Household

Household
#membela#



Plakkkkk.........


Tamparan itu sukses membuat derta mematung.


Apa sekertaris itu tidak punya hati. Dia dengan teganya menampar orang tua, sungguh tidak punya hati. Geram derta.


Apa lagi didengat nya perkataan sekertaris hen yang mengatakan akan menghancurkan perusahaan mereka rata dengan tanah.


Beberapa minggu bersama mereka membuat derta percaya bahwa apa yang dikatakan nya tidak pernah bohong.


Apa dia Tuhan yang selalu membuat keadaan sesuai dengan keinginan tuan nya.


Yaa.. Waktu yang berjalan semestinya.


Hentikan..... “teriak derta menampakan emosinya.


Yang membuat sekertaris hen terkejut begitu juga tuan mudanya.


Dirga yang terlalu serius dengan masalah ini, dan tidak menyadari kedatangan istrinya.


Begitu juga sekertaris hen yang diselubungi emosi menghadapi ketidak becusan para investor yang bekerjasama dengan tuannya.


Sekertaris hen menatap istri tuan mudanya dengan wajah datar dan memberi perintah.


Lebih baik nona keluar sekarang”perintahnya dingin.


Apa yang kau lakukan, kau bahkan tidak punya hati menyakiti orang tua”teriak derta tidak habis pikir dengan tindakan sekertaris hen.


Dengan berani menatap tajam kearah suaminya. Dirga yang melihat keberaniannya istrinya hanya senyum tipis.


Para investor yang melihat senyum orang paling berkuasa didunia bisnis, semakin mengidik ngeri. Melihat senyuman yang seakan bisa menembus ulu hati.


Nona sebaiknya anda keluar”perintah sekertaris hen lagi dan tidak bermaksud menjawab pertanyaan nona nya.


*Apa yang harus aku lakukan, sepertinya masalah mereka bukan sesuatu yang ringan. Lihat saja tindakan sekertaris hen. Pasti karena kesalahan bapak tua itu besar.


Derta menatap kearah orang bapak tua yang dimaksudnya. kalian emang b*go jika memilih berurusan dengan dua manusia es itu.


Tapi kan tidak harus pakai kekerasan kan. Huh, apa alasan yang harus aku lakukan. Aku harus menolong mereka, karena mereka pasti punya anak istri yang harus dilindungi.


Memikirkan ini, membuat teringat nasibku yang tidak memiliki kedua orang tua lagi.


Aku tidak boleh sedih, aku harus pikirkan bagaiman caranya membebaskan mereka*.


Dirga menatap penuh selidik kearah istrinya yang seperti sedang berpikir. Apa yang kau pikirkan dalam otak kecil mu itu, hah. Apa kau mau membela brengsek itu.


Apa kau sedang berpikir bagaimana rencana yang akan kau lakukan untuk membebaskan mereka”haha.


Rencana mu tidak akan berhasil, sayang. Emang apa yang bisa dilakukan otak b*d*h .


itu. Dirga.


Sekertaris menatap keherana kearah nona mudanya yang seperti sedang berpikir keras.


Derta menatap pelan kearah sekertaris hen.


Mana keberanian tadi, hey muncullah wahai hati pemberani. Derta menggerutu dalam hati.


Siapa yang membawa anda kemari nona? Apa anda tau masalah ini sangat penting”sekertaris hen menekan kalimatnya.


Aku sendiri yang kesini, aku hanya kelaparan, kalian bahkan membiarkan ku kelaparan,


Apa kalian tau ini sudah melewati jam makan siang kantor”derta dengan berani melirik kearah jam manis yang bertengger di pergelangan tangannya.


Dirga menatap kearah istrinya.


Makan lah sendiri, jangan berani mensia-sia kan waktu ku”


Derta menatap diam kearah suaminya.balik menatap kearah sekertaris hen.


Apa kau bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin hen”derta bertanya pelan kearah sekertaris hen.


Brakkk.... Berani nya kau melawan perintahku”Dirga menggerebak mejanya. Dan menatap tajam kearah istrinya murka. Berdiri dan menghampiri istrinya.


Menarik keluar tangan istrinya.


Selesai kan seperti yang ku perintah kan”Dirga memberi perintah kepada sekertaris nya dan menyeret istrinya.


Derta memberontak dari gengaman suami yang menariknya.


Hentikan”derta menghentakan tangannya sontak membuat genggaman suaminya terlepas.


Dirga menatap murka kearah istrinya.


Plakkk.. Tamparan sukses mendarat di pipi istrinya.


Jangan sok menjadi pahlawan ******, apa kau mau membela orang lain, hah.


Apa kau pikir setelah apa yang kau lakukan barusan membuat mu masih berharap masih hidup, hah”teriak Dirga memenuhi ruangan.


Menatap istrinya yang terhuyung ke belakang akibat tamparan nya.


Derta menegakan kepalanya menatap satu persatu mereka yang diruangan yang menunduk takut.


Kau bisa membunuh ku yang hina ini”derta menunjukan dadanya.


Tapi tidak dengan mereka”derta menatap para pria tua yang menundukan kepala ketakutan.


Kau bisa membunuh ku sekarang, emang apa yang aku harapkan untuk tetap hidup, hah


Apa yang bisa aku lakukan, persetan dengan perusahaan sialan itu. Kau bisa memilikinya tanpa harus merasa bersalah.


Siapa yang Yang peduli dengan ku, tetapi tidak dengan mereka.


Mereka masih mempunyai anak istri yang harus dilindungi”derta menangkup wajahnya


Air matanya sudah mengalir deras.


Apa alasan ku harus mengampuni mereka, hah”jawab Dirga menatap kearah istrinya yang menangis pelan dan menangkup wajahnya.


Ada perasaan yang berbeda melihat tangis wanita didepannya sekarang.


Mereka masih mempunyai keluarga yang harus dilindungi, aku hanya tidak ingin membuat anak istrinya merasakan apa yang aku rasakan, hiks, hiks”derta menjawab pelan.


like🙏


like🙏


like 🙏


like🙏


jangan lupa vote and like teman🙏🙏🙏dukung dong author nyee💜💜💜😁