
"Ya ampun! Ternyata kamu disini Nak, bikin cemas saja. Ayo masuk kita makan siang saja,"
"maaamamamadaadaaa." sahut Kimmy sambil bertepuk tepuk tangan.
Kimmy ternyata sudah berada di taman belakang. Untung saja Yongki gerak cepat karena takut terjadi apa-apa sama bayi itu. Yongki pun segera menggendong Kimmy masuk ke dalam rumah. Dan langsung makan bersama.
Sementara di rumah Nadya...
"Oia pak, semua peralatannya sudah saya ambil begitu juga dengan tasnya, tapi belum saya ambil di bagasi mobil, apakah bapak mau mengeceknya? ucap Andi.
"Ya baguslah. Tidak perlu, yang penting kamu sudah menghapus jejaknya dia," tukas Pak Arif.
"Oia, suruh Bi Inah menghadap saya sekarang," ucap Pak Arif.
"Baik Pak!" sambung Andi.
Andi pun segera mencari Bi Inah ke dapur, ia memberitahukan bahwa Pak Arif sedang mencarinya. Memdengar hal itu, Bi Inah langsung kaget. Hatinya dag dig dug tidak karuan, sesuatu yang ia takutkan pasti akan terjadi.
Tidak lama kemudian, Bi Inah pun segera menemui Pak Arif. Dan benar saja, Pak Arif menanyakan lagi soal Nadya. Ia ingin sekai bertemu dengannya. Tanpa berpikir panjang, Bi Inah pun langsung memberitahukan bahwa, Nadya sudah tidak ada lagi di rumah ini.
"Apa kamu bilang?!" ucap Pak Arif geram.
"Ma-maaf Pak. Saya benar-benar minta maaf. Tolong maafkan saya," ucap Bi Inah.
"Kamu kan selama ini aku tugaskan untuk menjaga dia. Kenapa bisa tidak ada? Kabur kemana dia?" ucap Pak Arif kesal.
"Aku juga tidak tahu Pak. Maaf kan aku," ucap Bi Inah sambil menangis.
"Kamu ngurus dia aja tidak becus. Padahal di rumah ini hanya ada aku dan dia. Nagapain aja sih kamu selama di rumah ini?!" ucap Pak Arif dengan amarahnya yang membludak.
Sementata para anak buahnya hanya bisa terdiam, tidak bisa berbuat apa-apa untuk Bi Inah, termasuk juga Andi. Ia begitu iba melihat Bi Inah dibentak-bentak oleh Pak Arif.
"Cari dia sampai ketemu! jangan biarkan dia lolos," ucap Pak Arif kepada para anak buahnya.
"Dan kamu! Mulai sekarang, kamu dan suamimu tidak usah bekerja lagi di rumah ini, pergi dan bereskan barang-barang kalian sekarang juga!" bentak Pak Arif.
"Tapi Pak!" sahut Bi Inah sesenggukan.
Tidak terasa tetesan air matanya mengalir begitu saja dan tidak bisa dibendung lagi. Ucapan Pak Arif sungguh menyayat hati. Serasa tertusuk bambu runcing sampe menusuk kedalam hati. Tiba-tiba suami Bi Inah datang menghampirinya. Ia diberitahu oleh Andi jika Bi Inah sedang menghadap Pak Arif.
"Mohon maafkan istri saya Pak," ucap suaminya Bi Inah.
Namun, Pak Arif tidak menggubrisnya. Apa mau dikata, dengan berat hati mereka berdua harus pergi meninggalkan rumah itu. Rumah yang selama ini mereka rawat dan mereka jaga, kini harus terpaksa pergi meninggalkannya.
Bi Inah dan suaminya pun segera meninggalkan ruangan Pak Arif. Mereka bergegas untuk membereskan barang-barang nya. Dan setelah itu, mereka langsung pergi meninggalkan rumah itu tanpa sepatah kata pun. Teman-temannya pun merasa kehilangan. mereka menangisi sepasang suami istri itu pergi, termasuk Andi.
Tidak lama kemudian, Andi pun menyusul Bi Inah dan suaminya, ketika mereka sedang menunggu bis. Ia menawarkan diri untuk mengantarkan mereka berdua pulang ke kampung halamannya.
