HOT DADDIES

HOT DADDIES
episode 15



*Nadia kau keindahan wanita


Pujaan setiap pria


Seluruh dunia kau menggapai


Tetapi dirimu kini terhanyut


Di lautan kesedihan


Sadar tinggalkan


Dirimu yang sudah


Merasa raih sgalanya


Memang takkan semudah dirimu


Balikkan telapak tangan


Kadang kau pun harus merasakan


Pahit manisnya dunia*...


Begitulah bunyi nada dering handpone nya Yongki, yang dari tadi berdering terus. Ia tidak menghiraukan nya karena sedang berada di teras rumah bersama kimy.


"Oiii,,angkat tuh telepon nya , dari tadi bunyi terus, berisik tauu," teriak Dicka yang sedang tiduran di sofa. Sementara Yongki , dari tadi masih asyik bermain bersama Kimy.


"Iyaa iyaa, duhh kamu ini cerewet amat sihh tinggal di angkat ajaa, gak tau apa aku sedang sibuk," tutur yongki sambil menghampiri Dicka.


"Lah apalagi aku, sibuk bangett," jawab Dicka sambil rebahan lagi di sofa.


"Hilih,, iyesss sibuk bikin pulauu." sindir Yongki sambil melemparkan bantal ke atas tubuh Dicka.


"Lagian gak baik tidur di jam segini, waktu nya magrib pula,!!" celetuk Yongki sambil meninggal kan Dicka. Sementara dia masih melanjutkan aksi tidur nya dan tidak mendengarkan ocehan Yongki.


"Nadya,??" gumam yongki setelah mengecek siapa yang menelepon dia dari tadi. Ia pun mengkerut kan dahinya, terlintas dalam pikiran nya apakah terjadi sesuatu pada dirinya?? tanpa pikir panjang lagi,, langsung saja ia telepon balik nadya, Ia khawatir dengan keadaan nadya..


"Halo,Sayang ada apa ? tadi aku sedang di luar gak kedengaran,!!" jawab Yongki sementara nadya sampai saat ini masih berada di stasiun commuter.


"Apaa, masih di stasiun?? yang benar saja !! ini sudah hampir malam sayang, begini aja deh aku akan menyusul kesana, kamu tunggu disitu okey." ucap Yongki dia begitu khawatir dengan keadaan nadya. Perempuan yang sangat ia sayangi meski perkenalan nya hanya bisa di hitung dengan jari.


Yongki pun segera membereskan maianan nya kimy, sementara kimy masih belum juga tidur, ia masih tetap energik ceria dan aktif. Tidak sia sia jika yongki mau mengurusnya dengan penuh kasih sayang. Tidak bisa di bayangkan jika kimy di asuh oleh orang lain, entah apa yang terjadi pada dirinya.


"Dickaaa, bangun duluu oii aku mau pergi," ucap Yongki sambil menggendong kimy.


"Hah,, apa apa apa,!!" jawab Dicka sambil mengucek ngucek mata nya.


"Ishhh, bangun dulu coba melek melekkkkk duhh,! nih titip kimy dulu, aku mau pergi sebentar buru buru soalnya,!! ucap Yongki sambil menyodorkan kimy ke tangan Dicka uyang sudah bangun tapi jiwa nya belum terkumpul masih belum sadar. Sementara kimy hanya bisa lirik sana sini mendengar ocehan mereka berdua.


"Aduhh, sabar dulu donk aku masih nguantukkk,!! ahh sayang kamu berat sekaliii,!" ucap Dicka sambil menggendong kimy.


"Okey yahh aku cuma sebentar aja ko," tutur Yongki dengan tergesa gesa ingin segera menemui Nadya. Ia lalu mengambil kunci mobilnya, sementara dicka dan kimy hanya bisa melihat gelagat nya yongki yang aneh so sibuk itu, Tiba tiba Kimy merengek minta di gendong oleh yongki, ia ingin bersama yongki tapi ia juga tidak mau lepas dari gendongan dicka, hal ini membuat kedua pemuda itu bingung dibuat nya.


Di tambah suara rengekan Kimmy yang membuat gendang telinga bergetar. Terlalu bising sejagat raya.


"Yaudah lah, kalian ikut aku, bikin geger saja,!" tutur yongki sambil ngomel ngomel


"Hahaha, gitu donk masa kita berdua gak di ajak.!!" jawab Dicka


Akhirnya mereka pun berangkat bersama. Pas mereka akan segera naik ke mobil, tiba tiba Reno datang bersama fara. Seperti biasa fara mengantarkan nya lagi. Namun fara hanya mengantarkan sampai pintu gerbang, ia tidak berani untuk masuk ke rumah yongki karena hari sudah malam tidak baik untuk perempuan pulang larut malam.


