
"Woy! Ki, melamunin apa sih?" teriak Reno sembari menggebrak meja makan.
Sontak saja Yongki kaget. Karena Reno memanggil-manggil Yongki sedari tadi. Namun, Yongki tidak menggubrisnya.
"Apa sih?" ucap Yongki sambil melanjutkan makannya.
"Dari tadi melamun terus, kenapa sih? Pesan dari siapa? Sampai-sampai obrolan kita diabaikan," ucap Dicka.
"Oh anu, teman kerja aku, besok minta diantar ke Dharma untuk tugas barunya. Dia mendapat amanah mengidentifikasi korban yang tidak mudah dikenali," tutur Yongki.
Ia berbohong kepada mereka, karena tidak mau ada yang tahu, jika dirinya akan pergi bersama Riri. Mereka tidak tahu, jika kota Dharma adalah kota kelahirannya.
Semua Yongki lakukan demi menjaga hati Nadya. Karena di sisi lain, ia juga membutuhkan Riri untuk mengungkap kematian Kakaknya Nadya dengan tuntas.
Memang mengidentifikasi mayat Kakaknya Nadya sudah Riri lakukan, akan tapi belum sepenuhnya teridentifikasi. Masih banyak hal-hal yang tertunda atas kasus Kakaknya Nadya. Karena waktu itu, polisi telah memberitahukan, jika keluarga korban tidak mau menindaklanjuti kasus kakaknya Nadya.
Entah siapa yang memerintahkan hal itu, karena polisi tidak mau menyebutkan nama keluarganya. Hal ini, membuat Yongki dan Dicka curiga. Pasti ada suap-menyuap antara keluarga dan polisi itu. Makanya kasus ibunya Kimmy masih dalam pencarian Yongki dan Dicka.
Namun, Dicka masih belum tahu jika ibunya Kimmy, adalah Kakaknya Nadya. Yang ia tahu hanyalah seorang ibu yang memiliki anak yang menggemaskan. Karena, yang tahu kakaknya Nadya hanyalah Yongki seorang. Dari awal, mereka sudah berjanji untuk segera menemukan keluarganya Kimmy.
Andai saja Nadya tahu, jika Kakaknya meninggal tanpa sebab, iya pasti akan meminta untuk menindaklanjuti kasus kakaknya sampai tuntas.
"Oh gitu, terus gimana donk dengan ulang tahunnya Kimmy?" ucap Nadya.
"Aku akan usahakan untuk mengutamakan kepentingan Kimmy dulu, jadi tenang saja," ucap Yongki.
Mendengar hal itu, mereka terdiam terutama Reno. Ia malah terdiam tanpa berkata apapun. Sampai-sampai, makanan yang ia lahap sudah habis dimakannya.
"Aku duluan ah, bye," tukas Reno sembari meninggalkan meja makannya.
"Cepat amat makannya," ujar Nadya.
"Maklum kelaparan dia," ledek Dicka.
Mereka pun melanjutkan makan bersamanya. Banyak obrolan-obrolan selama mereka makan. Bahkan tentang Kimmy pun mereka bahas.
🍭🍭🍭🍭🍭🍭
Sementara di tempat lain ...
"Kapan ya Bang, kita bisa bertrmu dengan Non Nadya? Aku sudah rindu pada nya," ucap Bi Inah sembari membereskan tempat tidurnya.
"Semoga saja secepatnya, kita hanya bisa berharap dan berdoa, agar semua rencana kita beres dan lancar tanpa hambatan," ucap Pak Jaja.
"Iya, Bang, semoga saja. Dan mudah-mudahan polisi itu, bisa kita percaya. Aku khawatir dia malah ikut ke lubang hitamnya Pak Arif," ucap Bi Inah.
"Ya semoga saja jangan. Sudah lah ayo kita tidur. Sudah malam, besok aku harus bangun pagi-pagi, mau bersihkan rumput yang liar di belakang rumah," ucap Pak Jaja sembari naik ke ranjang dan langsung memejamkan maranya.
🍭🍭🍭🍭🍭🍭
Pagi yang sungguh indah. Begitu juga hati Nadya yang semakin berseri-seri, membuat suasana menjadi semakin berwarna. Ia sudah menata hiasan ulang tahun di setiap ruangan. Namun, untuk menghias ruangan yang agak tinggi, ia tidak bisa melakukan dengan sendirinya. Butuh seseorang untuk membantunya.
"Gimana ya, gak ada yang megangin tangga ini, masa iya aku mesti bangunin mereka untuk hal seperti ini," gumam Nadya.
"Ah, tak coba dulu, aku pasti bisa," ucap Nadya sembari menaiki anak tangga untuk memasang beberapa pita.
Nadya sangat berhati-hati untuk menaiki tangga itu, bahkan ia pun menaikinya dengan pelan-pelan. Namun setelah bisa naik ke atas, tiba-tiba kakinya tergelincir. Otomatis tangga itu goyang dan hal ini, akan menyebabkan Nadya terjatuh.