Namun, suami Bi Inah menolak nya. Ia tidak ingin Andi berurusan dengan dirinya lagi. Takutnya akan menambah masalah baru. Hanya saja, ia berharap Andi bekerja dengan giat dan melarangnya untuk menerima pekerjaan yang membuatnya masuk ke dalam jurang hitam.
Andi pun berjanji kepada mereka berdua dan akan mengembalikan mereka, untuk kembali lagi ke rumah mewah itu. Setelah itu, mereka berdua pun pamit kepada Andi. Mereka pun berpelukan dengan berderai air mata.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Hari sudah hampir sore, saatnya Yongki untuk bersiap-siap untuk pergi tugas ke rumah sakit. Namun, Kimmy belum juga tidur. Sementara Reno dan Dicka belum juga pulang.
"Haduh, bisa-bisa telat nih," gumam Yongki.
Tidak lama kemudian, Kimmy pun merengek manja. Tandanya sudah lelah dan kemungkinan akan segera tidur. Yongki pun langsung membuatkan susu untuknya.
Tok tok tok
Suara pintu diketuk dari luar. Dan Yongki pun langsung segera membukakan pintunya. Dan ternyata yang datang adalah Dicka. Sementara Reno belum juga datang. Entah memang pulang malam, atau tidak tau arah jalan pulang.
"Wah hebat kamu, sudah hafal arah jalan pulang," ledek Yongki.
"Yoi, orang pintar dilawan, nih buktinya bisa nyampe rumah," ucap Dicka sambil membuka sepatunya.
"Kalo begitu, aku mau berangkat dulu. Jaga Kimmy baik-baik, dia aktif sekali soalnya." ucap Yongki sambil bergegas merapikan pakaiannya.
"Sekarang dimana dia?"
"Sedang tidur, nanti kalo sudah bangun, kasih dia makan saja. Sepertinya doyan makan dia,"
"Okey,"
Yongki pun pamit kepada Dicka dan langsung segera berangkat kerja. Sementara, di dalam rumah hanya ada Dicka dan Kimmy.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
"Sial! Kenapa gak minta no HPnya si Yongki!" gerutu Reno sambil mondar-mandir di depan kantornya dan sesekali ngecek hpnya.
Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.
"Kakak ini yang tadi daftar bareng sama aku yah?" ucap seorang gadis lugu.
Gadis itu namanya Fara, berparas cantik dan berambut panjang. Mereka berdua sama-sama di terima bekerja di kantor advokat Petra.
"Fara yah!" jawab Reno sambil malu-malu.
"Iya kak, kakak kenapa belum pulang?"
"A-aku lupa arah jalan pulang, maklum baru sehari di kota ini, belum begitu hafal,"
"Waduh, terus Kakak bisa nyampe kesini dengan siapa?"
"Wah, kalau begini susah juga ya. Apa Kakak ingat nama jalannya gitu, atau nama tempatnya? Barangkali aku bisa bantu. Aku hafal betul dengan daerah sini, Kak,"
"Tidak tau! Aku benar-benar tidak tau dan tidak menanyakan daerahnya pula. Eh, tapi dia bekerja di Rumah Sakit Putra Bahagia. Itu pun kalau tidak salah,"
"Yasudah, susul ke rumah sakitnya aja Kak! Aku tau Rumah sakitnya itu dimana,"
"Oh, serius?"
"Dua rius malah,"
Tiba-tiba Reno menjadi semangat, karena ada yang mau mengantar dirinya pulang.
Mereka berdua segera berangkat menuju rumah sakit. Dengan mengendarai motor matic miliknya Fara.
Reno mengemudikan motor Fara dengan sangat hati-hati. Ini pertama kalinya Reno memboncengi seorang gadis. Rasa yang bercampur aduk seperti nano-nano membuat hati Reno seakan bergejolak.
Sesampainya di rumah sakit, Reno mencari Yongki dan ditemani oleh Fara. Setelah beberapa menit kemudian, mereka bisa menemui Yongki.
"Reno!" ucap Yongki kaget.
Kamu ngapain ke mari, bukannya pulang! terus siapa wanita itu,?" ucap Yongki sambil melirik Fara yang sedang duduk di ruang tunggu. Sementara Fara asyik memainkan ponselnya.
