hukum saja yang sewajarnya, jangan lakukan hukuman seperti beberapa tahun yang lalu”tegas nya berdiri dan berlalu pergi.
Baiklah tuan” kejadian itu sudah lama sekali.
mengapa Anda bisa setenang itu waktu itu anda yang dibohongi saya yang marah. Hukh..
Sungguh tidak seru jika tidak melihatnya mendekam dipenjara lagi.
Wah, wah, wah dia tidur sangat nyenyak.
Dirga memandangi istrinya, yang sudah tertidur lelap.
Pasti kau sangat kesal bukan dengan sikap ku.
Tentu saja aku kesal emang siap yang mengijinkan membagi senyum lucumu untuk orang lain, kau saja tidak pernah senyum semanis itu kepada ku.
Kalau aku belum melihatnya emang siapa yang berhak melihat nya sebelum aku. Tidak ada yang boleh melampaui ku.
Dirga segera membersihkan diri.
Aku pikir sekertaris hen benar, wanita itu banyak mengubah ku.
Aku tidak tau bagaimana rasanya cemburu, hanya karena seorang yang kita cintai lebih menyukai orang lain.
Tapi dia berhasil membuat ku merasakan hal itu.
Akh..... Hidup terlalu rumit dengan banyak teka-teki kehidupan yang tidak bisa ditebak.
Dirga telah selesai membersihkan diri dan berpakaian membaringkan tubuhnya yang lelah.
Menatap wanita didepannya, membuatnya ingin melindungi dan memberi rasa nyaman.
Emang siapa yang suka membuat ku Marah, huh. Kau sendirikan , jangan salah kan aku jika berbicara kasar”Dirga berperang dengan pikirannya sendiri.
Memeluk erat istrinya membenam kan muka di ceruk leher istrinya.
Dan cup....dirga mencium lembut kening istrinya yang sudah lama dialama mimpi.
Dirga pun menyusul kealam mimpi.
#pagi
Ugh..... Mengapa perut ku terasa ada yang berat.
Apa ada tangan raksasa yang menimpa nya.
Dengan pelan derta membuka matanya, mengumpulkan kesadaran sepenuhnya.
Derta menggerutu kesal.
Kalau kalian berpikir dia akan memindahkan tangan yang menimpa nya.
Tentu saja dia tidak Berani.
Mengingat peraturan yang mengatakan”jangan menganggu tidur tuan muda, apa pun yang terjadi”emang nya kalau kebakaran gue harus diam gitu ndak usah bangunkan dia.
Aku bahkan berharap kebakaran itu ada. Heheh
Derta menatap wajah empunya tangan yang menimpa perutnya.
Huh,, mengapa dia sangat menggemaskan saat tidur seperti ini. Seperti aku sedang melihat bayi ganteng yang tertidur pulas.
Menatap bibir merah pria itu.
Huh, bibir sialan ini yang sangat kurang ajar, apa aku perlu memberinya pelajaran. Hahah.
Aku berharap dengan keajaiban ada penjepit baju disini.
Tunggu, bukan kah aku mempunyai ikat rambut. Heheh.
Dirga memegang pelan bibir suaminya. Berpikir untuk mengikatnya.
Diiringi dengan senyum licik dibibir cantiknya.
“Apa yang kau lakukan “teriak suara dari mulut sialan itu.
Derta terkejut, habislah aku.
“Ak.. Aku hanya mengusir lalat, benar mengusir lalat “jawabnya terbata.
Dirga menatap diam istrinya yang sudah menunduk kan wajahnya.
“Mengapa kau sangat berani, hah”
Tentu saja aku berani, kau saja sembarangan menciumku semaumu, tentu saja aku akan menghukum bibir itu. (Dalam hati).
“Maafkan saya tuan”
“Tuan? Dirga mendelik kan maranya. Tanda tak suka.
“suamiku, maafkan aku”dengan cepat-cepat derta bangun dari tempat tidur menghindari apa yang akan terjadi.
Sebuah tangan besar Menariknya.
Bugh. .... Tubuh kecilnya menimpa sang suami.
“tidurlah, aku masih mengantuk”mengeratksn pelukannya.
Vote
Vote
Vote
Vote
Vote.
Like💜
Like💜
Like💜
Like💜
Like💜
Like💜