HOT DADDIES

HOT DADDIES
Perasaan yang sama



Jangan lupa!! like dan komennya biar authornya semangatttt !! ^^


"Kenapa manggilnya papa terus! sekali-kali bilang oppa gitu," ucap Reno sambil mengelitik Kimmy.


Otomatis, Kimmy tertawa terus dibuatnya. Mereka begitu senang dan sampai-sampai lupa waktu, jika mereka seharusnya sudah berangkat kerja sedari tadi.


Kimmy yang masih dipangkuan Dicka, sepertinya sudah kelelahan. Ia begitu manis ketika sedang terkantuk-kantuk.


Bahkan, Reno sempat-sempatnya merekam ulah Kimmy yang sedang mengantuk. Alhasil, mereka berdua terkekeh-kekeh melihat tingkah laku balita itu.


Sementara di ruangan lain ...


Yongki yang sedari tadi sudah menyusul Nadya, kini sedang duduk di tepi ranjang. Ia menunggu Nadya keluar dari kamar mandinya.


Akhirnya, tidak lama kemudian, Nadya pun keluar. Dan ternyata ia sudah selesai mandi.


"Kenapa baru mandi sekarang?" ucap Yongki.


Sontak saja, Nadya pun kaget dengan suara yang begitu nyaring.


"Ma-maaf. Aku tidak bermaksud untuk membuat kalian terlambat kerja, tapi sesuatu telah terjadi. Aku terjatuh dan bajuku basah, yaudah akhirnya sekalian mandi," tutur Nadya yang masih menggunakan handuk.


"Apa? Terjatuh?" ucap Yongki kaget.


Ia pun langsung menghampiri Nadya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Mana? Ada yang sakit tidak?" ucap Yongki sambil menyentuh tangan dan pundak Nadya.


"Hey, aku tidak apa-apa," ucap Nadya sembari menahan tangan Yongki.


"Oh, aku tau! kamu sengaja kan mancing aku biar nyusul kemari?" ucap Yongki dengan senyum liciknya.


"Hey, mancing apaan! Gak ada. Ini murni kecelakaan. Tapi tidak ada yang terluka," tutur Nadya sembari meletakan kedua tangannya dipinggang.


"Yakin?" ucap Yongki sembari mendekati Nadya sehingga lebih dekat.


"Yakinlah!" ucap Nadya sembari berjalan menuju lemari bajunya. Ia takut Yongki akan berbuat sesuatu. Namun, tetap saja Yongki semakin mengahampiri dirinya.


Eh, ma-mau ngapain?" tanya Nadya sembari mundur perlahan-lahan.


Sementara Yongki semakin maju sehingga lebih dekat dengan dirinya. Karena Nadya semakin mundur, ia terpeleset jatuh ke kasur. Sehingga handuk yang ia kenakan, terbuka sedikit.


Da hal ini, membuat Yongki semakin terangsang dan bergairah.


 


🍭🍭🍭🍭🍭


 


Tring tring tring


Suara HP Dicka berbunyi. Ia pun langsung mengeceknya. Dan ternyata, setelah apa yang dilihat, sebuah balasan pesan dari Andi yang menyetujuinya untuk bisa ketemuan di tempat yang seperti biasanya.


Hal ini, semakin membuat Dicka bersemangat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Yess, akhirnya," ucap Dicka senang.


"Ada apa? Senyam-senyum sendirian gak bagi-bagi. Oh, jangan-jangan dari seseorang ya? Hayo ngaku!" ucap Reno penasaran.


"Apaan si, dah ah ayo kita berangkat," ujar Dicka sembari memasukan HPnya kedalam saku.


"Berangkat-berangkat, juragannya aja dari tadi belum nongol," tutur Reno.


"Oia yah, yasudahlah terima saja nasib kita yang selalu telat masuk kantor," ucap Dicka.


"Yah mau gimana lagi, lagian lagi pada ngapain sih lama banget! gak sadar apa ya? Hari sudah semakin siang," tutur Reno.


"Kamu ini! Kayak gak tau pasangan serasi saja," celetuk Dicka.


"Apa? Pasangan serasi? Serasi dari Hongkong. Nah, kalau aku iya, Nadya tuh cocoknya sama aku," celetuk Reno.


"Kamu masih belum sadar atau gimana ya? atau pura-pura ****? Lihat aja gerak-gerik mereka yang sudah jelas dihadapan kita sayang-sayangan. Sudah ah, kamu jangan bikin gara-gara lagi, nanti kalau dia kabur lagi ginana? Ribetkan," tutur Dicka sembari menggendong Kimmy dipangkuannya.


"Pokoknya aku tidak akan menyerah, selama aku masih mampu, kenapa tidak?" ucap Reno.


"Mampu apa? Mampu merebut pasangan teman sendiri? Sadar Ren, dunia ini begitu luas, dan masih banyak wanita-wanita di luaran sana," jawab Dicka.


"Jika aku maunya Nadya, bagaimana? Kamu juga suka kan sama dia?" tanya Reno.


Jleb


Seketika Dicka terdiam sesaat. Memang apa yang dibicarakan Reno itu benar. Dicka memang benar-benar menyukai Nadya. Apalagi Nadya adalah sosok kriterianya Dicka.


BERSAMBUNG...