Brakk
Reno pun langsung berlari dan mendapati Nadya dengan sempurna. Sontak saja Nadya kaget dan was-was. Dalam pikirannya, ia pasti akan terjatuh. Namun, setelah membuka matanya, terlihat sosok wajah tampan sedang menggendong dirinya yang sempat akan terjatuh dari tangga.
"Kak Reno!" ucap Nadya kaget.
"Kamu tidak apa-apakan?"
Mereka pun bertatapan muka dengan sangat dekat sekali. Getaran cinta masih terlekat di hati Reno. Terlihat olehnya, jika Nadya benar-benar wanita idamannya.
"Tu-turunkan aku Kak," ucap Nadya gugup.
Dan tanpa basa-basi lagi Reno pun segera menurunkan Nadya. Mereka tampak canggung sekali.
"Ma-makasih Kak, aku hampir saja terjatuh," ucap Nadya malu.
"Tidak apa-apa. Lain kali kalau mau sesuatu, bilang saja. Jangan seperti ini," ujar Reno.
"Sini pitanya. Mau pasang di sebelah mana?" sambung Reno.
Nadya pun langsung memberikan beberapa pita ke tangan Reno. Ia sangat senang ketika ada yang membantunya. Setelah selesai memasang pita, akhirnya mereka bisa bersantai menikmati indahnya dekorasi untuk ulang tahunnya Kimmy. Nadya pun tidak lupa untuk berterima kasih kepada Reno. Karena sudah membantunya hingga pekerjaannya terselesaikan.
Ketika hari sudah hampir siang, para pemuda itu sudah bersiap-siap untuk memulai aktivitasnya masing-masing. Yongki terlihat sudah siap untuk pergi ke tempat pemesanan kue ulang tahun, sedangkan Dicka, ia sedang berolahraga sebentar di taman belakang. Sementara Reno, sedang asyik mengajak Kimmy bermain yang sudah di dandani rapi oleh Nadya.
"Semuanya sudah beres Kak, tinggal menunggu kue ulang tahunnya," ucap Nadya.
"Oh, sip lah. Oia, teman-teman Kimmy, apakah akan hadir juga?" tanya Reno.
"Teman darimana Kak? Tiap harinya kan bersama aku terus. He he," ucap Nady tertawa kecil.
"Iya juga. Di daerah sini, gak ada yang umurnya sepantaran dia. Paling kalau ada, jauh rumahnya," ucap Reno.
"Gak Kak, banyak ko. Malah aku sering lihat mereka bermain di taman sebelah," tukas Nadya.
"Ya kenapa gak ikut nimrung aja, kan seru. Pasti Kimmy senang," ucap Reno sembari menunjuk Kimmy yang sedang anteng dengan mainan barunya.
"Anaknya yang senang, tapi akunya ... bisa bahaya kalau orang-orang tau tentang keberadaanku," ucap Nadya dalam hatinya.
"Gak apa-apalah, nanti kalau dia sudah besar, pasti banyak temannya ko," ucap Nadya tersenyum manis.
Sementara mereka berbincang-bincang, tiba-tiba Dicka datang dengan penampilan yang fresh dan keren. Dirinya ikut nimrung dengan mereka berdua. Sembari memberikan guyonan pada Kimmy.
"Si Yongki kemana?" tanya Dicka.
"Dia sedang mengambil kue ulang tahunnya Kimny," ucap Nadya.
"Oh, jadi kita rayakan ulang tahunnya cuma berempat saja?" tanya Dicka lagi.
"Iya," ucap Reno dan Nadya dengan kompak.
Seketika, mereka tertawa lepas. Mereka sangat bahagia bisa berkumpul bersama-sama. Meskipun bukan keluarga asli, tapi kebahagiaaan mereka lebih-lebih dari keluarga aslinya.
Sementara di tempat lain ...
Yongki sudah memasuki area tempat pemesanan kue. Ia langsung masuk dan memilih-milih kue yang akan dibelinya. Ia memilih kue yang sudah jadi. Tinggal hanya diberi nama dan lilin saja.
Setelah fix memilih, ia pun langsung bertransaksi ke kasir, sementara kuenya akan didekorasi lagi oleh pelayan toko itu. Namun, ketika ia hendak bertransaksi, tiba-tiba terdengar suara yang memanggil namanya. Suara itu tidak asing ditelinganya.
"Yongki!"
Ia pun langsung melirik ke arah sumber suara itu. dan setelah apa yang dilihatnya ternyata dia adalah perempuan yang ia kenali, yaitu Riri.
BERSAMBUNG...
Terima kasih yang sudah mampir ke
Hot daddy jangan lupa baca juga novel yang lainnya yang berjudul SINCERE LOVE ^^