Household

Household
Ingin memeluk mu



Dirga duduk termenung, memikirkan sejak kapan dirinya begitu lemah berurusan dengan wanita.


Rumor yang mengatakan diri nya Playboy hanyalah karangan belaka.dia memang beberapa kali bersama wanita itu hanya sebagai rekan kerja. Bukan menjadikan kekasih atau pun rekan ****.


Termenung, memikirkan sejak kapan perasaan tidak enak melihat istrinya dekat pria lain. Memikirkan sejak kapan cemburu itu hadir mengeroti pikiran nya.


Sejak kapan perasaan alaminya marah melihat wanita nya berada diantara teman pria nya. Marah karena cemburu bukan karena marah mengklaim bahwa wanita itu wanita yang dibeli nya. Tapi marah karena cemburu perasaan mencintai.


Huh, aku tidak menyangka bisa jatuh cinta lagi.


Tok, tok, tok. Ketukan dipintu mengalihkan pikiran nya.


“permisi tuan. “suara sekertaris hen.


“masuk.”dasar bodo sejak kapan dia sok sopan mengetuk pintu sebelum masuk.dan aku mengapa harus menjawab nya. Maki nya kemudian kembali mengalihkan pandangan ke arah layar komputer didepan nya.


“permisi tuan. “ucap sekertaris hen. Merasa jengkel melihat tidak ada respons dari tuanya.


“cepatlah kembali ke ruang mu. “teriaknya tanpa menyadari ada seseorang yang terlihat terkejut dibelakang sekertaris hen. Isak kan kembali terdengar.


Bukannya, dia ku suruh mengantar..


Terburu-buru Mengalihkan pandangan nya, melihat ada wanita terisak-isak dibelakang sekertaris nya. Bersembunyi.


Sekertaris hen mengetik beberapa pesan untuk dikirim ke tuannya yang berisi kalimat.


“Tuan, nona kelaparan dan dia bilang dia kesepian dirumah walaupun ada para pelayanan.dan jika anda memaki saya mengapa tidak suruh makan di mansion saja jawabannya adalah....nona bilang dia akan mati kelaparan diperjalanan dan dia hanya mau makan bersama anda. “


begitulah isi pesan dari sekertaris hen.


Membuat Dirga melotot kan matanya. Mengusir keluar sekertaris hen dengan sorot matanya.


Dirga bisa melihat drama didepan nya. Istrinya yang ingin keluar bersama sekertaris hen, tetapi ditolak sama sekertaris hen. Dan bisa didengar sekertaris hen mengucapkan bahwa dia akan baik-baik saja.


Huh, sejak kapan mereka akrab.


Derta menelan salivanya kasar. Dia ingin menangis.


Ah, mengapa dirinya sangat cengeng dan dia hanya ingin menangis saja.Menundukkan pandangan nya menahan tangis.


Dan mengapa dia ingin sekali memeluk suaminya. Ada aap dengan dirinya? Hiks.


Dirga melihat tajam kearah istrinya yang sedang menahan tangis. Cengeng, itulah yang ada dipikirkan nya sekarang.


“kau ingin makan apa? “serunya bertanya dapat kepada wanita didepannya.


Berdiri dan berjalan menuju sopan empuk diruangan nya.


“A-aku ingin makan rujak asam mangga, es krim coklat dan pizza Banyak. “ucapnya polos.


Dirga segera memesan permintaan istrinya nyata pa protes bahwa makanan itu Buruk untuk kesehatan.


“apa kau marah kepadaku? “tanya derta pelan. merasa tidak ada respons dari suaminya nya.


“Kau masih bertanya dasar bodo. “saut Dirga ketus kemudian.


“A-aku minta maaf, dan aku ingin memeluk mu. “saut derta polos membuat amarah yang melingkupi hati Dirga meluruh sedikit melihat betapa sangat lucunya istrinya.


“Kemarilah.”berdiri merentangkan tangan nya.


Dengan semangat derta berdiri dari duduk nya melangkah kan kakinya memeluk suaminya.


Ntahlah, pelukan ini sangat nyaman. Dan hari ini mengapa dia hanya ingin memeluk suaminya dan Ingin menangis.


“Apa mau masih marah?”bertanya dengan hati-hati.


“kalau kau marah jangan mengabaikan ku, hiks, dan kau jangan marah-marah terus dan jangan suka teriak. “serunya dengan polos sembari mengeratkan pelukan nya.


Dirga mengerutkan kening nya.


Dimana rasa takut istrinya? Lihatlah dia bahkan dengan berani menasihati ku. Apa dia tidak takut ku marahi dan ku pukul seperti sebelumnya.


“Kau jangan berani- berani menasihati ku. “serunya keras. Membuat Derta semakin mengeratkan pelukan nya.


Aku juga tidak tau mengapa aku berani, pokoknya aku hanya ingin mengeluarkan kekesalan dan isi hati ku.


“sayang, maafkan aku. “mengeratkan kembali pelukan nya. Membuat tubuh kekar Dirga merasa sesak.


Dirga menangkup wajah istrinya nya membuatnya terkekeh, bagaimana bisa dia bisa marah melihat betapa sangat mengemaskan istrinya ini. Dengan hidung memerah.


Mengecup kening istrinya, mata, hidung dan terakhir berlabuh dibibir, mengemut pelan dan akhirnya sebuah ciuman yang menuntun lebih, mengabsen setiap isi dalam mulut istrinya.


Derta kewalahan membalas aksi suaminya.


“S-sayang aku lapar. “serunya diantara ciuman panas mereka.


******


jangan lupa like dan votenya guys..


maaf banget baru update lagi