"Cieee yang selalu di kawal sama burio,!!" sindir dicka


"Dihh, siapaa burio berani berani nya ngawal orang ganteng,!!" ucap Reno


"Lah itu, perempuan tadi kan pake motor vario masa iya aku bilang vario, sementara dia perempuan,!!" ucap dicka


"Di bilangin dia itu fara, teman kantor aku ingettt F A R A,," ucap reno sambil mengeja kata kata nya.


"Sudah sudah ayo kita berangkat nanti orang nya keburu ngilang,!" ucap yongki sambil masuk ke dalam mobilnya.


"Ehhh mauu kemana,?" sahut Reno


"Ada dehhh," canda dicka


"Hah... ikut ikut." ucap reno sambil cepat masuk kedalam mobil takut di tinggal oleh nereka.


🌻🌻🌻🌻🌻


Sementara di tempat lain...


Krik..Krik..Krik


Terdengar suara jangkrik berbunyi di malam hari yang berirama tiada henti. Terlihat di kejauhan, ada sebuah rumah yang terpencil jauh dari keramaian kota.


Mungkin jika di lihat, hanya sekadar bangunan biasa, namun rumah itulah yang melindungi bi inah dan pak jaja dari derasnya hujan atau terik matahari seharian. Rumah yang membuatnya merasa aman dan bisa tidur dengan nyaman.


Ketika hendak makan malam, bi inah masih memikirkan nasib tentang nadya. Dia sudah menganggap seperti anak nya sendiri. Padahal dia juga mempunyai seorang anak, namun sudah meninggal karena kecelakaan. Makanya mereka berdua sangat sayang kepada nadya ,karena itung itung pengganti anak nya.


Ia ingin sekali menemui nya. Namun apa daya, jarak yang kini membentang jelas tak bisa dijangkau dalam sekejap mata. Ia hanya pasrah dan mendoakan nya selalu meski kerinduan semakin memuncak.


"Ayo dimakan, nanti keburu dingin," ucap pak jaja sambil menatap bi inah. Ia tidak tega melihat istrinya, akhir akhir ini murung terus.


"Aku sedang tidak nafsu makan, hati ku masih mencemaskan non dya bang, udah makan apa belum yaa," isak bi isah.


"Non Dya pasti baik baik saja, jangan mencemaskan dia, lebih baik cemaskan badan mu dari kemarin ga ada yang masuk sama sekali," ucap pak jaja kesal sambil langsung melanjutkan makan nya.


Tangisan bi inah pun membludak, kerinduan yang tidak bisa terbendungkan, membuat ia tersiksa diri.


Rasa rindu itu membuat sebuah ikatan perasaan menjadi satu dan belajar menghawatirkan satu sama lain, itulah sebuah keluarga, karena naluri itu kuat.


Kring,,Kring,,Kring


Terdengar bunyi suara handphone milik pak jaja, membuat susana yang tenang dan kaku, menjadi was was karena Andi menelepon malam malam. Tanpa menunggu lama lagi, ia pun langsung mengangkat nya.


"Halo, iya di ada apaa,?" ucap pak jaja


"Kang,, akang gimana kabar nya,? ada di rumah gak,? jawab andi


"Alhamdulilah baik di, kamu juga baik baik saja kan,? ucap pak jaja balik tanya


"Iya alhamdulilah juga kang, Ini saya mau menyampaikan sesuatuu ke akang bahwa nanti besok pagi pagi saya akan menjemput akang dan bi inah untuk kembali ke rumah ini lagi,!!" ucap Andi senang


"Apaa,,!" jawab pak jaja kaget setengah mati, ia tidak percaya bahwa dirinya akan bekerja lagi di rumah mewah itu. Begitu juga bi inah yang dari tadi mendengarkan percakapan nya membuat ia keheranan.


Mereka berdua bingung entah harus di bekerja lagi atau tidak, mengingat kejadian yang waktu itu, dimana mereka di usir tanpa belas kasih.


Betapa sakit hatinya mereka saat ucapan ucapan pak arif yang menusuk masih tersimpan di dalam hatinya. Namun di sisi lain mereka berdua juga sangat ingin sekali bertemu dengan nadya.Ingin melindungi nadya dari orang orang jahat seperti pak arif.


Dan akhirnya pak jaja pun menyetujui nya untuk vekerja lagi di rumah itu.


🌻🌻🌻🌻🌻


Sementara di stasiun kereta api...


"Loh ,, ko berhenti disini,??" ucap Reno penasaran


"Lah emang disini," jawab Yongki singkat. Ia pun turun dari mobil nya. Sementara Dicka dan Reno hanya bisa mengikutinya kemana arah tujuan Yongki.


Yongki pun segera mencari nadya, ia berharap nadya masih berada disini. kekhawatiran pun menyelimutinya.


BERSAMBUNG...