"Ssttt, aku lupa arah jalan pulang gak tau alamat rumah kamu. Ditambah lagi, aku tidak punya nomor HP kamu,"
Mendengar hal itu,Yongki pun tertawa terbahak--bahak. Ia juga lupa untuk memberitahukan alamat rumah sewaannya itu.
"Jadi kamu kesini hanya untuk minta alamat aku! Kenapa tidak dari semalem aja kamu mintanya. Dasar wasjud," ledek Yongki.
"Terus kamu ngapain bawa perempuan segala? Jangan jangan ada niat tersembunyi lagi," sahut Yongki Sambil menulis sesuatu.
"Ish, sembarangan aja kalo ngomong! Dia udah nolongin aku tau! Kalo ga ada dia, aku masih disana kaga pulang pulang donk,!!"
"Sudah lah, sana pulang! ini alamat aku plus nomer HPnya, catettttt,"
"Ahsyiappp,"
Reno pun beranjak pergi dari ruangan Yongki. Dan mereka berdua lanjut pulang meninggalkan Rumah sakit itu. Fara pun tidak sungkan-sungkan untuk mengantarkan Reno ke rumahnya sewaan itu.
Sesampainya di Rumah, Reno tidak henti-hentinya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Fara.
"Makasih ya Ra, sudah bantu aku sampai sini," ucap Reno sembari turun dari motornya fara.
"Iya Kak santai aja,"
"Mau masuk dulu gak?"
"Gak deh, lain kali saja."
"Okelah, hati-hati ya sampai ketemu besok." ucap Reno kepada Fara. Lalu fara pun pamit dan meninggalkan Reno.
Â
🌻🌻🌻🌻
Â
Sementara di dalam rumaah..
Astagfirullah! Apa-apa an ini! Rumah sudah seperti kapal pecah," ujar Reno saat memasuki kedalam rumah itu.
Semua barang-barang berantakan, sementara Dicka dan Kimmy sedang cekikikan di dalam kamarnya. Mereka sedang bercanda ria haha hihi dengan sangat gembira.
"Ya ampun,ternyata kalian disini. Sedang apa sih? Rumah sampai berantakan begitu!" ucap Reno kesal.
Bagaimana tidak kesal, ketika pulang kerja cape-cape, terus masuk ke rumah dalam keadaan berantakan seperti kapal pecah. Dan terlihat suasana di rumah itu Semakin tidak enak dipandang.
Ketika berantakan seperti itu, membuat hati semakin cape. Reno pun merebahkan badan nya di sisi Kimmy yang sedari tadi sedang bermain-main bersama Dicka. Tanpa di sadari, Kimmy langsung mncium kening Reno.
"Muahhhh,,"
Sontak saja Reno kaget dan seketika moodnya pun berubah menjadi senang, ia pun langsung bangun dari tidurnya.
"Ahh Kimmy, kalo begini aku gak jadi marah deh," ucap Reno sambil menggelitik tubuhnya Kimmy.
"Makanya jangan marah-marah dulu, ntar cepet tua loh!" cetus dicka.
Dan mereka bertiga pun riang gembira. Yang tadinya cape jadi hilang ketika melihat tingkah lakukannya seorang bayi.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Senja kini sudah pergi dan mulai berganti malam. Angin risau dan gemerisik pepohonan mengiringi datang nya hujan yang jatuh secara tiba tiba.
Semua orang yang berlalu lalang di ibu kota Petra segera mencari tempat berteduh. Begitu juga Nadya turut berteduh Di pinggiran pertoko-an.
Ketika hujan turun, membuat hatinya bersedih, mengingat akan keberadaan Kakak nya. Entah ada dimana ia sekarang. Apakah sudah pulang? Atau sedang berada dimana? Ia pun tidak tau.
Melarikan seorang diri membuat ia terpuruk. Tidak ada sandaran untuknya. Bahkan untuk mencari tempat tinggal saja dia harus mikir dua kali. Supaya tidak diketahui mata -mata pamannya.
Apalagi sekarang ini kartu ATM dia tiba-tiba tidak dapat di gunakan. Semua ATM nya terbelokir. Lengkap sudah kesedihan Nadya saat ini. Entah kemana lagi ia harus melangkah. seakan hidup pun tiada guna.
BERSAMBUNG..